Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei [Dubes Iran untuk Indonesia]

Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei [Dubes Iran untuk Indonesia]

1TULAH.COM-Pemerintah Indonesia memastikan kehadirannya dalam upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Melalui utusan diplomatiknya, Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, hadir langsung memberikan penghormatan terakhir pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat.

Namun, keputusan Jakarta untuk hanya mengutus seorang duta besar—tanpa mengirimkan pejabat tinggi negara maupun utusan khusus—memantik polemik tajam di dalam negeri. Langkah minimalis ini dinilai sangat kontras dengan respons negara-negara sahabat dan memicu kritik keras terkait taji politik luar negeri (polugri) Indonesia yang berasaskan “bebas aktif”.

Kontras dengan Negara Sahabat, Diplomasi RI Dinilai Anomali

Keputusan Indonesia untuk membatasi level delegasinya dinilai sebagai sebuah anomali besar, terutama bagi negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Sebagai perbandingan, sejumlah kekuatan regional tetap mengirimkan delegasi resmi di tingkat tinggi ke Teheran, antara lain:

  • Tingkat Kepala Negara: Pakistan mengutus presidennya langsung.

  • Tingkat Menteri: Arab Saudi, Turki, Qatar, Malaysia, hingga Bangladesh.

Sikap pasif Jakarta inilah yang memicu kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal.

Menurut Dino, keengganan mengirim pejabat setingkat menteri ke pemakaman pemimpin negara yang tewas akibat serangan militer ilegal berpotensi mencederai hubungan bilateral yang selama ini berjalan harmonis.

Baca Juga :  Sisi Gelap Piala Dunia 2026: Mesin Uang FIFA dan Pemicu Ledakan Judi Online

“Yang saya dengar, berbagai upaya gigih Iran untuk mengundang Pemerintah Indonesia tidak mendapat tanggapan. Akhirnya, yang hadir hanya Dubes RI di Teheran—yang dianggap oleh Teheran sebagai sikap menyepelekan undangan ini,” tulis Dino melalui akun media sosialnya, Minggu (5/7/2026).

Sentilan Dino Patti Djalal: Jangan Sampai Jadi #DiplomasiSungkan

Lebih jauh, absennya perwakilan tinggi pemerintah memicu kecurigaan bahwa arah diplomasi Indonesia kini mulai didikte oleh rasa sungkan atau ketakutan terhadap posisi geopolitik Amerika Serikat. Dino mempertanyakan apakah independensi politik bebas aktif Indonesia telah luntur ketika dihadapkan pada situasi global yang sensitif.

“Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dalam situasi yang sensitif, kita bersembunyi. Please remember: bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan,” tegas Dino.

Selain faktor eksternal, Dino mensinyalir adanya masalah akut dalam tata kelola birokrasi pengambilan keputusan di internal pemerintah. Kegagalan merespons undangan penting ini diduga akibat mandeknya komunikasi administratif di meja birokrat yang tidak berani mengambil sikap cepat.

Baca Juga :  Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026

Ia menilai, pemerintah setidaknya bisa mengutus Wakil Menteri Luar Negeri urusan Dunia Islam, Anis Matta. Namun sayang, momen krusial untuk menegaskan posisi hukum internasional Indonesia ini terlewat karena sang Wamenlu justru tengah melakukan rangkaian kunjungan rutin ke Asia Tengah.

Pembelaan Kementerian Luar Negeri RI

Menanggapi arus kritik yang deras, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa penunjukan Duta Besar sebagai perwakilan resmi sudah sesuai dengan koridor kehormatan diplomatik.

Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Dubes Rolliansyah Soemirat telah hadir di Grand Mosalla Teheran untuk memberikan penghormatan serta doa bersama bagi mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Yvonne juga menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas undangan yang disampaikan oleh pihak Iran.

Menakar Wajah Politik Bebas Aktif Indonesia

Kendati Kemlu telah memberikan penjelasan resmi, di mata para pengamat, langkah defensif ini tetap memperlihatkan wajah diplomasi Indonesia yang cenderung mencari aman.

Di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas, publik kini menanti apakah Indonesia mampu mengembalikan marwah politik luar negeri yang berani, berprinsip, dan benar-benar bebas aktif tanpa bayang-bayang tekanan kekuatan global lainnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?
Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z
Polri Terima Penghargaan dari Kemenhaj atas Kontribusi dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026
Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni
Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026
Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan
Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Tag :

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 14:29 WIB

Mengapa Pendapatan Driver Ojol Stagnan Padahal Potongan Aplikasi Sudah Turun Jadi 8 Persen?

Senin, 6 Juli 2026 - 13:00 WIB

Dikritik “Cari Aman”, Indonesia Hanya Utus Dubes ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran

Senin, 6 Juli 2026 - 10:12 WIB

Lebih dari Sekadar Tren: Mengapa Work-Life Balance Jadi Kebutuhan Mutlak bagi Gen Z

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:36 WIB

Polda Lampung Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu dan Ekstasi di Bakauheni

Minggu, 5 Juli 2026 - 17:47 WIB

Sengit! Kylian Mbappe Samai Rekor Lionel Messi di Puncak Top Skor Piala Dunia 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Berita Terbaru