Mengapa Dunia Semakin Berani Mendukung Palestina? Kisah Anggota Parlemen Belanda yang Viral

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota parlemen Belanda Esther Ouwehand diusir dari rapat karena gunakan baju bendera Palestina (Instagram/estherouwehandpvdd)

Anggota parlemen Belanda Esther Ouwehand diusir dari rapat karena gunakan baju bendera Palestina (Instagram/estherouwehandpvdd)

1TULAH.COM-Dukungan terhadap Palestina terus menguat di seluruh dunia. Aksi-aksi solidaritas semakin masif dan berani, bahkan di negara-negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu Israel. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran opini publik dan tekanan global yang membuat para pemimpin dan pemangku jabatan tidak lagi ragu untuk mengambil sikap tegas.

Aksi Berani Esther Ouwehand: Simbol Solidaritas yang Menggemparkan Parlemen Belanda

Pada Kamis, 20 September 2025, dunia dikejutkan oleh aksi berani seorang anggota parlemen Belanda, Esther Ouwehand. Momen tersebut terjadi saat Parlemen Belanda mengadakan debat anggaran. Esther Ouwehand tampil mencolok dengan pakaian berwarna bendera Palestina—merah, hitam, hijau, dan putih—sebagai bentuk dukungannya yang kuat terhadap rakyat Palestina.

Aksi simbolisme politik yang tegas ini memicu kontroversi. Ketua Parlemen, Martin Bosma dari partai PVV sayap kanan, bersikeras bahwa anggota parlemen harus berpakaian netral. Alhasil, Esther Ouwehand diusir dan diperintahkan untuk meninggalkan ruangan. Aturan tidak tertulis ini diberlakukan menyusul keberatan dari para pemimpin partai lain.

Namun, pengusiran tidak menghentikan tekad Esther. Ia kembali ke ruangan parlemen dengan memakai blus bermotif semangka, simbol lain dari solidaritas Palestina. Motif semangka dipilih karena memiliki warna yang sama dengan bendera Palestina, menjadikannya lambang perlawanan yang populer.

Baca Juga :  Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Aksi berani Esther Ouwehand seketika viral di media sosial. Ia menjelaskan bahwa pakaiannya bertujuan untuk menunjukkan solidaritas dan mengecam penolakan pemerintah Belanda untuk mengakui agresi Israel terhadap Gaza sebagai genosida.

“Ketika kabinet menolak untuk mengakui genosida dan menolak untuk mengambil tindakan, itu adalah tugas kita untuk terus menunjukkan solidaritas dengan Palestina. Merdeka Palestina!” tulis Esther melalui akunnya @estherouwehandpvdd pada 20 September 2025.

Selain Esther, pemimpin partai Denk, Stefan van Baarle, juga terlihat mengenakan pin bendera Palestina sebagai bentuk dukungan dalam kesempatan yang sama. Hal ini semakin memperkuat pandangan bahwa semakin banyak individu, termasuk tokoh-tokoh politik, yang berani bersuara untuk Palestina.

Pergeseran Opini Global dan Dampaknya pada Hubungan Internasional

Aksi-aksi seperti yang dilakukan Esther Ouwehand merupakan cerminan dari meningkatnya tekanan global terhadap Israel. Sejak bentrokan besar yang dimulai pada Oktober 2023, Israel terus melancarkan serangan terhadap Palestina. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban yang tragis, lebih dari 65.000 kematian dan 165.000 cedera, yang memicu kemarahan dan protes di seluruh dunia.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Dampak dari agresi ini telah memengaruhi kebijakan luar negeri banyak negara. Terbaru, empat negara Barat—yang secara historis merupakan sekutu dekat Israel—telah mengambil langkah signifikan dengan mengakui negara Palestina secara resmi. Keempat negara tersebut adalah:

  1. Inggris
  2. Kanada
  3. Australia
  4. Portugal

Keputusan ini menjadi titik balik penting dalam diplomasi internasional. Pengakuan dari negara-negara yang merupakan sekutu Israel menunjukkan bahwa ada pergeseran serius dalam cara dunia memandang konflik ini. Aksi genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina telah memicu respons yang tidak bisa lagi diabaikan, memaksa banyak negara untuk meninjau kembali hubungan dan kebijakan mereka.

Secara keseluruhan, gelombang dukungan ini memperlihatkan bahwa suara-suara pro-Palestina tidak lagi berada di pinggir. Mereka kini berada di garis depan, memengaruhi kebijakan pemerintah dan membentuk opini publik. Aksi berani seperti yang dilakukan Esther Ouwehand adalah bukti nyata dari kekuatan solidaritas yang mampu mengguncang panggung politik dunia. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 14:44 WIB

Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 13:04 WIB

Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Selasa, 3 November 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

Berita Terbaru