Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi dampak asap karhutla membuat jarak pandang sangat pendek. (Antara)

Ilustrasi dampak asap karhutla membuat jarak pandang sangat pendek. (Antara)

1TULAH.COM-Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) kian memprihatinkan hingga mengganggu keselamatan penerbangan. Pesawat yang membawa Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni beserta rombongan dilaporkan gagal mendarat di Bandara Supadio, Kabupaten Kubu Raya, akibat buruknya jarak pandang akibat terkepung kabut asap tebal.

Kunjungan kerja yang dijadwalkan pada Kamis (3/9/2026) tersebut terpaksa mengalami penundaan demi keselamatan penerbangan.

Jarak Pandang Hanya 100 Meter

Kondisi cuaca ekstrem akibat asap karhutla membuat jarak pandang di area runway Bandara Supadio merosot tajam dan jauh di bawah standar aman pendaratan pesawat.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, membenarkan batalnya pendaratan rombongan Menteri Kehutanan di Pontianak.

“Di tempat kita ini beliau batal datang karena kabut asap dan jarak pandang hanya bisa 100 meter saja. Sehingga pesawat tidak berani untuk landing,” kata Krisantus Kurniawan di Pontianak, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga :  Perkuat Cadangan Pangan Barsel, Pemkab dan Bulog Buntok Jalin Kerja Sama Strategis

Krisantus menambahkan, apabila kondisi cuaca serta jarak pandang membaik, Menhut Raja Juli Antoni diupayakan tetap melanjutkan agenda di Kalbar pada hari yang sama atau paling lambat dijadwalkan ulang pada hari berikutnya.

Agenda Peninjauan Lapangan dan Bantuan Logistik

Kedatangan Menhut Raja Juli Antoni ke Kalbar sejatinya ditujukan untuk meninjau langsung tiga titik lokasi terdampak karhutla yang cukup parah, yaitu:

  • Kawasan Limbung

  • Area sekitar SMA Negeri 4

  • Kawasan Rasau Jaya

Setelah melakukan peninjauan lapangan, Menhut dijadwalkan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama jajaran Pemprov Kalbar, jajaran Forkopimda, serta instansi terkait.

Selain agenda evaluasi, Kementerian Kehutanan juga telah menyiapkan sejumlah dukungan logistik dan armada sarana-prasarana untuk memperkuat regu pemadam di darat, antara lain:

  • Bantuan pompa air dan peralatan pemadam kebakaran.

  • Pasokan makanan, minuman, dan obat-obatan.

  • Ribuan masker untuk masyarakat terdampak asap.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Ketegasan Hukum Terhadap Perusahaan Penyebab Karhutla

Menanggapi maraknya titik api yang diduga melibatkan korporasi, Wagub Krisantus menegaskan bahwa Pemprov Kalbar tidak ragu mengambil tindakan tegas. Penindakan terhadap perusahaan nakal pemicu karhutla telah memiliki rekam jejak nyata di wilayah tersebut.

“Sudah pernah. Tahun 2019 juga banyak yang sudah kita tindaklanjuti, sampai pencabutan izin,” tegas Krisantus.

Terhalangnya pendaratan pesawat pejabat negara ini menjadi bukti nyata bahwa dampak kabut asap karhutla tidak hanya mengancam kesehatan masyarakat dan melumpuhkan sektor ekonomi lokal, tetapi juga mulai menghambat mobilitas serta agenda strategis pemerintah dalam penanggulangan bencana secara langsung di lapangan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun
Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 17:02 WIB

Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta

Berita Terbaru