Status Siaga Darurat, Barito Utara Hadapi 182 Kejadian Karhutla hingga Agustus

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Barito Utara, Shalahuddin, memaparkan bahwa hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 182 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 124,19 hektare atau ha ditangani di daerah ini.(Foto : Dok Dinas Kominfosandi Barito Utara)

Bupati Barito Utara, Shalahuddin, memaparkan bahwa hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 182 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar mencapai 124,19 hektare atau ha ditangani di daerah ini.(Foto : Dok Dinas Kominfosandi Barito Utara)

1TULAH.COM, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayahnya terus dilakukan. Hingga 31 Agustus 2026, tercatat sebanyak 182 kejadian karhutla dengan luas area yang terbakar mencapai 124,19 hektare.

Data tersebut disampaikan Bupati Shalahuddin dalam Rapat Evaluasi Pencegahan dan Penanganan Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Palangkaraya, Kamis (3/9/2026). Dalam forum tersebut, kondisi karhutla di Barito Utara menjadi bagian dari evaluasi upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah.

Menurut dia, berdasarkan pemantauan titik panas (hotspot), terdeteksi sebanyak 405 titik di wilayah Barito Utara.
“Barito Utara saat ini berada dalam status Siaga Darurat Bencana Karhutla,” ucap dia.

Status Siaga Darurat Karhutla tersebut telah ditetapkan selama 60 hari, terhitung mulai 1 Agustus hingga 29 September 2026.

Sebagai langkah nyata pengendalian, Pemkab Barito Utara juga telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 100.3.4/1144/BPBD/VIII/2026 tentang Instruksi Larangan Pembakaran Hutan dan Lahan di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara.

Baca Juga :  Barito Utara Berduka, Ribuan Warga Antarkan H. Nadalsyah ke Peristirahatan Terakhir di Islamic Center

Ia menjelaskan, tekanan karhutla di Barito Utara mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada bulan Agustus 2026.

Pada bulan tersebut, tercatat 192 hotspot, 102 kejadian Karhutla, serta luasan lahan terbakar mencapai 50,16 hektare, yang menjadikannya periode dengan intensitas Karhutla tertinggi sepanjang tahun 2026.

Menyikapi kondisi ini, Pemkab Barito Utara memfokuskan operasi penanganan pada sejumlah wilayah berisiko tinggi, yakni Kecamatan Teweh Selatan, Teweh Baru, dan Teweh Tengah.

Adapun Kecamatan Montallat ditetapkan sebagai prioritas utama untuk kegiatan pencegahan dan deteksi dini karena mencatatkan jumlah hotspot tertinggi.

“Kita terus memperbarui penentuan wilayah prioritas berdasarkan perkembangan kejadian Karhutla, hotspot, luasan terbakar, kondisi cuaca, dan kondisi riil di lapangan,” tambah dia.

Dalam mendukung efektivitas penanganan, BPBD Kabupaten Barito Utara mengerahkan kekuatan penuh yang terdiri dari 150 personel (80 personel Pusdalops dan TRC, serta 70 personel cadangan), 45 regu Masyarakat Peduli Api (MPA), 3 unit Desa Tangguh Bencana (Destana), Dukungan lintas sektor dari unsur TNI/Polri, Manggala Agni, Pemadam Kebakaran, KPHP, hingga dunia usaha.

Baca Juga :  Bupati Shalahuddin dan Wabup Tinjau Langsung Pengerjaan Rehabilitasi Tiara Batara

Selain sumber daya manusia, kesiapan operasional juga ditunjang oleh 23 unit mobil tangki air, 7 unit mobil rescue double cabin, 1 unit mobil pick-up, kendaraan roda dua jenis trail, serta berbagai peralatan pemadaman pendukung lainnya.

Berbagai langkah responsif terus berjalan, mulai dari sosialisasi dan imbauan, pemadaman dini, patroli rutin, operasi TRC, siaga Pusdalops 24 jam selama 7 hari, hingga koordinasi lintas sektoral yang intensif.

Di akhir pemaparan, Barito Utara -1 menegaskan, penguatan pos lapangan dan sarana prasarana di wilayah prioritas menjadi kunci penting untuk mempercepat waktu tanggap (response time), memperkuat deteksi dini, mempercepat mobilisasi, serta memperluas jangkauan penanganan selama masa Siaga Darurat ini.

“Daerah pada prinsipnya siap melakukan penanganan Karhutla. Namun, penguatan pos lapangan dan koordinasi lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan kecepatan, jangkauan, serta efektivitas respons di lapangan,” pungkas dia.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Dadang Hardiwan

Berita Terkait

Bupati Shalahuddin dan Wabup Tinjau Langsung Pengerjaan Rehabilitasi Tiara Batara
Barito Utara Berduka, Ribuan Warga Antarkan H. Nadalsyah ke Peristirahatan Terakhir di Islamic Center
Bupati Barito Utara Shalahuddin Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya H. Nadalsyah
Polres Barito Utara Berikan Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Makin Erat
Anggota PWI Barito Utara Jalin Silaturahmi dengan Bupati H. Shalahuddin
Tes Urine Mendadak Digelar, Polres Barito Utara Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba
PT NPR Dorong Penyelesaian Tali Asih Lahan dengan Pendekatan Kearifan Lokal
Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Bupati Shalahuddin dan Wabup Tinjau Langsung Pengerjaan Rehabilitasi Tiara Batara

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Barito Utara Berduka, Ribuan Warga Antarkan H. Nadalsyah ke Peristirahatan Terakhir di Islamic Center

Senin, 5 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Bupati Barito Utara Shalahuddin Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya H. Nadalsyah

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Polres Barito Utara Berikan Kejutan HUT TNI ke-81, Sinergitas TNI-Polri Makin Erat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Anggota PWI Barito Utara Jalin Silaturahmi dengan Bupati H. Shalahuddin

Rabu, 30 September 2026 - 14:07 WIB

Tes Urine Mendadak Digelar, Polres Barito Utara Tegaskan Komitmen Bersih dari Narkoba

Kamis, 24 September 2026 - 13:29 WIB

PT NPR Dorong Penyelesaian Tali Asih Lahan dengan Pendekatan Kearifan Lokal

Senin, 21 September 2026 - 12:15 WIB

Pemerintah Didorong Hadir Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB