Krisis Karhutla Melanda Papua Tengah: 512 Titik Panas Terdeteksi, Bandara Lumpuh hingga RSUD Terancam

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan, keadaan serupa juga melanda sejumlah wilayah Papua Tengah. [istimewa]

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak hanya terjadi di Kalimantan, keadaan serupa juga melanda sejumlah wilayah Papua Tengah. [istimewa]

1TULAH.COM-Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kini tidak hanya melanda wilayah Kalimantan, tetapi juga menerpa sejumlah daerah di Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat sedikitnya 512 titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Papua Tengah, dengan Kabupaten Nabire sebagai kawasan terparah.

Di Kabupaten Nabire saja, tercatat ada 279 titik panas yang terkonsentrasi di berbagai kawasan. Bencana ini memicu timbulnya kabut asap pekat yang mengganggu aktivitas masyarakat hingga melumpuhkan sektor transportasi udara.

Bandara Douw Aturure Lumpuh, Jarak Pandang <70 Meter

Dampak karhutla paling krusial dirasakan pada operasional Bandara Douw Aturure, Nabire. Kabut asap tebal membuat jarak pandang (visibility) merosot drastis hingga di bawah 70 meter. Kondisi ekstrem ini memaksa otoritas penerbangan menunda dan menyesuaikan jadwal penerbangan demi memprioritaskan keselamatan penumpang.

Selain mengganggu aktivitas penerbangan, tim gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI dan Polri terus berjibaku memadamkan kobaran api di Kampung Waroki, Nabire. Cuaca terik dan vegetasi yang mengering membuat material lahan sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.

Baca Juga :  Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Pasien RSUD Ilaga Dievakuasi, Api Nyaris Melahap Fasilitas Kesehatan

Ancaman karhutla juga meluas hingga ke Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Kobaran api dilaporkan nyaris membakar kompleks RSUD Ilaga pada siang hari. Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas medis dan pihak berwenang bergerak cepat mengevakuasi para pasien ke puskesmas terdekat guna menghindari bahaya paparan asap dan kobaran api.

Api berhasil dipadamkan setelah warga setempat bergotong royong bersama aparat keamanan mengisolasi titik api yang mendekati bangunan RSUD. Meski memuncak akibat musim kemarau panjang, terdapat dugaan unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan ini yang kini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.

BMKG Catat Peningkatan Titik Panas, Pemprov Tetapkan Status Darurat

Peningkatan titik panas di Papua Tengah telah melonjak signifikan dalam beberapa pekan terakhir. BMKG Nabire mencatat, pada periode 10–19 Agustus 2026 saja telah ditemukan 246 titik panas, di mana 113 titik berada di Nabire dan 3 di antaranya masuk dalam kategori tingkat kepercayaan tinggi (berisiko tinggi).

Baca Juga :  Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara Tutup Rangkaian HUT ke-81 RI di Monas

Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghentikan segala bentuk aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar. Melalui saluran media sosial resminya, Pemprov Papua Tengah menegaskan status bahaya kebakaran di wilayahnya.

“PAPUA TENGAH LAGI DARURAT. Panas menyengat, kemarau panjang, dan kabut asap akibat kebakaran hutan bukan sekadar cuaca biasa. Kondisi kering dapat meningkatkan risiko kebakaran dan memperburuk kualitas udara,” tulis pernyataan resmi Pemprov Papua Tengah.

Upaya pemadaman darat dan pemantauan titik panas terus dimaksimalkan oleh tim satgas gabungan guna mencegah meluasnya dampak karhutla ke pemukiman warga dan fasilitas publik lainnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki
Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis
Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki
Strategi Prabowo Atasi Karhutla Kalimantan: Kirim KSAD, Wakapolri, hingga Brimob ke Lapangan
Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK
Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:11 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:46 WIB

Tips Menata Dapur Sesuai Feng Shui Agar Rezeki Lancar dan Rumah Tangga Harmonis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:36 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Sanksi Pidana Pembakar Lahan: 4 Korporasi di Kalbar Mulai Diselidiki

Minggu, 23 Agustus 2026 - 05:29 WIB

Krisis Karhutla Melanda Papua Tengah: 512 Titik Panas Terdeteksi, Bandara Lumpuh hingga RSUD Terancam

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Bebas Kerugian Negara dan Raih WTP, BPK Tetap Audit Kinerja Pelayanan Peradilan MK

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Berita Terbaru