Klarifikasi Lengkap Ustaz Khalid Basalamah Terkait Pemeriksaan KPK: Bukan Tersangka, Hanya Saksi!

- Jurnalis

Kamis, 26 Juni 2025 - 06:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ustaz Khalid Basalamah memberi klarifikasi usai diperiksa KPK. (YouTube/Khalid Basalamah Official)

Ustaz Khalid Basalamah memberi klarifikasi usai diperiksa KPK. (YouTube/Khalid Basalamah Official)

1TULAH.COM-Kabar mengenai pemeriksaan Ustaz Khalid Basalamah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menghebohkan publik. Namun, sang ustaz akhirnya memberikan klarifikasi lengkap untuk meluruskan informasi yang simpang siur tersebut.

Melalui siaran langsung di kanal YouTube resminya, Khalid Basalamah Official, beliau menegaskan bahwa statusnya hanyalah sebagai saksi, bukan tersangka.

Kronologi dan Dialog dengan Penyidik KPK

Dalam siaran yang dilakukan dari Masjid Nurul Iman, Blok M Square, pada Rabu (25/6/2025), Ustaz Khalid Basalamah menceritakan kembali dialognya dengan penyidik KPK. Beliau menekankan bahwa kehadirannya di gedung Merah Putih adalah bentuk kerja sama sebagai warga negara yang baik.

“Teman-teman di sana (KPK) membutuhkan informasi itu. Saya waktu diundang saya tanya sama penyidiknya, ‘Saya ini tersangka?'” kata Ustaz Khalid Basalamah, menirukan percakapannya.

Penyidik KPK kemudian menjawab, “‘Bukan Ustaz. Ustaz diundang untuk kita tanya-tanya. Mungkin ada yang butuh disampaikan, kesaksian atau apa yang diketahui tentang masalah haji dan kuota’.”

Ustaz Khalid Basalamah kembali menegaskan dukungannya terhadap KPK dan siap membantu memberikan informasi apa pun yang ia ketahui demi kepentingan negara. “Kami dukung apa pun sifatnya sebagai warga negara yang baik, kita dukung program pemerintah. Apa pun sifatnya, apa yang bisa saya bantu, saya sampaikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Sorotan Media dan Seruan Kedewasaan Berpikir

Ustaz Khalid Basalamah mengungkapkan kekecewaannya karena namanya kerap dieksploitasi untuk menarik perhatian pembaca, bahkan dengan cara yang tidak benar. Beliau menyayangkan adanya pihak yang membuat framing seolah-olah dirinya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Cuma Wallahulam kenapa nama Khalid Basalamah ini luar biasa. Seperti gula dan madu, terjual sekali,” ucap Ustaz Khalid Basalamah. “Ada yang buat karikatur seperti saya sudah diborgol. Ini kebodohan, sebenarnya tidak seperti itu.”

Menyikapi hal ini, Ustaz Khalid Basalamah mengajak semua pihak, terutama masyarakat dan media, untuk lebih dewasa dalam menyikapi sebuah isu. Baginya, persatuan bangsa harus menjadi prioritas utama.

“Terlepas dari seagama, sebangsa aja. Bhineka Tunggal Ika. Apa pun yang positif, kita dukung. Kalau ada yang salah, kita luruskan, kita ingatkan,” tutur Ustaz Khalid Basalamah. “Saya yakin KPK memang dibentuk untuk tujuan yang baik untuk negara kita. Kita berikan dukungan. Kalau ada informasi yang ditanyakan, sampaikan.”

Merasa Tidak Ada yang Perlu Dikhawatirkan

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Ustaz Khalid Basalamah menyatakan dirinya tidak memiliki kekhawatiran apa pun saat menerima undangan dari KPK karena merasa tidak melakukan kesalahan. “Saya waktu diundang tidak menolak. Apa yang musti dikhawatirkan? Tidak ada kesalahan. Saya tidak berbuat apa-apa,” ucapnya dengan santai.

Sebagai pendakwah sekaligus pebisnis, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa selama ini ia merasa berada di jalan yang lurus-lurus saja. “Saya di kantor (punya) sendiri, usaha sendiri. Semua itu bergerak dengan rezeki yang halal, tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.

Momen klarifikasi ini juga digunakannya untuk memberikan kritik keras terhadap praktik jurnalistik yang hanya mengejar klik dan sensasi. Beliau meminta media untuk bekerja lebih profesional dan menyajikan informasi yang edukatif. “Kalau yang provokatif untuk apa? Supaya sesama warga saling menyerang?” tanyanya.

Di sisi lain, Ustaz Khalid Basalamah sebenarnya sudah terbiasa dengan sorotan semacam ini dan memilih untuk tidak menghabiskan waktu merespons setiap isu yang menerpanya.

“Apa yang perlu diklarikasi? Untuk apa ngabis-ngabisin waktu dan umur untuk itu? Kita tidak melanggar, tidak ada sesuatu yang dikhawatirkan,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Berita Terbaru