Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Bupati Bartim. Foto : 1tulah.com/zakirin

Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Bupati Bartim. Foto : 1tulah.com/zakirin

1tulah.com, TAMIANG LAYANG-Bupati Barito Timur (Bartim) M. Yamin memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Bupati, Senin (14/9/2026), dengan meminta seluruh unsur meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat respons cepat terhadap potensi karhutla. Upaya tersebut diarahkan melalui pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemetaan titik rawan, hingga penguatan koordinasi lintas sektor agar setiap kejadian dapat segera dikendalikan.

Rakor dihadiri Wakil Bupati Bartim Adi Mula Nakalelu, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, S.I.K., M.H., Dandim 1012 Buntok, Sekretaris Daerah Misnohartaku, Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko, S.T.Han, para kepala perangkat daerah, camat se-Kabupaten Bartim, serta unsur terkait lainnya.

Dalam arahannya, M. Yamin menegaskan penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Menurutnya, langkah mitigasi harus dimulai sejak pencegahan, kesiapsiagaan, hingga deteksi dini.

“Kita harus bekerja dalam satu sistem komando, satu data, dan satu tujuan: mencegah terjadinya karhutla dan memastikan setiap kejadian dapat segera dikendalikan,” tegas M. Yamin.

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Untuk memastikan kesiapan menghadapi kondisi darurat, Bupati meminta seluruh kepala perangkat daerah mengecek kembali kesiapan personel beserta sarana dan prasarana yang dimiliki. Ia menekankan agar kesiapan peralatan tidak menjadi kendala ketika terjadi kebakaran.

Koordinasi di tingkat wilayah juga menjadi perhatian. M. Yamin meminta para camat memperkuat komunikasi dengan kepala desa dan lurah, termasuk melakukan pemetaan terhadap setiap wilayah yang dianggap rawan. Setiap laporan mengenai titik api juga diminta segera diverifikasi agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

“Jangan menunggu api membesar. Jangan menunggu laporan berulang. Dan jangan menunggu viral di media sosial baru kita bergerak,” imbuhnya.

Dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, unsur TNI dan Polri turut memberikan dukungan. Bupati meminta patroli pencegahan serta penegakan hukum terhadap pembakar lahan, baik yang dilakukan dengan sengaja maupun akibat kelalaian, terus diperketat.

Komandan Yonif TP 924/Uria Mapas Letkol Inf Wahyu Hariatmoko turut memaparkan berbagai faktor pemicu serta akar masalah kebakaran di wilayah setempat. Sementara itu, Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji membagikan pengalaman terkait strategi pemadaman karhutla yang pernah dijalankannya di Kabupaten Pulang Pisau sebagai referensi dalam penanganan di Bartim.

Baca Juga :  Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi

Peran dunia usaha juga menjadi bagian dari pembahasan. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Bartim diminta menunjukkan tanggung jawab sosial dengan memastikan wilayah kerja mereka aman, memiliki alat pemadam mandiri, serta siap berkoordinasi dengan pemerintah ketika diperlukan.

M. Yamin menegaskan hasil rakor harus diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan, bukan berhenti sebagai kesepakatan. Pembagian tugas dan mekanisme pelaporan harus jelas, termasuk mengenai siapa yang bertugas, lokasi penanganan, serta kepada pihak mana laporan disampaikan.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah menekankan tiga langkah utama, yakni respons cepat terhadap setiap laporan titik api secara terukur, penguatan peran masyarakat dalam mencegah pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta evaluasi situasi secara berkala dan berjenjang.

“Kita harus hadir sebelum api membesar, bergerak ketika ada tanda-tanda kebakaran, dan memastikan masyarakat terlindungi ketika terjadi keadaan darurat,” pungkas M. Yamin. (zek)

 

Berita Terkait

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun
Harsandi Dukung DSEF 2026 Kembali Digelar, Targetkan Tahun Depan Hadiah Utama Sepeda Motor
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Harsandi Dukung DSEF 2026 Kembali Digelar, Targetkan Tahun Depan Hadiah Utama Sepeda Motor

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB