Karhutla Kalteng Catat 8.048 Titik Panas, 16.387 Personel Gabungan Dikerahkan

- Jurnalis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel gabungan bersama BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat, dukungan helikopter pemadam, patroli udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca, Sabtu (24/10/26).

Personel gabungan bersama BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat, dukungan helikopter pemadam, patroli udara, dan Operasi Modifikasi Cuaca, Sabtu (24/10/26).

1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah rawan. Upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran tersebut dilaksanakan pada Sabtu (24 Oktober 2026) dengan melibatkan personel lintas instansi serta dukungan armada udara.

Sebanyak 16.387 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla, dengan bantuan sembilan unit helikopter dan tujuh unit pesawat yang digunakan untuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta patroli udara. Personel yang terlibat berasal dari unsur TNI dan Polri, BPBD, Manggala Agni/Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KemenLHK), organisasi perangkat daerah (OPD) tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, Satpol PP, Inspektorat, Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tim pemadam dari pihak swasta dan perusahaan.

Berdasarkan Laporan Harian Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Tengah pada Sabtu (24 Oktober 2026), tercatat sebanyak 8.048 titik panas (hotspot) dan 55 kejadian karhutla harian. Luas lahan yang terbakar dalam kurun waktu 24 jam mencapai 139,81 hektare. Luas penanganan pemadaman yang dilaporkan pada periode tersebut juga tercatat sebesar 139,81 hektare.

Sejumlah kabupaten masih menghadapi ancaman kebakaran yang cukup tinggi. Kabupaten Kapuas tercatat mengalami sejumlah kejadian karhutla dengan ribuan titik panas, disusul Kabupaten Pulang Pisau yang juga mencatat ribuan titik panas. Kabupaten Seruyan turut menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik panas yang signifikan. Sementara itu, secara akumulatif, deteksi titik panas sejak awal tahun telah mencapai ratusan ribu titik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG

Dampak karhutla tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat dan keberlangsungan kegiatan pendidikan. Pada pekan ketiga Oktober, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih berada pada tingkat yang tinggi. Jumlah kasus mingguan mencapai ribuan, sedangkan akumulasi kasus selama periode pelaporan telah mencapai ratusan ribu kasus.

Untuk mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta didik, sebanyak 223 sekolah di tingkat kabupaten dan kota menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Selain itu, pemerintah menyiagakan 253 lokasi rumah oksigen guna membantu memenuhi kebutuhan oksigen bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan penanganan dan mitigasi untuk menekan dampak karhutla, terutama bagi kelompok masyarakat rentan. Langkah tersebut juga diarahkan untuk menjaga agar pelayanan publik dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan.

Dalam menghadapi kekeringan dan ancaman karhutla, sejumlah daerah di Kalimantan Tengah telah menetapkan status kedaruratan sesuai kondisi masing-masing. Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Lamandau menetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, sedangkan Kabupaten Pulang Pisau memberlakukan Status Tanggap Darurat Kekeringan. Pada tingkat provinsi, Kalimantan Tengah menerapkan Status Tanggap Darurat Karhutla untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mobilisasi sumber daya, dan percepatan penanganan di wilayah terdampak.

Baca Juga :  Disdik Kalteng Usulkan Penundaan TKA 2026, Kemendikdasmen Setujui Demi Keselamatan Murid

Berdasarkan analisis meteorologi, indikator Fine Fuel Moisture Code (FFMC) menunjukkan kondisi sangat kering pada sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut membuat vegetasi lebih mudah terbakar sehingga meningkatkan risiko munculnya titik api dan mempercepat penyebaran kebakaran, terutama pada area dengan bahan bakar alami yang telah mengering.

Untuk mempercepat penanganan, operasi karhutla dilaksanakan secara terpadu melalui pemadaman darat, operasi udara, penegakan hukum, dan Operasi Modifikasi Cuaca. Pelaksanaan operasi disesuaikan dengan kondisi lapangan, tingkat kerawanan kebakaran, serta kebutuhan perlindungan masyarakat di wilayah terdampak.

Dukungan udara dilakukan melalui pengerahan helikopter water bombing untuk memadamkan titik kebakaran di wilayah prioritas, termasuk Seruyan Hilir dan Taman Nasional Tanjung Puting. Di sisi lain, Operasi Modifikasi Cuaca terus dilaksanakan menggunakan sejumlah pesawat dengan penyemaian bahan dry ice di wilayah Palangka Raya. Upaya tersebut bertujuan meningkatkan peluang terjadinya hujan sekaligus membantu mengurangi dampak kekeringan dan kabut asap.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar yang melanggar ketentuan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api. Bersama Satgas Gabungan, pemerintah terus memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan seluruh sumber daya untuk menekan penyebaran karhutla, melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas sosial dan ekonomi.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG
Pemprov Kalteng Salurkan 1.500 Paket Bantuan Pangan dan Layanan Kesehatan di Lamandau
Disdik Kalteng Usulkan Penundaan TKA 2026, Kemendikdasmen Setujui Demi Keselamatan Murid
Menkes dan Gubernur Kalteng Tinjau Kesiapan Fasilitas Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan dan Hadapi Karhutla Bersama
Karhutla Kalteng Capai 85 Kejadian, 16.387 Personel Gabungan Disiagakan
Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla
Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Harga Pangan dan Daya Beli Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:56 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1.500 Paket Bantuan Pangan dan Layanan Kesehatan di Lamandau

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Disdik Kalteng Usulkan Penundaan TKA 2026, Kemendikdasmen Setujui Demi Keselamatan Murid

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Karhutla Kalteng Catat 8.048 Titik Panas, 16.387 Personel Gabungan Dikerahkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:30 WIB

Menkes dan Gubernur Kalteng Tinjau Kesiapan Fasilitas Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:22 WIB

Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan dan Hadapi Karhutla Bersama

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Karhutla Kalteng Capai 85 Kejadian, 16.387 Personel Gabungan Disiagakan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Hari Santri 2026, Pemprov Kalteng Perkuat Doa dan Bantuan untuk Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Peresmian Kodim 1020/MRY, Senin (26/10/2026).

Berita

Bupati Heriyus Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi dengan TNI

Senin, 26 Okt 2026 - 15:15 WIB