Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto dari posisinya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Desain Suara.com/AI

Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot Presiden Prabowo Subianto dari posisinya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Desain Suara.com/AI

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026). Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Suahasil Nazara, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, untuk memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Di balik pergantian jabatan yang mendadak ini, berembus kabar mengenai ketegangan dan resistensi internal yang kuat di tubuh Kemenkeu terhadap kebijakan Purbaya.

Mutasi Masif dan Penolakan dari Jajaran Internal

Langkah Purbaya melakukan perombakan serta mutasi besar-besaran terhadap ratusan pejabat Kemenkeu pada Kamis (10/9/2025) dinilai menjadi pemicu utama gejolak internal. Penataan ulang jabatan tersebut berfokus pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Kebijakan ini memicu resistensi dari pimpinan jajaran terkait. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto dan Direktur Jenderal Bea Cukai Djaka Budhi Utama secara terbuka menentang perombakan tersebut. Bimo bahkan sempat meminta para pegawai pajak untuk menyepelekan langkah Purbaya dan tetap bekerja seperti biasa.

Baca Juga :  Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

Resistensi ini meluas ke sejumlah pejabat dan kelompok pegawai Kemenkeu yang sering dirujuk sebagai “Geng SMI” (merujuk pada mantan Menkeu Sri Mulyani Indrawati).

Upaya “Pembersihan” Pejabat Era Sri Mulyani

Sejak dilantik pada 8 September 2025, Purbaya dinilai berupaya menghapus pengaruh era Sri Mulyani di lingkungan Kemenkeu secara masif. Beberapa pejabat kunci yang dikenal dekat dengan Sri Mulyani dicopot dari jabatannya, di antaranya:

  • Febrio Nathan Kacaribu — Dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal.

  • Luky Alfirman — Dicopot dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran.

Suahasil Nazara, yang kala itu masih menjabat sebagai Wamenkeu, dilaporkan sampai harus menyampaikan permohonan maaf secara personal kepada Febrio dan Luky atas tindakan Purbaya. Sumber internal juga mengungkapkan adanya rencana Purbaya untuk mengganti Suahasil, meski rencana tersebut tertahan karena membutuhkan Surat Keputusan Presiden.

Persoalan Restitusi Pajak dan Respon Pasar

Selain gesekan politik internal, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira menilai masalah koordinasi dan kebijakan operasional turut mempercepat kejatuhan Purbaya.

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Salah satu isu krusial adalah kebijakan penahanan restitusi pajak. Kebijakan yang awalnya ditujukan untuk pemeriksaan di sektor sumber daya alam tersebut meluas ke sektor usaha lain, sehingga memicu ketidaknyamanan bagi para pelaku usaha.

“Persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang bermasalah,” ujar Bhima.

Sikap Suahasil Nazara Pascapelantikan

Usai dilantik di Istana Negara pada Senin (14/9/2026), Suahasil Nazara belum memberikan kepastian mengenai pembatalan atau kelanjutan mutasi yang dilakukan oleh Purbaya. Ia menyatakan bahwa pihak manajemen Kemenkeu akan mengevaluasi dasar hukum dan Keputusan Menteri Keuangan terkait pelantikan tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai isu keretakan di tubuh Kemenkeu, Suahasil merespons singkat bahwa kondisi internal saat ini dalam keadaan aman. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB