Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi flek hitam (magnific)

ilustrasi flek hitam (magnific)

1TULAH.COM-Flek hitam di wajah yang mulanya hanya berupa bercak cokelat ringan sering kali diabaikan. Padahal, jika dibiarkan atau ditangani dengan cara yang salah, bercak tersebut bisa berubah warna menjadi abu-abu hingga biru kehitaman.

Kondisi perubahan warna ini bukan lagi sekadar masalah pigmentasi biasa, melainkan indikasi gangguan kulit yang lebih dalam dan permanen yang dikenal sebagai okronosis eksogen.

Apa Itu Okronosis Eksogen?

Berbeda dari flek hitam biasa (hiperpigmentasi) yang umumnya hanya menumpuk di lapisan luar kulit (epidermis), okronosis eksogen terjadi ketika pigmen abnormal menumpuk hingga ke lapisan kulit dalam (dermis).

Penumpukan pigmen di lapisan dermis ini membiaskan cahaya sehingga warna kulit tampak menjadi kebiruan atau abu-abu pekat. Kondisi ini sering kali dipicu oleh penggunaan produk pencerah kulit yang tidak aman atau tidak sesuai petunjuk medis.

5 Penyebab Utama Flek Hitam Makin Gelap dan Kebiruan

Memahami pemicu perubahan warna flek hitam sangat penting agar kerusakan jaringan kulit tidak semakin parah. Berikut beberapa faktor utamanya:

1. Penggunaan Hidrokuinon Jangka Panjang Tanpa Pengawasan

Hidrokuinon merupakan bahan aktif yang efektif menghambat produksi melanin. Namun, penggunaan berlebihan (konsentrasi tinggi di atas 2–4% atau dipakai terus-menerus tanpa resting period) dapat menghambat enzim pemecah asam homogentisat.

Baca Juga :  Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Akibatnya, terjadi penumpukan senyawa yang membentuk pigmen kebiruan di lapisan dermis.

2. Paparan Sinar UV Tanpa Perlindungan

Sinar ultraviolet (UV) memicu sel melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin. Bagi seseorang yang sedang menggunakan hidrokuinon atau sudah memiliki flek hitam, paparan sinar matahari tanpa penggunaan sunscreen akan merangsang polimerisasi pigmen okronotik. Hal ini membuat bercak hitam makin pekat dan menyebar di area pipi, dahi, atau hidung.

3. Penggunaan Krim Abal-Abal Mengandung Bahan Berbahaya

Selain hidrokuinon dosis tinggi, produk pemutih ilegal sering kali mencampur bahan kimia berbahaya seperti:

  • Merkuri: Merusak struktur kulit dan memicu penumpukan pigmen berat.

  • Resorsinol, Fenol, dan Asam Pikrat: Bahan iritan keras yang memicu reaksi peradangan kronis pada kulit.

4. Tipe Kulit dan Pemakaian Krim yang Berlebihan

Pemilik tipe kulit Fitzpatrick IV–VI (kulit sawo matang hingga gelap) memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami okronosis. Aplikasi krim pemutih secara berlebihan, kombinasi dengan steroid topikal tanpa resep, serta iritasi berulang akan mempercepat penggelapan tekstur kulit.

Baca Juga :  Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

5. Pengaruh Hormonal dan Hiperpigmentasi Pascainflamasi (PIH)

Fluktuasi hormon—seperti saat hamil, penggunaan kontrasepsi hormonal, atau menopause—dapat memicu munculnya melasma. Jika kondisi medis ini direspons dengan pemakaian krim racikan sembarangan, peradangan yang terjadi justru memicu hiperpigmentasi pascainflamasi yang lebih parah.

Cara Mencegah Perubahan Warna Flek Hitam

Untuk menghindari risiko okronosis eksogen yang sulit disembuhkan, lakukan langkah pencegahan berikut:

  • Stop Penggunaan Krim Tanpa Izin BPOM: Hindari membeli krim pencerah instan yang tidak jelas komposisinya.

  • Gunakan Hidrokuinon Sesuai Resep Dokter: Bahan ini merupakan obat keras yang membutuhkan evaluasi medis secara berkala.

  • Wajib Menggunakan Sunscreen: Aplikasikan sunscreen dengan minimal SPF 30 dan PA+++ setiap hari, serta reapply setiap 2–3 jam sekali.

  • Konsultasi ke Dokter Spesialis Kulit (Sp.DVE): Jika flek hitam mulai menunjukkan perubahan warna atau tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter ahli. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru