Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

- Jurnalis

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng membuat 1 Polisi tewas dan 2 hilang. [Polres Katngan]

Penggerebekan bandar narkoba di Katingan, Kalteng membuat 1 Polisi tewas dan 2 hilang. [Polres Katngan]

1TULAH.COM-Kabar duka kembali menyelimuti institusi Kepolisian Republik Indonesia. Korban gugur dari anggota Polri dalam operasi penindakan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kini bertambah menjadi tiga orang.

Aiptu Sumaryanto, personel yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah insiden penyerangan, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Desa Rantau Asem pada Minggu (5/7/2026).

Kronologi Penemuan Jasad Aiptu Sumaryanto

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengonfirmasi bahwa jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan sekitar empat kilometer dari lokasi awal operasi penindakan. Penemuan ini merupakan hasil dari penyisiran intensif yang dilakukan oleh tim gabungan sejak pagi hari.

Proses penemuan berawal dari laporan warga setempat yang kemudian diteruskan oleh pihak TNI di lapangan.

“Sekitar pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem. Kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim langsung menuju ke lokasi,” ungkap Brigjen Eko Hadi Santoso kepada wartawan, Minggu (5/7/2026).

Baca Juga :  Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta dibantu masyarakat setempat langsung bergerak melakukan evakuasi. Setelah memastikan identitasnya sebagai Aiptu Sumaryanto, jenazah korban segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut.

Berawal dari Penggerebekan di Desa Tumbang Kalemei

Tragedi berdarah ini bermula ketika aparat kepolisian menggelar operasi penindakan terhadap seorang gembong narkoba berinisial BIO di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan.

Namun, sesaat setelah target operasi berhasil diamankan, situasi di lapangan mendadak berubah mencekam. Petugas di lapangan mendapat perlawanan sengit dari massa yang diduga merupakan kelompok pelindung bandar tersebut. Massa menyerang petugas secara brutal menggunakan:

  • Senjata tajam (sajam)

  • Senjata api (senpi) rakitan

Akibat serangan mendadak dan masif tersebut, situasi menjadi tidak terkendali hingga menyebabkan beberapa personel kepolisian terdesak dan hilang di sekitar area aliran sungai.

Baca Juga :  Gresini Racing Rombak Skuad, Joan Mir dan Dani Holgado Jadi Andalan Baru untuk MotoGP 2027

Tiga Anggota Terbaik Polri Gugur Dalam Tugas

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, maka total ada tiga anggota Polri yang dinyatakan gugur demi memberantas peredaran gelap narkoba dalam operasi di Katingan ini.

Adapun daftar tiga personel Polri yang gugur dalam tugas tersebut adalah:

  1. Aipda Yudhie Perdana Putra (Ditemukan sebelumnya)

  2. Bripda Nopandri Ramadhana (Ditemukan sebelumnya)

  3. Aiptu Sumaryanto (Ditemukan Minggu, 5 Juli 2026)

Aparat Buru Massa Penyerang

Institusi Polri menegaskan tidak akan tinggal diam atas tindakan anarkis yang menewaskan para personelnya. Hingga saat ini, operasi pengejaran skala besar terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan dan pengeroyokan petugas masih terus dilakukan secara masif di wilayah hukum Kalimantan Tengah.

Aparat mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan para pelaku atau menyembunyikan buron terkait kasus ini untuk segera melapor ke pos polisi terdekat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers
Internet Menolak Lupa: Mengapa Jejak Digital Bisa Menentukan Masa Depan Anda?
Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT
Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan
KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat
Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG
Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:17 WIB

Sempat Hilang Beberapa Hari, Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur di Sungai Rantau Asem Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:34 WIB

Mengupas Mitos MSG: Benarkah Penyedap Rasa Ini Berbahaya bagi Kesehatan?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 19:26 WIB

Pimpin IWO Bartim Lagi, Boy TM Targetkan Peningkatan Kompetensi SDM Pers

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:26 WIB

Dibidik KPK Terkait Kasus OTT Bupati Kuansing, Menhut Raja Juli Antoni Buka Suara Soal Aliran Dana HPT

Sabtu, 4 Juli 2026 - 07:18 WIB

Tragedi Tumbang Kalemei: Satu Polisi Gugur, Dua Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:13 WIB

KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dalam Kasus OTT Bupati Langkat

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:12 WIB

Mabes Polri Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:52 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat GERMAS, ASN Diajak Terapkan Pola Hidup Sehat untuk Wujudkan SDM Unggul

Berita Terbaru

Opini

Kerugian Masyarakat dan Kompensasi Atas Pemadaman Listrik

Minggu, 5 Jul 2026 - 08:11 WIB