1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memimpin Rapat Evaluasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah. Rapat berlangsung di Pos Lapangan Karhutla Jekan Raya, Halaman Kantor Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (11 September 2026).
Dalam rapat tersebut, Agustiar Sabran mengevaluasi perkembangan penanganan Karhutla yang masih menunjukkan tingginya aktivitas kebakaran serta luas area terdampak yang signifikan. Berdasarkan data Posko PDB Karhutla dan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, terdapat perbedaan hasil pendataan. Namun, kedua sumber tersebut sama-sama menunjukkan kondisi Karhutla yang masih memerlukan perhatian serius.
Kabupaten Kotawaringin Timur tercatat sebagai salah satu wilayah dengan jumlah hotspot dan luasan area terbakar tertinggi. Sementara itu, Kota Palangka Raya mencatat kejadian Karhutla terbanyak, disusul sejumlah kabupaten lain yang turut terdampak.
Memasuki puncak musim kemarau, peningkatan Karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah kabupaten/kota dan seluruh pihak terkait.
Sejumlah kabupaten dan kota telah menetapkan status Tanggap Darurat, sedangkan wilayah lainnya masih berada dalam status Siaga Darurat. Pemprov Kalteng terus meningkatkan sinergi dalam upaya pencegahan, penanganan, dan pengendalian Karhutla.
“Ancaman Karhutla yang kita hadapi di Kalimantan Tengah bukanlah persoalan sederhana. Karakteristik lahan gambut, ditambah musim kemarau panjang akibat El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir Oktober bahkan awal November 2026, membuat tantangan penanganan semakin berat,” tutur Agustiar.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Gubernur optimistis penanganan Karhutla dapat dilakukan secara maksimal melalui kebersamaan dan kolaborasi seluruh pihak.
“Seberat apa pun tantangan, saya yakin akan mampu kita atasi selama ada semangat kebersamaan. Bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi bagaimana seluruh kekuatan dapat bergerak bersama untuk menanggulangi Karhutla demi satu tujuan, yaitu melindungi keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Kalaksa BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan, berdasarkan evaluasi terbaru Satgas Karhutla, sebanyak 2.909 kejadian telah ditangani dengan total luasan mencapai 9.440,36 hektare.
Untuk memperkuat penanganan di lapangan, sebanyak 10.700 personel telah disiagakan dan akan dikerahkan sesuai kebutuhan. Dukungan operasi udara dari BNPB juga terus diperkuat dengan enam helikopter dan satu pesawat, dengan empat helikopter di antaranya digunakan untuk operasi pemadaman.
“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam penanganan Karhutla. Personel telah disiagakan untuk mendukung operasi di lapangan, sementara dukungan operasi udara juga terus diperkuat guna mempercepat proses pemadaman dan penanganan Karhutla, terutama pada wilayah-wilayah yang membutuhkan dukungan lebih intensif,” tutur Ahmad Toyib.
Pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga diperpanjang hingga 19 September 2026. Sementara di wilayah prioritas Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, penanganan telah memasuki hari ke-71. Kondisi api berhasil dikendalikan dan penanganan kini difokuskan pada pendinginan serta pembasahan untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Pemprov Kalteng turut memperkuat sarana dan prasarana penanganan Karhutla melalui dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp45,815 miliar. Anggaran tersebut digunakan antara lain untuk pengadaan 30 mesin pemadam, 1.500 rol selang, 50 kendaraan roda tiga pembawa air, tiga drone thermal, serta 500 alat pelindung diri (APD).
Dukungan kepada masyarakat terdampak juga terus dilakukan melalui penyaluran 1.100 paket bantuan, penyediaan air bersih, dan pemenuhan kebutuhan kesehatan. Hingga saat ini, tersedia 87 sarana air bersih dan 237 sumur bor.
Pemprov Kalteng masih mengharapkan tambahan dukungan Pemerintah Pusat berupa 2–3 helikopter water bombing, flexible tank, dan truk tangki untuk memperkuat penanganan Karhutla melalui operasi darat maupun udara.
Rapat evaluasi tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Pangdam XII/Tanjungpura Zainul Arifin, Wakapolda Kalteng Yosi Muhamartha, Danrem, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto beserta jajaran, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Anton Budiyono, kepala OPD Provinsi Kalimantan Tengah, kepala instansi vertikal, para bupati dan wali kota, kepala OPD kabupaten/kota, serta unsur terkait lainnya.(*)
Penulis : Hewu
Editor : Apri
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

