Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putri Juficha, Miss Earth Indonesia (Instagram)

Putri Juficha, Miss Earth Indonesia (Instagram)

1TULAH.COM-Dunia beauty pageant Tanah Air tengah diselimuti duka mendalam. Putri Andriani Juficha, yang dikenal sebagai Runner Up Miss Grand Indonesia 2025 sekaligus Miss Earth Indonesia 2025, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis, 14 Agustus 2026.

Kepergian perempuan yang akrab disapa Pijey ini mengejutkan banyak pihak, mulai dari rekan sesama selebriti, organisasi Miss Grand Indonesia, hingga para pencinta kontes kecantikan (pageant lovers).

Kabar duka ini terasa kian memilukan karena terjadi tepat di hari pertambahan usianya. Lahir di Manado pada 14 Agustus 2000, Putri tutup usia tepat saat merayakan ulang tahunnya yang ke-26.

Momen Terakhir Sebelum Berpulang

Sebelum dikabarkan meninggal dunia, aktivitas terakhir Putri diketahui berkaitan dengan perencanaan desain interior rumah mewah barunya.

Berdasarkan informasi dari pihak kontraktor Kingliving, Putri baru saja menyelesaikan proses serah terima hunian dan sedang intens berkomunikasi membahas pemilihan furnitur hingga ukuran sofa. Pihak kontraktor sempat membagikan tangkapan layar percakapan terakhir, di mana Putri sempat memberi tahu bahwa hari tersebut merupakan hari ulang tahunnya.

Baca Juga :  Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Profil dan Rekam Jejak Prestasi Putri Juficha

Nama Putri Juficha mulai dikenal luas publik setelah sukses menyabet gelar Runner Up Miss Grand Indonesia 2025. Kiprahnya di panggung kecantikan semakin gemilang saat ia dipercaya mengemban amanah sebagai Miss Earth Indonesia 2025.

Pencapaian tersebut membuktikan bahwa sosok asal Manado, Sulawesi Utara ini tidak hanya bermodal paras cantik, tetapi juga memiliki kecerdasan (brain) dan karakter (behavior) yang mumpuni.

Latar Belakang Pendidikan dan Karya Seni

Putri Juficha dikenal sebagai sosok yang sangat mengutamakan pendidikan di tengah kesibukannya di dunia hiburan.

  • Gelar Sarjana Komunikasi: Telah menyelesaikan pendidikan jenjang S1 dan resmi menyandang gelar Bachelor of Communication.

  • Pendidikan Hukum: Tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Hukum untuk memperdalam wawasannya.

Baca Juga :  Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Perpaduan latar belakang ilmu komunikasi dan hukum menjadikannya pribadi yang kritis serta vokal dalam menyuarakan pendapatnya. Tak hanya di atas panggung catwalk, Putri juga merambah dunia tarik suara dengan merilis single perdana berjudul “Mati Saja”.

Berdedikasi Sebagai Aktivis Lingkungan

Sebagai pemegang mahkota Miss Earth Indonesia 2025, Putri memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap isu-isu kelestarian lingkungan. Ia aktif terlibat dalam berbagai aksi nyata dan kampanye edukatif, di antaranya:

  1. Pengurangan Sampah: Mengampanyekan gaya hidup minim sampah plastik.

  2. Pelestarian Sungai: Terlibat langsung dalam aksi pembersihan dan perlindungan ekosistem perairan.

  3. Edukasi Ekologi: Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas mengenai pentingnya menjaga kelestarian bumi.

Kini, seluruh prestasi, dedikasi, dan kebaikan Putri Juficha menjadi kenangan indah yang akan terus dikenang oleh keluarga, sahabat, dan para penggemarnya di seluruh Indonesia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru