Jokowi Buka Suara soal Isu Ijazah Palsu di Reuni UGM: “Ini Politik, Bukan Urusan Asli atau Tidak Asli!”

- Jurnalis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat reuni bersama di Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/7/2025).[Suara.com/Hiskia]

Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat reuni bersama di Fakultas Kehutanan UGM, Sabtu (26/7/2025).[Suara.com/Hiskia]

1TULAH.COM-Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara dengan lebih leluasa mengenai rentetan isu miring yang menyerang latar belakang pendidikannya. Momen ini terjadi bukan di forum resmi kenegaraan, melainkan di hadapan kawan-kawan seperjuangannya saat reuni Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (26/7/2025).

Dengan nada santai dan sesekali terkekeh, Jokowi memetakan bagaimana serangan terhadapnya terus berevolusi, mulai dari keaslian ijazah hingga kini merembet ke karya ilmiah dan program pengabdian masyarakatnya. Beliau menggambarkan bagaimana para penyerangnya seolah tak pernah kehabisan akal untuk mencari celah.

Evolusi Serangan: Dari Ijazah hingga KKN

“Begitu ijazahnya sulit dicari-cari salahnya, belok ke skripsi. Skripsinya juga [dituduh] palsu, waduh,” kata Jokowi sambil terkekeh, disambut tawa riuh para alumni yang hadir di acara tersebut.

Untuk membantah tudingan skripsi palsu, Jokowi tak segan membeberkan detail proses akademiknya. Ia menyebut dengan jelas nama dosen pembimbing dan para pengujinya, sebuah fakta yang menurutnya sangat mudah untuk diverifikasi kebenarannya oleh pihak universitas. Jokowi menjelaskan secara rinci bahwa skripsinya dibimbing oleh Ahmad Sumitro dan diuji oleh beberapa dosen lain, yakni Profesor Burhanuddin dan Insinyur Sofyan Warsito.

Baca Juga :  Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Namun, ia menyayangkan bukti-bukti konkret itu seakan tak ada artinya. “Diuji ada pengujinya, diragukan lagi,” keluhnya, dengan ekspresi antara geli dan heran.

Serangan pun terus bergeser. “Skripsi diragukan, ganti lagi ke KKN. Ini dari ijazah lari ke skripsi, lari ke KKN,” ungkapnya, memaparkan alur serangan yang terus bergerak mencari target baru.

Bahkan, Jokowi masih sangat ingat detail lokasi KKN yang pernah dijalaninya puluhan tahun silam, sebuah kenangan yang kini justru dipersoalkan. “Saya ingat KKN-nya di Desa Ketoyan, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah,” ucapnya. “Tapi itu dikatakan KKN-nya aktif. Nah ini kok bisa semua palsu-palsu semua,” imbuh Jokowi dengan nada heran yang disambut tawa hadirin.

Penegasan Jokowi: “Ini Politik”

Jokowi pun menegaskan bahwa pihak kampus, dari Rektor hingga Dekan, sudah berkali-kali memberikan pernyataan resmi dan mengonfirmasi keaslian seluruh riwayat pendidikannya. Namun, bagi Jokowi, serangan ini memang tidak pernah bertujuan mencari kebenaran faktual.

“Tapi ya itulah. Sekali lagi ini politik, bukan urusan asli dan tidak asli. Sudah tahu semuanya itu asli tapi untuk kepentingan politik jadi terjadi hal seperti itu,” tandasnya.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Merasa curhatnya sudah cukup panjang, Jokowi berkelakar kepada teman-temannya. “Saya rasa itu saja yang ingin saya sampaikan. Saya nanti kayak curhat gitu. Tapi memang curhat ke teman-temannya boleh kan?” tanya Jokowi. Sontak para rekan seangkatannya menyahut dengan kompak, “Boleh!”

Menutup sesinya, Jokowi bernostalgia tentang masa-masa perjuangan saat kuliah. Ia mengenang berbagai lokasi praktik lapangan yang menjadi saksi bisu kebersamaan mereka. “Ke Kerinci bareng, ke Wanagama bareng, ke Pangandaran, Ujung Kulon, Cilacap, Baturaden, bareng-bareng terus gitu,” kenangnya.

Di tengah nostalgia itu, seorang rekannya berteriak mengingatkan sebuah prestasi kecil Jokowi di masa muda. Menanggapi itu, Jokowi pun membalasnya dengan candaan. “Waktu ke Kerinci itu yang sampai ke atas pertama kali, Jokowi. Tapi nggak sombong,” ucapnya sambil kembali terkekeh.

Bagaimana pendapat Anda tentang isu-isu yang terus-menerus menyerang latar belakang pendidikan tokoh publik seperti Jokowi? Apakah Anda setuju bahwa ini lebih kepada motif politik daripada pencarian kebenaran? (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Rabu, 9 September 2026 - 18:36 WIB

TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 16:02 WIB

DPRD dan Pemprov Kalteng Mulai Bahas Nota Keuangan Perubahan APBD 2026

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Selasa, 8 September 2026 - 22:22 WIB

KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

Berita Terbaru