Klarifikasi Kapuspen TNI Soal Isu Prajurit Serbu Polda Metro Jaya Terkait Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.

Sebanyak 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng mendatangi markas Polda Metro Jaya, Kamis (9/7/2026) pagi.

1TULAH.COM-Mabes TNI angkat bicara mengenai isu miring yang menyebut adanya pergerakan prajurit TNI hingga anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Isu panas ini merebak sejak Rabu (8/7/2026) malam, di tengah bergulirnya pengusutan kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, menegaskan bahwa kabar yang beredar di masyarakat tersebut sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Terlalu hiperbola, waspada provokator yang memanfaatkan momen ini,” ujar Brigjen Muhammad Nas kepada media, Kamis (9/7/2026).

TNI Bantah Kirim Personel untuk Menjemput Saksi Kunci

Sebelumnya, sempat beredar spekulasi di kalangan publik bahwa kedatangan puluhan pria berambut cepak ke Mapolda Metro Jaya bertujuan untuk mengintervensi hukum. Rombongan tersebut dirumorkan hendak menjemput paksa sejumlah saksi kunci yang sedang diperiksa oleh penyidik kepolisian.

Baca Juga :  Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Namun, Brigjen Muhammad Nas secara tegas menepis klaim adanya keterlibatan prajurit aktif TNI dalam pusaran konflik penegakan hukum tersebut.

“Berita itu tidak benar, tidak ada prajurit TNI yang ke Polda terkait masalah ini,” tegas Nas.

Ia juga menambahkan bahwa institusi TNI berkomitmen penuh untuk menjaga netralitas dan mendukung supremasi hukum di Indonesia. “Kalau ada kasus, pasti TNI sangat menghargai proses,” tuturnya.

Ragukan Keaslian Oknum yang Mengaku Anggota BAIS TNI

Eskalasi isu ini sempat memuncak menyusul laporan adanya sekitar 50 orang berambut cepak dan berbaju loreng yang mendatangi markas Polda Metro Jaya pada Kamis (9/7/2026) pagi. Beberapa di antaranya bahkan diduga mengklaim diri sebagai bagian dari intelijen militer.

Menanggapi hal tersebut, Kapuspen TNI meminta publik tidak langsung percaya pada klaim sepihak dari oknum-oknum di lapangan.\

Baca Juga :  Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

“Kalau ada yang mengaku sebagai personel BAIS, sangat diragukan kebenarannya,” sebut Nas secara lugas.

Konteks Perkara: Pusaran Megakorupsi Batu Bara PT PLN

Isu pergeseran pasukan ini menjadi sensitif karena bergulir bersamaan dengan operasi senyap yang dipimpin oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Pihak kepolisian saat ini diketahui tengah gencar melakukan rangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan korupsi skala besar dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Salah satu klaster utama yang sedang dibidik adalah penyimpangan dalam pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero).

Meskipun dinamika di lapangan sempat viral dan memicu kekhawatiran akan adanya tindakan perintangan penyidikan (obstruction of justice), klarifikasi resmi dari Mabes TNI ini diharapkan mampu meredam spekulasi liar dan mengembalikan fokus publik pada inti penuntasan kasus korupsi itu sendiri. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan
Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru
Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron
Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026
Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia
Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS
Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:16 WIB

KPK Jerat Kepala BPK Jateng dan Bupati Klaten dalam Skandal Pengondisian Laporan Keuangan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Mengapa Langit Palangka Raya Berubah Kuning Kecokelatan? Ini Bahaya Asap Karhutla & Dampaknya bagi Paru-Paru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:59 WIB

Polisi Tangkap Tersangka Begal Ojol di Tanjung Priok, Satu Pelaku Masih Buron

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Dua Emiten Haji Isam Jaminkan Saham Rp73 T ke Bank Mandiri, Ini Penjelasan Manajemen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:28 WIB

2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kemerdekaan Pers dan Kriminalisasi Jurnalis Jadi Sorotan Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Tingkatkan Ketepatan Data, Kemendagri Evaluasi Layanan Pengusulan Satyalancana Karya Satya PNS

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:05 WIB

Kabut Asap Karhutla Capai Timor Leste, ASEAN Didesak Gelar Rapat Darurat

Berita Terbaru