DPRD Kalteng Desak Pemetaan Ulang Hutan dan Tambak Rakyat Katingan Kuala Demi Kepastian Hukum

- Jurnalis

Kamis, 25 September 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Agie. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Provinsi Kalteng, Agie. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Legislator DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, Agie, menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak dari masyarakat Desa Kampung Keramat, Kecamatan Katingan Kuala. Aspirasi ini mencakup dua sektor vital: perekonomian lokal dan masalah Sumber Daya Alam (SDA), yang sangat mempengaruhi mata pencaharian utama warga.

Tuntutan Penguatan Ekonomi Nelayan dan Petani

Agie, yang mewakili Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, dan Gunung Mas, menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Desa Kampung Keramat bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Oleh karena itu, bantuan sarana produksi menjadi kebutuhan yang paling mendesak.

“Masyarakat kami banyak yang bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, jadi mereka sangat membutuhkan alat tangkap ikan, mesin perontok padi, serta pupuk bersubsidi,” ucapnya saat menjadi juru bicara Dapil I, Rabu (24/9/2025).

Penguatan Kelembagaan dan Stabilitas Harga

Selain alat produksi, masyarakat juga meminta penguatan kelembagaan ekonomi desa, khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). BUMDes yang kuat diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

“Dengan adanya BUMDes yang kuat, potensi lokal seperti hasil perikanan, kelapa, dan sawit rakyat dapat dikelola dengan lebih baik,” jelas Agie.

Salah satu keluhan utama yang menghambat kesejahteraan adalah sulitnya pemasaran hasil panen atau hasil tangkap, serta harga jual yang tidak stabil. Masyarakat berharap ada solusi konkret untuk masalah ini, seperti pembangunan infrastruktur pemasaran atau menjalin kerjasama strategis dengan pihak swasta.

Masalah Krusial Status Kawasan Hutan dan Tambak Rakyat

Di samping isu ekonomi, masyarakat Kampung Keramat juga menyoroti masalah terkait SDA dan status lahan yang belum jelas. Isu ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan kesulitan akses.

“Banyak masyarakat kesulitan mengakses lahan karena status kawasan yang belum jelas. Kami memohon agar ada pemetaan ulang kawasan hutan dan tambak rakyat,” ungkap Agie.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Kejelasan status lahan sangat penting untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya alam mereka secara berkelanjutan.

Perlindungan Lingkungan dari Aktivitas Ilegal

Terakhir, masyarakat meminta pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas merugikan seperti tambang ilegal atau penebangan liar. Aktivitas terlarang ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga secara langsung berdampak negatif terhadap mata pencaharian nelayan dan petani setempat.

“Pengawasan terhadap aktivitas ilegal ini harus ditingkatkan untuk melindungi lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam kita,” tandas Agie.

DPRD Kalteng kini dituntut untuk menindaklanjuti aspirasi-aspirasi ini dengan mengupayakan koordinasi lintas sektoral, demi meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat di Desa Kampung Keramat. (Ingkit)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru