Mapolda Metro Jaya Mencekam! 50 Pria Berambut Cepat Gedor Ditreskrimsus, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.

Sebanyak 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.

1TULAH.COM-Suasana di Markas Polda Metro Jaya mendadak tegang pada Kamis (9/7/2026) pagi. Sebanyak 50 orang pria berpenampilan rambut cepak dan berbaju loreng mendatangi area Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus). Kehadiran rombongan besar ini memicu spekulasi panas di tengah pengusutan kasus korupsi kakap yang sedang ditangani kepolisian.

Kedatangan rombongan ini terjadi hanya berselang beberapa jam setelah tim gabungan Polri melakukan penggeledahan intensif di kediaman Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Kronologi Ketegangan Dini Hari di Depan Gedung Krimsus

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, puluhan pria tersebut tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 03.40 WIB dini hari menggunakan delapan unit mobil pribadi. Mereka langsung merangsek masuk dan memarkirkan kendaraan tepat di depan gedung Ditreskrimsus.

Situasi sempat menegang ketika rombongan tersebut mencoba masuk ke area sterilisasi penyidikan. Fokus utama kedatangan mereka diduga kuat adalah untuk mengamankan seseorang yang tengah diperiksa secara intensif oleh penyidik terkait megakorupsi yang sedang berjalan.

“Ada 50 orang pakai 8 mobil, datang sekitar jam empat kurang. Katanya mau mengambil saksi yang lagi diperiksa terkait kasus Jampidus Febrie Adriansyah,” ujar seorang sumber internal di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Peringatan Keras Polda Metro Jaya: Jangan Halangi Penyidikan!

Eskalasi di Mapolda ini terjadi berbarengan dengan peringatan keras mengenai obstruction of justice atau perintangan penyidikan. Penegak hukum menegaskan bahwa siapa pun yang mencoba mengintervensi atau menghalangi proses ini dapat dijerat hukum secara pidana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan komitmen institusinya dalam menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu.

“Siapa saja yang menghalangi penyelidikan, akan diproses sesuai Pasal 21 UU Tipikor,” tegas Kombes Budi Hermanto.

Pihak kepolisian mengingatkan bahwa penyidikan kasus korupsi PT PLN, PT Asabri, dan PT CBS merupakan mandat hukum yang harus dihormati oleh semua instansi tanpa terkecuali.

Rentetan Kasus: Penggeledahan Sentul dan Brankas Rahasia Cipete

Sebelum ketegangan di Mapolda mencuat, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya telah bergerak melakukan operasi penggeledahan besar-besaran.

1. Rumah Mewah di Sentul City

Polisi menyisir sebuah rumah mewah di Perumahan Golf Hijau, Sentul City, Bogor, yang diduga milik Jampidsus Febrie Adriansyah. Operasi ini berlangsung dramatis dengan penjagaan ketat personel Brimob bersenjata laras panjang.

Baca Juga :  Dikritik "Cari Aman", Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Langkah ini dilakukan untuk membongkar tiga skandal korupsi besar yang saling berkelindan:

  • PT PLN (Persero): Dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu krisis listrik.

  • PT Asabri: Penyimpangan dana periode 2020–2025.

  • PT CBS: Dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam skema utang kepada PT KNI.

2. Penemuan Brankas di Cafe de’CLAN Cipete

Salah satu bukti paling mencolok ditemukan di Cafe de’CLAN Signature, Jakarta Selatan. Penyidik membongkar sebuah brankas rahasia yang disembunyikan secara rapi di balik lemari untuk mengelabui petugas.

“Ada di balik lemari brankasnya,” ungkap Kombes Budi Hermanto.

Dari dalam brankas tersebut, penyidik mengamankan dokumen transaksi keuangan penting serta tumpukan mata uang asing berupa Dolar Singapura (SGD) dan Dolar Amerika (USD) dalam jumlah fantastis. Selain kafe, polisi juga menyisir gerai money changer yang diduga menjadi instrumen pencucian uang.

Hingga saat ini, situasi di Mapolda Metro Jaya masih terus dipantau secara ketat sementara penyidik terus mendalami keterkaitan sejumlah pihak dalam pusaran kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Isu Prajurit Serbu Polda Metro Jaya Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah
Bocor! Kejagung Terbitkan Surat Rahasia R-696: Perintahkan Seluruh Jaksa Waspada dan Larang Komentari Perkara
Makna Spiritual Kunjungan PM Narendra Modi ke Candi Prambanan Bersama Prabowo
Sinode Umum XXV GKE Jadi Momentum Perkuat Iman dan Kemajuan Masyarakat
PT IMK Edukasi Warga Olung Hanangan Kelola Sampah Berbasis Masyarakat
Modus Antar Pulang, Pria di Barito Timur Tega Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Sepi
Dukung Pembangunan Daerah, KNPI Bartim Tekankan Sinergi Antarorganisasi Pemuda
Mental Juara! Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Mesir 3-2
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:13 WIB

Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Isu Prajurit Serbu Polda Metro Jaya Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:03 WIB

Mapolda Metro Jaya Mencekam! 50 Pria Berambut Cepat Gedor Ditreskrimsus, Diduga Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:43 WIB

Bocor! Kejagung Terbitkan Surat Rahasia R-696: Perintahkan Seluruh Jaksa Waspada dan Larang Komentari Perkara

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:54 WIB

Makna Spiritual Kunjungan PM Narendra Modi ke Candi Prambanan Bersama Prabowo

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:36 WIB

Sinode Umum XXV GKE Jadi Momentum Perkuat Iman dan Kemajuan Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:53 WIB

PT IMK Edukasi Warga Olung Hanangan Kelola Sampah Berbasis Masyarakat

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Modus Antar Pulang, Pria di Barito Timur Tega Cabuli Anak di Bawah Umur di Pondok Sepi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:38 WIB

Dukung Pembangunan Daerah, KNPI Bartim Tekankan Sinergi Antarorganisasi Pemuda

Berita Terbaru