1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap orang tua calon mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sempat membayar Rp650 juta agar anaknya diterima di Fakultas Kedokteran. Namun, calon mahasiswa tersebut tetap dinyatakan tidak lolos seleksi meski uang telah diserahkan.
Plt. Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menjelaskan, permintaan uang tersebut diduga dilakukan Wakil Rektor III Unsoed Norman Arie Prayoga melalui pihak swasta Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto. Praktik tersebut disebut diketahui Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.
Setelah anak calon mahasiswa dinyatakan tidak lolos, orang tua meminta uang Rp650 juta dikembalikan.
Namun, Dian dan Adhi diduga telah menggunakan uang tersebut untuk kepentingan pribadi sehingga harus mencari dana pengganti.
Keduanya kemudian melaporkan persoalan itu kepada Norman dan meminjam uang dari pihak swasta dengan sepengetahuan Sodiq.
Sebagai imbalannya, pihak tersebut dijanjikan pengerjaan tiga proyek di lingkungan Unsoed, yakni pengadaan kanopi, renovasi kantin, dan pengecatan gedung.
Proyek tersebut kemudian dikerjakan oleh CV milik Mulyono, yang merupakan keponakan Sodiq. Dalam klaster lain, Mulyono juga diduga menerima uang Rp680 juta dari proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri pada 2025 dan 2026.
KPK menyebut Sodiq mengetahui penerimaan uang tersebut dan memberikan arahan kepada Mulyono. Dana yang diterima kemudian diduga digunakan untuk membeli tiga bidang tanah atas nama Mulyono.
Sementara itu, klaster ketiga melibatkan Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto yang diduga menerima Rp1,2 miliar dari pihak pengepul calon mahasiswa baru.
Sodiq kembali disebut mengetahui praktik tersebut dan memberikan akses user id kepada Eko untuk menyetujui calon mahasiswa yang telah menyerahkan uang.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan enam tersangka, yakni Sodiq, Norman, Eko, Dian, Adhi, dan Mulyono.
Keenamnya ditahan di Rutan KPK Cabang Gedung Merah Putih dan dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta ketentuan pidana terkait.
Penulis : Dedy Hermawan

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)






![Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan menindak korporasi yang kedapatan sengaja membakar hutan hingga sebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. [BPMI Sekretariat Presiden]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/periksa-sawit-225x129.jpg)

![Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan dalam rapat koordinasi, Prabowo turut menekankan kengenai penindakan terhadap bentuk pelanggaran dalam karhutla. [BPMI Sekretariat Presiden]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/perusahaan-bakar-225x129.jpg)
![Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan, keadaan serupa juga melanda sejumlah wilayah Papua Tengah. [istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/karhutla-papua-225x129.jpg)





![Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan menindak korporasi yang kedapatan sengaja membakar hutan hingga sebabkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. [BPMI Sekretariat Presiden]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/periksa-sawit-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

