Pemprov Kalteng Siagakan 10.700 Personel Hadapi Lonjakan Karhutla, 1.727 Hotspot Terdeteksi

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel gabungan disiagakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kalteng. Senin (7/9/26)

Personel gabungan disiagakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kalteng. Senin (7/9/26)

1TULAH.COM, Palangka Raya – Pemprov Kalteng siagakan 10.700 personel untuk penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Kekuatan tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemadam kebakaran, masyarakat peduli api, serta berbagai pihak terkait.

Kesiapsiagaan di darat diperkuat dengan dukungan operasi udara berupa enam unit helikopter dan satu unit pesawat OMC/patroli. Langkah ini dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk menghadapi peningkatan aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki musim kemarau.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah yang diperbarui Senin (7 September 2026) pukul 18.00 WIB, tercatat 1.727 titik panas atau hotspot dalam perkembangan harian.

Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat segera dikendalikan serta dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

“Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan menjaga lingkungan Kalteng tetap aman dari dampak kabut asap,” ujar Agustiar Sabran.

Gubernur juga menekankan pentingnya peran seluruh pihak dalam melakukan pencegahan, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api serta mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Berdasarkan laporan lapangan kabupaten/kota kepada Pusdalops PB Provinsi Kalimantan Tengah, hingga periode tersebut tercatat 47 kejadian karhutla dengan estimasi luas area terbakar mencapai 100,44 hektare.

Baca Juga :  Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Pemprov Kalteng Salurkan 158.800 Liter Air Bersih

Sebaran hotspot harian menunjukkan Kabupaten Katingan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni 338 hotspot. Selanjutnya Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 299 hotspot, Seruyan 297 hotspot, Kotawaringin Timur 271 hotspot, dan Kota Palangka Raya 155 hotspot.

Dari sisi luas area terbakar harian, Kabupaten Kapuas mencatat luasan tertinggi mencapai 46 hektare. Berikutnya Seruyan 12,5 hektare, Gunung Mas 10,52 hektare, Kotawaringin Timur 10 hektare, dan Kotawaringin Barat 9,25 hektare.

Kabupaten Kapuas juga mencatat jumlah kejadian karhutla harian terbanyak dengan sembilan kejadian. Seruyan dan Kota Palangka Raya masing-masing mencatat tujuh kejadian.

Secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 7 September 2026 pukul 18.00 WIB, tercatat 104.140 hotspot di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam periode tersebut terdapat 2.698 kejadian karhutla dengan luas area terbakar berdasarkan laporan lapangan mencapai 8.139,12 hektare.

Sementara berdasarkan perhitungan citra satelit Landsat 8 OLI/TIRS, luas area yang terindikasi terbakar mencapai 7.634 hektare.

Berdasarkan sebaran kumulatif, hotspot terbanyak tercatat di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 20.570 titik, disusul Kapuas 18.135 titik, Kota Palangka Raya 15.143 titik, Pulang Pisau 11.542 titik, dan Katingan 9.315 titik.

Dari sisi jumlah kejadian, Kota Palangka Raya mencatat angka tertinggi dengan 569 kejadian, kemudian Kotawaringin Timur 519 kejadian, Seruyan 306 kejadian, Kapuas 214 kejadian, dan Kotawaringin Barat 207 kejadian.

Sementara itu, luas karhutla kumulatif terbesar tercatat di Kabupaten Kotawaringin Timur sebesar 2.423,24 hektare. Selanjutnya Kotawaringin Barat 1.082,74 hektare, Seruyan 1.028,64 hektare, Kapuas 646,89 hektare, serta Kota Palangka Raya 534,53 hektare.

Baca Juga :  Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla, 325 Perusahaan HGU dan PBPH Bersinergi

Memasuki musim kemarau, aktivitas karhutla mengalami peningkatan signifikan pada Agustus 2026. Pada periode tersebut tercatat 71.350 hotspot, 1.444 kejadian karhutla, dengan luas area terbakar sekitar 4.898,06 hektare.

Sementara hingga 7 September 2026, September telah mencatat 27.457 hotspot, 413 kejadian, dan luas area terbakar sekitar 1.551,29 hektare.

Selain memperkuat operasi pemadaman dan pencegahan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga melakukan langkah penegakan hukum terhadap pelanggaran terkait karhutla. Hingga 7 September 2026, tercatat 32 penanganan penegakan hukum telah dilakukan.

Dampak karhutla dan kabut asap terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan data yang dihimpun, tercatat 79.081 orang mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) secara kumulatif, dengan 6.734 orang tercatat pada Minggu IV Agustus 2026.

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah menyiapkan 150 lokasi Rumah Oksigen serta mendukung penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada sembilan kabupaten/kota sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api, terutama di kawasan lahan gambut dan wilayah yang rawan terbakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Kolaborasi pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla sekaligus melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Melalui sinergi seluruh pihak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen mewujudkan semangat “Bersama Wujudkan Kalteng Bebas Kabut Asap Tahun 2026.”(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Kalteng Perkuat Digitalisasi Pendidikan hingga Pelosok melalui Kelas Digital Huma Betang
Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati Penataan Agenda APBD Perubahan dan Pokir
Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla, 325 Perusahaan HGU dan PBPH Bersinergi
Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Pemprov Kalteng Salurkan 158.800 Liter Air Bersih
Pemprov Kalteng dan DPRD Perkuat Sinergi Pembangunan, Karhutla Jadi Perhatian Serius
Pemprov Kalteng Salurkan 74.450 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
BPS Kalteng Rilis Indikator Ekonomi Agustus 2026, Inflasi Capai 4,96 Persen Secara Tahunan
Pemprov Kalteng Percepat Penanganan RTLH melalui Sinergi dan Standar Teknis

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:08 WIB

Kalteng Perkuat Digitalisasi Pendidikan hingga Pelosok melalui Kelas Digital Huma Betang

Selasa, 8 September 2026 - 20:35 WIB

Pemprov dan DPRD Kalteng Sepakati Penataan Agenda APBD Perubahan dan Pokir

Selasa, 8 September 2026 - 20:02 WIB

Pemerintah Perkuat Pencegahan Karhutla, 325 Perusahaan HGU dan PBPH Bersinergi

Selasa, 8 September 2026 - 19:49 WIB

Pemprov Kalteng Siagakan 10.700 Personel Hadapi Lonjakan Karhutla, 1.727 Hotspot Terdeteksi

Kamis, 3 September 2026 - 20:05 WIB

Bantu Warga Hadapi Kekeringan, Pemprov Kalteng Salurkan 158.800 Liter Air Bersih

Rabu, 2 September 2026 - 14:43 WIB

Pemprov Kalteng dan DPRD Perkuat Sinergi Pembangunan, Karhutla Jadi Perhatian Serius

Rabu, 2 September 2026 - 14:33 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 74.450 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Selasa, 1 September 2026 - 21:35 WIB

BPS Kalteng Rilis Indikator Ekonomi Agustus 2026, Inflasi Capai 4,96 Persen Secara Tahunan

Berita Terbaru