Inflasi Kalteng Jadi Perhatian, TPID Diminta Perkuat Stok dan Produksi Pangan Lokal

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 bersama Menteri Dalam Negeri secara virtual dari Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/9/26).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 bersama Menteri Dalam Negeri secara virtual dari Kantor Gubernur Kalteng, Senin (14/9/26).

1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengendalian inflasi daerah dengan menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pangan, serta meningkatkan produksi komoditas lokal. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Yuas Elko usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 bersama Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (14 September 2026).

Dalam rakor tersebut, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pengendalian inflasi ke depan tidak hanya berorientasi pada stabilitas harga, tetapi juga diarahkan untuk mengawal pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten dan kota.

“Pada pagi hari ini kita juga mulai membahas ini, mungkin sebulan sekali, yaitu mengenai pertumbuhan ekonomi. Ini rapat kita mungkin yang pertama spesifik mengenai masalah pertumbuhan ekonomi, dan kita akan betul-betul kawal bersama-sama,” ujar Tito.

Menurut Tito, perluasan fokus tersebut dilakukan karena pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas dan menghindarkan Indonesia dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.

Selain pertumbuhan ekonomi, Mendagri meminta pemerintah kabupaten dan kota segera menindaklanjuti Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai Ruang Bersama Indonesia (RBI) dan memasukkannya dalam program Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Pemerintah daerah juga didorong memperkuat pemberdayaan perempuan melalui program RBI yang dikoordinasikan oleh bupati dan wali kota bersama camat hingga tingkat desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Penguatan Integritas

Yuas Elko menyampaikan, kondisi inflasi Kalimantan Tengah masih perlu mendapat perhatian karena secara tahunan berada pada peringkat ketiga secara nasional. Namun, berdasarkan Indeks Perkembangan Harga (IPH), posisi Kalteng berada di peringkat ke-11 secara nasional dengan angka 0,9 persen.

“Walaupun secara tahunan kita berada di ranking tiga, dari data IPH kita berada di nomor sebelas. Artinya, kabupaten/kota di Kalteng tidak terlalu masuk dalam sorotan kenaikan harga secara ekstrem. Ini yang kita syukuri,” ujar Yuas.

Sejumlah komoditas tetap menjadi perhatian pemerintah, terutama beras premium, ikan, bawang putih, dan minyak goreng yang tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat eceran. Sementara harga daging ayam ras dan telur ayam relatif stabil.

Menghadapi periode Nataru, Yuas meminta TPID memperkuat langkah antisipasi terhadap kebutuhan pangan, khususnya daging ayam ras dan telur ayam. Peningkatan permintaan diperkirakan terjadi, termasuk untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Menjelang Nataru, kebutuhan daging ayam ras dan telur ayam tentu meningkat. Apalagi ada kebutuhan untuk SPPG. Ini perlu kita antisipasi, termasuk bagaimana distribusi dari peternak maupun korporasi peternakan yang ada di Kalteng,” jelasnya.

Selain komoditas peternakan, kenaikan harga ikan juga menjadi perhatian. Yuas menyebut sejumlah ikan lokal, seperti haruan dan tapah, mengalami kenaikan harga. Ia mendorong pengembangan budidaya ikan lokal sebagai salah satu strategi memperkuat kemandirian pangan daerah.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Intensifkan Penanganan Karhutla, 10.700 Personel Dikerahkan

“Untuk ikan lokal seperti haruan dan tapah juga mengalami kenaikan. Mungkin perlu ada program budidaya ikan, karena beberapa jenis ikan lokal sebenarnya bisa dibudidayakan. Ini menjadi PR kita untuk meningkatkan kemandirian pangan di Kalteng,” katanya.

Menurut Yuas, penguatan produksi pangan lokal juga perlu dilakukan pada sektor peternakan ayam. Optimalisasi potensi produksi dalam daerah dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Kalimantan Tengah.

“Apakah kita kurang bisa memberdayakan potensi yang ada? Ini juga menjadi PR kita. Kemandirian pangan harus terus kita upayakan di Kalteng,” tambahnya.

Komoditas beras juga menjadi perhatian karena merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan dalam rakor, stok beras di Kalimantan Tengah tercatat sebanyak 16.004 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Desember 2026.

“Stok kita 16.004 ton dan cukup sampai Desember. Setelah itu kita harapkan ada produksi lagi untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan berikutnya,” ungkap Yuas.

Selain menjaga ketersediaan stok, ia menekankan pentingnya memastikan kelancaran distribusi bahan pangan, terutama menuju wilayah pedalaman yang menghadapi tantangan distribusi akibat kondisi kemarau.

Rakor tersebut turut diikuti perwakilan Forkopimda Kalteng, instansi vertikal, serta perangkat daerah terkait. Yuas berharap hasil rakor segera ditindaklanjuti melalui penguatan koordinasi, pemantauan harga dan stok komoditas, serta peningkatan produksi pangan lokal di Kalimantan Tengah.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Pemprov Kalteng Dukung Penguatan Profesionalisme IPPAT dan Digitalisasi Layanan Pertanahan pada HUT ke-39
Pemprov Kalteng Intensifkan Penanganan Karhutla, 10.700 Personel Dikerahkan
Pemprov Kalteng Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Penguatan Integritas
Disdik Kalteng Perkuat Kompetensi Guru melalui Pelatihan Sains dan Ekosistem Digital
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan KHBS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Katingan
KI Kalteng dan PPID Utama Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Dislutkan
Agustiar Sabran Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS untuk Warga Pahandut Seberang
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS kepada Warga Bukit Tunggal

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Pemprov Kalteng Dukung Penguatan Profesionalisme IPPAT dan Digitalisasi Layanan Pertanahan pada HUT ke-39

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Pemprov Kalteng Intensifkan Penanganan Karhutla, 10.700 Personel Dikerahkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pemprov Kalteng Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Penguatan Integritas

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Disdik Kalteng Perkuat Kompetensi Guru melalui Pelatihan Sains dan Ekosistem Digital

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Pangan dan KHBS bagi Masyarakat Terdampak Karhutla di Katingan

Rabu, 30 September 2026 - 19:27 WIB

KI Kalteng dan PPID Utama Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik di Dislutkan

Selasa, 29 September 2026 - 21:35 WIB

Agustiar Sabran Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS untuk Warga Pahandut Seberang

Selasa, 29 September 2026 - 20:57 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan Pangan dan BLT KHBS kepada Warga Bukit Tunggal

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB