IPH Kalteng Terkendali, Pemprov Waspadai Dampak Kemarau terhadap Distribusi Pangan

- Jurnalis

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (24/8/26).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Senin (24/8/26).

1TULAH.COM, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memantau perkembangan inflasi dan ketersediaan bahan pangan di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah secara daring dari Ruang Rapat Bajakah, Lantai II Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (24 Agustus 2026).

Rakor tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir dengan agenda membahas perkembangan inflasi dan Indeks Perkembangan Harga (IPH), sekaligus mengevaluasi langkah pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

Yuas Elko menyampaikan bahwa kondisi IPH Kalimantan Tengah masih terkendali. Kondisi tersebut didukung oleh ketersediaan sejumlah bahan pangan pokok yang masih mencukupi, termasuk beras.

“IPH Kalteng menurun sehingga kondisi inflasi masih terkendali. Stok kebutuhan pokok, termasuk beras, masih mencukupi. Namun, kemarau menjadi tantangan dalam distribusi barang ke sejumlah daerah, terutama wilayah pedalaman,” jelas Yuas.

Menurutnya, penurunan debit sungai akibat musim kemarau mulai berdampak terhadap transportasi dan aktivitas penyeberangan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut memengaruhi kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat, terutama daerah yang akses transportasinya masih bergantung pada jalur sungai.

Baca Juga :  Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemprov Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat

Yuas mengatakan kondisi tersebut terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Katingan. Penurunan debit sungai menyebabkan sebagian layanan penyeberangan mengalami gangguan sehingga mobilitas masyarakat dan distribusi barang ikut terdampak.

“Penurunan debit sungai akibat kemarau menyebabkan aktivitas penyeberangan di Kabupaten Katingan terganggu. Masyarakat yang bergantung pada jasa penyeberangan mengalami kesulitan beraktivitas karena sebagian layanan tidak dapat beroperasi,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, gangguan transportasi sungai perlu menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang ke sejumlah wilayah.

Selain berdampak terhadap distribusi, kondisi kemarau juga berpotensi meningkatkan berbagai risiko lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan.

Yuas berharap kemarau tidak berlangsung berkepanjangan dan curah hujan segera meningkat secara merata di wilayah Kalimantan Tengah.

“Semoga kemarau tidak berlangsung berkepanjangan. Hingga saat ini, curah hujan masih rendah dan belum merata di seluruh wilayah. Kondisi ini perlu menjadi perhatian agar tidak berdampak lebih luas terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Transformasi Pendidikan Kalteng di Era Digital: Dari Kelas Konvensional Menuju Ekosistem Pembelajaran Modern

Lebih lanjut, Yuas menyampaikan bahwa modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan untuk membantu mengurangi dampak kemarau sekaligus mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla.

“Modifikasi cuaca perlu dipertimbangkan untuk membantu mengatasi dampak kemarau. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah juga perlu segera ditangani agar tidak meluas,” pungkas Yuas.

Ia menambahkan, kondisi asap akibat karhutla juga perlu mendapat perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan keselamatan pengguna jalan. Oleh sebab itu, koordinasi lintas sektor dan langkah penanganan secara cepat diperlukan untuk mengantisipasi dampak kemarau dan karhutla terhadap masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok sekaligus memperkuat langkah antisipasi terhadap berbagai dampak musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan agar kondisi inflasi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah yang menghadapi kendala distribusi, tetap dapat terpenuhi.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemprov Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat
Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Gelar Salat Istisqo di Palangka Raya
Prabowo Pimpin Rakor Karhutla di Kalimantan Tengah , Pemerintah Perkuat Operasi dan Pencegahan Kebakaran
Gubernur Agustiar Sabran Sambut Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Pantau Penanganan Karhutla
Perang Melawan Narkoba, Pemprov Kalteng dan BNN Deklarasikan Komitmen Berantas Narkotika
Gubernur Kalteng dan BNN Perkuat Sinergi P4GN, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika
Pemprov Kalteng Ikuti Entry Meeting Pengawasan Kemendagri, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan
Pemprov Kalteng Perkuat Pengelolaan Sumber Daya Air Hadapi Perubahan Iklim

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Karhutla Kalteng Masih Terkendali, Pemprov Perkuat Sinergi TNI-Polri dan Masyarakat

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:31 WIB

IPH Kalteng Terkendali, Pemprov Waspadai Dampak Kemarau terhadap Distribusi Pangan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:01 WIB

Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla, Gubernur Agustiar Sabran Gelar Salat Istisqo di Palangka Raya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:51 WIB

Prabowo Pimpin Rakor Karhutla di Kalimantan Tengah , Pemerintah Perkuat Operasi dan Pencegahan Kebakaran

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:39 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Sambut Presiden Prabowo Subianto di Palangka Raya, Pantau Penanganan Karhutla

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Perang Melawan Narkoba, Pemprov Kalteng dan BNN Deklarasikan Komitmen Berantas Narkotika

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:37 WIB

Gubernur Kalteng dan BNN Perkuat Sinergi P4GN, Lindungi Generasi Muda dari Ancaman Narkotika

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:11 WIB

Pemprov Kalteng Ikuti Entry Meeting Pengawasan Kemendagri, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terbaru

iludtrasi

Opini

Lonceng Kematian Profesionalisme ASN

Senin, 24 Agu 2026 - 14:28 WIB