1TULAH.COM-Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kalimantan Tengah bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) resmi menyepakati Rancangan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Laporan hasil pembahasan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-8 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Jumat (21/8/2026).
Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Kalteng, Yetro Midel Yoseph, menjelaskan bahwa penyesuaian anggaran ini dilakukan untuk merespons dinamika kondisi ekonomi daerah serta menjaga arah kebijakan fiskal agar tetap realistis, efektif, dan berimbang hingga akhir tahun.
“Perubahan dilakukan untuk menyesuaikan asumsi murni dengan perkembangan kondisi aktual, sehingga kebijakan fiskal daerah tetap realistis, efektif, dan berimbang,” ujar Yetro Midel Yoseph.
Optimalisasi Pajak Daerah Dongkrak Pendapatan
Proyeksi Pendapatan Daerah Kalteng dalam Perubahan APBD 2026 mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp197,661 miliar dari APBD murni. Peningkatan pendapatan ini didorong oleh optimalisasi penerimaan sektor pajak daerah, terutama Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan Pajak Alat Berat.
-
Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB): Ditetapkan mencapai Rp1,596 triliun (naik Rp181,925 miliar dibanding target APBD murni).
-
Pajak Alat Berat: Meningkat menjadi Rp11,194 miliar (naik Rp5,455 miliar dibanding target APBD murni).
Struktur Postur Perubahan APBD Kalteng TA 2026
Hasil finalisasi pembahasan antara Banggar DPRD Kalteng dan TAPD menghasilkan rekomposisi serta rasionalisasi pada postur pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah.
| Komponen Anggaran | APBD Murni 2026 | Perubahan APBD 2026 | Selisih / Kenaikan |
| Pendapatan Daerah | Rp5,118 Triliun | Rp5,316 Triliun | + Rp197,661 Miliar |
| Belanja Daerah | Rp5,452 Triliun | Rp5,541 Triliun | + Rp89,000 Miliar |
| Defisit Anggaran | — | Rp225,239 Miliar | Ditutup Pembiayaan Neto |
Alokasi Belanja Prioritas dan Penutupan Defisit
Seluruh ruang fiskal dari hasil rasionalisasi belanja serta tambahan penerimaan pendapatan daerah dialokasikan kembali untuk mendukung program-program strategis daerah. Alokasi ini difokuskan pada pemenuhan mandatory spending, peningkatan pelayanan dasar, serta pencapaian program prioritas pembangunan yang terukur bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Untuk menutup defisit anggaran sebesar Rp225,239 miliar, pemerintah daerah mengandalkan pembiayaan neto dengan rincian:
-
Penerimaan Pembiayaan: Rp226,073 miliar (bersumber dari SiLPA tahun sebelumnya sebesar Rp216,073 miliar dan penerimaan pembiayaan utang daerah Rp10 miliar).
-
Pengeluaran Pembiayaan: Rp833,333 juta (untuk pembayaran pembiayaan utang daerah).
Dengan skema penutupan tersebut, sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tahun berkenaan tercatat pada posisi nihil. (Ingkit)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)





![Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/perda-bakar-225x129.jpg)








![Presiden Prabowo Subianto mengunjungi salah satu lokasi terdampak kebakaran di Desa Limbung, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/perda-bakar-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

