Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ajaran Komisi II DPRD saat melaksanakan studi komparasi ke Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. (Istimewa)

ajaran Komisi II DPRD saat melaksanakan studi komparasi ke Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. (Istimewa)

1TULAH.COM-Sektor perikanan Kalimantan Tengah (Kalteng) memiliki potensi yang sangat melimpah. Namun, pemanfaatan potensinya dinilai belum optimal karena sebagian besar produk perikanan masih dijual dalam bentuk bahan mentah.

Guna memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, Komisi II DPRD Kalteng secara tegas mendorong percepatan hilirisasi sektor perikanan.

Langkah konkret ini diawali dengan kunjungan kerja dan studi komparasi ke Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Fokus Studi Komparasi: Rantai Distribusi hingga Pemasaran

Kunjungan kerja yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Hj. Siti Nafsiah, menitikberatkan pembahasan pada tiga aspek utama:

  • Pengelolaan rantai distribusi (supply chain) perikanan.

  • Strategi akselerasi hilirisasi produk.

  • Perluasan akses pemasaran hasil laut dan perikanan darat.

Siti Nafsiah menegaskan bahwa pembenahan di sektor hilir menjadi kunci agar hasil tangkapan maupun budidaya masyarakat dapat memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih tinggi.

“Hasil dari kunjungan kerja ini akan menjadi bahan evaluasi dan masukan berharga dalam menyusun arah kebijakan pembangunan sektor ekonomi dan ketahanan pangan di Kalteng,” ujar Siti Nafsiah.

Peluang dan Tantangan Sektor Perikanan Kalteng

Kalimantan Tengah dikenal memiliki keunggulan geografis berupa wilayah pesisir untuk perikanan tangkap serta jaringan sungai besar yang mendukung perikanan budidaya.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Kendati demikian, para pelaku usaha dan nelayan setempat masih dihadapkan pada sejumlah tantangan klasik di lapangan:

  1. Tingginya biaya logistik pengiriman hasil perikanan.

  2. Keterbatasan fasilitas cold chain (rantai dingin).

  3. Akses pasar yang belum optimal bagi pembudidaya dan nelayan lokal.

Oleh sebab itu, pengolahan produk mentah menjadi produk turunan bernilai tambah dianggap sebagai solusi terbaik untuk membuka peluang ke pasar modern hingga pasar ekspor.

Kunci Sukses Hilirisasi: Infrastruktur Rantai Dingin dan Sinergi

Untuk mewujudkan hilirisasi yang efektif, Komisi II DPRD Kalteng menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor serta penyediaan infrastruktur pendukung.

1. Penguatan Infrastruktur Cold Chain

Menjaga kualitas dan kesegaran produk dari sentra produksi hingga tangan konsumen memerlukan ketersediaan fasilitas yang memadai, seperti:

  • Cold storage (gudang beku).

  • Pabrik es di area sentra nelayan.

  • Moda transportasi berpendingin.

Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

2. Digitalisasi Pasar dan Kemitraan

Komisi II juga menyoroti pemanfaatan sistem informasi pemasaran digital serta pembentukan kemitraan strategis antara koperasi nelayan/pembudidaya dengan pelaku industri maupun jaringan ritel skala nasional.

3. Sinergi Regulasi dan Anggaran

Pengembangan hilirisasi tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Diperlukan sinergi yang solid antara regulasi daerah, dukungan anggaran APBD/APBN, serta pendampingan teknis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dampak Positif Hilirisasi bagi Ekonomi Kalteng

Mendorong pengolahan hasil perikanan secara terintegrasi tidak hanya berdampak pada angka statistik daerah, tetapi juga langsung menyasar kehidupan masyarakat bawah.

“Hilirisasi sektor perikanan tidak hanya berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memberikan dampak langsung pada peningkatan taraf hidup nelayan, pembudidaya, dan pengolah hasil perikanan,” tutup Siti Nafsiah. (Ingkit)

Berita Terkait

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara
Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI
Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16
Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island
Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan
Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga
Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas
Tag :

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Pangdam XXII/Tambun Bungai Lantik Dandim 1020/Murung Raya dan Komandan Denzipur 16

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Rebut Pole Position Moto3 Australia 2026 di Phillip Island

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:48 WIB

Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

Senin, 26 Oktober 2026 - 05:30 WIB

Dinilai Lembek ke Nusron Wahid, MAKI Laporkan Pimpinan KPK ke Dewas

Berita Terbaru