1TULAH.COM – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan pelampung yang ditemukan KAL Anyer dalam pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau bukan berasal dari kapal Arupadhatu 1.
Hengki mengatakan kepastian tersebut diperoleh setelah petugas melakukan pemeriksaan terhadap pemilik kapal Arupadhatu 1, Sandi Wiyasa.
Ia menyebut, baik life jacket yang ditemukan sebelumnya maupun pelampung putih yang ditemukan pada hari keempat pencarian dipastikan bukan bagian dari perlengkapan keselamatan kapal tersebut.
Pencarian memasuki hari kelima setelah lima jurnalis dan tiga awak kapal Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9).
KAP Sanjaya diberangkatkan sekitar pukul 07.30 WIB untuk melanjutkan operasi pencarian di perairan Selat Sunda.
Dalam operasi tersebut, kapal akan menempuh perjalanan pulang-pergi sekitar 80 mil dengan kecepatan rata-rata 10 knots.
Perjalanan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih delapan jam.
Tim SAR gabungan pada hari kelima memperluas pencarian dengan area sekitar 4.512 nautical mile.
Jumlah kapal yang dikerahkan juga bertambah dari sebelumnya 13 menjadi 14 kapal yang dibagi ke dalam enam sektor pencarian.
Pencarian akan lebih difokuskan ke sejumlah wilayah yang dinilai perlu ditelusuri, yakni perairan sekitar Lampung, Bengkulu, hingga kawasan Ujung Kulon.
Tim SAR terus berupaya menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
Penulis : Dedy Hermawan







![Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). Rombongan jurnalis yang hendak meliput Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/kapal-jurnalis-225x129.jpg)







![Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). Rombongan jurnalis yang hendak meliput Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/kapal-jurnalis-360x200.jpg)








![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

