Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebelum dicopot, Purbaya Yudhi Sadewa sempat membantah Menko Airlangga Hartarto mengenai rekening massal dan merombak ratusan pegawai di Kemenkeu. [Dok Kemenkeu]

Sebelum dicopot, Purbaya Yudhi Sadewa sempat membantah Menko Airlangga Hartarto mengenai rekening massal dan merombak ratusan pegawai di Kemenkeu. [Dok Kemenkeu]

1TULAH.COM-Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan berakhir secara mendadak pada Senin (14/6/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Purbaya saat yang bersangkutan tengah berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Posisi Menkeu selanjutnya dipercayakan kepada Suahasil Nazara.

Pencopotan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Purbaya menjadi sorotan publik akibat rentetan polemik, mulai dari silang pendapat anggaran pembukaan rekening massal Rp11 triliun hingga perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Silang Pendapat Anggaran Rp11 Triliun Pembukaan Rekening Massal

Puncak perhatian publik terhadap Purbaya bermula pada Kamis (10/9/2026). Saat itu, Purbaya secara terbuka membantah pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengenai estimasi anggaran pembukaan rekening massal di Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Sebelumnya, Airlangga mengumumkan bahwa pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp11 triliun untuk membuka sekitar 200 juta rekening secara serempak. Program tersebut dilaksanakan atas instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa angka tersebut belum pasti dan masih dalam tahap perhitungan oleh Kemenkeu.

“Belum Rp11 triliun. Masih dihitung,” tegas Purbaya kepada awak media.

Purbaya menjelaskan bahwa Kemenkeu memang memiliki dana cadangan yang bisa dialokasikan untuk program tersebut, tetapi ia meyakini total kebutuhan dana tidak akan menyentuh angka Rp11 triliun.

Baca Juga :  Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

“Ada dana cadangan kita yang bisa dipakai. Tapi saya yakin enggak akan sampai 11 triliun. Enggak sampai 200 jutaan kali. Memang usia di atas 17 tahun segitu? Nanti kita lihat deh. Itu memang belum clear angkanya berapa,” pukasnya.

Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu dalam Satu Hari

Tidak hanya bersilang pendapat soal anggaran, pada hari yang sama (Kamis, 10/9/2026), Purbaya juga mendadak merombak ratusan pegawai dan pejabat Kemenkeu. Mutasi besar-besaran ini mencakup posisi strategis di jajaran Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Dalam acara pelantikan di Gedung Kemenkeu, Purbaya menyampaikan bahwa langkah reposisi ini dilakukan demi penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi.

“Ini bukan sekadar pergantian posisi atau perubahan tempat bekerja, tetapi merupakan bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kementerian Keuangan terus bergerak, beradaptasi, dan bekerja semakin baik,” ungkapnya.

Menepis Rumor Jual Beli Jabatan senilai Rp100 Miliar

Keputusan perombakan massal dalam waktu singkat tersebut memicu berbagai isu liar di media sosial, termasuk rumor mengenai jual beli jabatan. Purbaya memanfaatkan momen pelantikan untuk secara tegas membantah tuduhan tersebut.

Baca Juga :  Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

“Di TikTok, katanya Pak Purbaya ngumpulin uang Rp 100 miliar ke posisi-posisi tertentu. Saya bingung dari mana isu itu keluar,” kata Purbaya membantah narasi yang beredar.

Purbaya mengklaim bahwa proses perombakan telah melibatkan jajaran pimpinan tinggi, mulai dari Sekretaris Jenderal Kemenkeu hingga para pejabat Eselon I. Kendati demikian, ia mengakui adanya pendekatan pribadi (personal touch) dalam proses penilaian.

“Jadi semuanya terlibat walaupun saya panggil sendiri-sendiri. Enggak ada yang tahu tuh saya panggil satu-satu untuk menilai seperti apa orangnya di masing-masing tempat,” ia menambahkan.

Pengantian Kilat di Tengah Agenda Parlemen

Rentetan peristiwa panas di pekan sebelumnya berakhir pada keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto pada Senin siang. Purbaya dikabarkan menerima warta pergantian posisi tersebut saat tengah menjalankan agenda kerja di Kompleks Parlemen Senayan.

Kini, tongkat estafet kepemimpinan Kementerian Keuangan resmi beralih ke tangan Suahasil Nazara yang diharapkan dapat mengembalikan stabilitas internal Kemenkeu serta meluruskan koordinasi kebijakan fiskal pemerintah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB