Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Nilai tukar rupiah terus melanjutkan tren penguatan di pasar keuangan pagi ini. Mata uang Garuda berhasil meninggalkan level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS), didorong oleh koreksi indeks dolar AS dan penantian investor terhadap data ekonomi domestik.

Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa, 8 September, rupiah dibuka pada level Rp17.550 per dolar AS. Angka ini mencatatkan penguatan sebesar 82 poin atau naik 0,47 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.615 per dolar AS.

Terkoreksinya Dolar AS dan Sentimen Konsumen Jadi Pendorong

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pergerakan positif mata uang Garuda pagi ini dipengaruhi oleh pelemahan indeks dolar AS (the greenback). Selain itu, rilis data ekonomi dari dalam negeri turut memberikan angin segar bagi pergerakan mata uang lokal.

Baca Juga :  Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

“Rupiah diperkirakan berkonsolidasi dengan potensi menguat terbatas terhadap dolar AS. Investor saat ini cenderung wait and see menantikan rilis survei kepercayaan konsumen Indonesia untuk periode Agustus yang dijadwalkan keluar siang ini,” ujar Lukman.

Lukman memproyeksikan pergerakan mata uang rupiah sepanjang hari ini akan berada di rentang Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS.

Baca Juga :  Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun

Pergerakan Mata Uang di Asia

Penguatan rupiah selaras dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga terpantau bergerak di zona hijau terhadap dolar AS.

Berikut ringkasan kinerja mata uang Asia pagi ini:

  • Mata uang yang menguat:

    • Yen Jepang: Melonjak 0,27% (penguatan tertinggi di Asia)

    • Peso Filipina: Terkerek 0,16%

    • Dolar Taiwan: Menanjak 0,16%

    • Won Korea Selatan: Terapresiasi 0,08%

    • Baht Thailand: Naik 0,043%

    • Dolar Singapura: Menguat tipis 0,04%

  • Mata uang yang melemah:

    • Ringgit Malaysia: Tertekan 0,09% (pelemahan terdalam di Asia)

    • Dolar Hong Kong: Terkontraksi 0,01%

    • Yuan China: Melemah tipis 0,007% (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB