1TULAH.COM-Memasuki hari kelima pada Sabtu (12/9/2026), operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih belum membuahkan hasil.
Meskipun pencarian telah diperluas ke berbagai titik strategis di Perairan Selat Sunda, keberadaan seluruh korban belum juga ditemukan.
Perluasan Area Pencarian hingga 7 Sektor
Penyisiran skala besar terus dilakukan dengan memperluas areal pencarian. Tim gabungan memfokuskan penyisiran mulai dari kawasan Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, hingga mencapai Perairan Pulau Panaitan di area Taman Nasional Ujung Kulon.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa sebanyak 14 unit alat utama (alut) dikerahkan untuk memaksimalkan operasi SAR dengan membagi lokasi penyisiran menjadi 7 sektor wilayah.
“KP Hayabusa melakukan pencarian sekitar 10 jam, menyisir dari Pantai Carita sampai Perairan Pulau Panaitan di Taman Nasional Ujung Kulon dan Tanjung Lesung,” ujar Al Amrad, Sabtu (12/9/2026).
Jarak Pandang Terganggu Kabut Tebal
Upaya pencarian tidak hanya bertumpu pada armada laut. Tim SAR juga menggerakkan alut udara menggunakan helikopter dan drone untuk memantau perairan dari ketinggian. Kendati demikian, pencarian jalur udara menghadapi hambatan cuaca ekstrem.
Al Amrad mengonfirmasi bahwa kabut tebal di sekitar lokasi menjadi tantangan utama yang membatasi jarak pandang (visibility) tim pencari di lapangan.
“Helikopter Rescue 3604 take off dari Carita, melakukan searching udara sekitar 41 menit. Namun karena kondisi cuaca berkabut tebal, sortie kedua tidak dapat dilakukan,” jelasnya.
“Kendala utama di lapangan seluruh tim SAR adalah kabut tebal yang sangat mengganggu jarak pandang,” tambah Al Amrad.
Rencana Operasi Hari Ke-6: Pemantauan Diperluas ke Bengkulu
Memasuki hari keenam pencarian pada Minggu (13/9/2026), Basarnas merencanakan perluasan jangkauan pemantauan berdasarkan pemodelan pergerakan arus dan angin.
Berdasarkan perhitungan SAR MAP, pergerakan material atau objek di laut diperkirakan mengarah ke utara Selat Sunda menuju perairan Sumatra bagian selatan.
“Berdasarkan perhitungan SAR MAP (arah angin dan arus laut), pergerakan material diperkirakan mengarah ke sana (Bengkulu). Kami sudah berkoordinasi dan memapalkan area pemantauan hingga ke wilayah Bengkulu,” pungkas Al Amrad.
Tim SAR gabungan terus bersiaga dan memaksimalkan seluruh sumber daya agar keberadaan kapal Arupadhatu 1 beserta seluruh penumpang dapat segera ditemukan. (Sumber:Suara.com)






![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-225x129.jpg)



![Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari Pulau Sebesi di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Selasa (8/9/2026). Rombongan jurnalis yang hendak meliput Gunung Anak Krakatau hilang kontak di perairan Selat Sunda. [ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/kapal-jurnalis-225x129.jpg)




![Helikopter Basarnas bersiap mendarat saat hari keempat operasi pencarian jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Jumat (11/9/2026). [ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/SAR-Jurnalis-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

