Tinggalkan Saweran TikTok, Pinkan Mambo Fokus Bangun Kerajaan Donatnya

- Jurnalis

Jumat, 18 Juli 2025 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pinkan Mambo di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023). [Suara.com/Tiara Rosana]

Pinkan Mambo di kawasan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023). [Suara.com/Tiara Rosana]

1TULAH.COM-Di tengah puncak popularitasnya di TikTok dengan penghasilan fantastis dari “saweran” live, penyanyi Pinkan Mambo membuat keputusan mengejutkan. Ia memilih untuk mundur perlahan dari panggung digital demi fokus membangun bisnis donatnya yang dirintis dari nol.

Penyanyi berusia 44 tahun itu tanpa ragu membeberkan perbandingan penghasilannya. Menurutnya, pendapatan dari siaran langsung di TikTok jauh melampaui omzet penjualan donatnya saat ini.

“Jauh lebih besar saweran,” tegas Pinkan Mambo saat diwawancarai di Tendean, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Perbandingan Penghasilan: Donat vs. TikTok

Pinkan mengaku, dari hasil jualan donat, omzetnya masih berada di angka ratusan ribu hingga jutaan Rupiah per hari. “Sehari dibanding TikTok, udah capek goreng donat, ya paling Rp400 ribu sehari. Kalau lagi banyak, Rp2 juta bisa,” ujar Pinkan.

Meskipun pendapatan dari TikTok jauh lebih besar dan instan, Pinkan melihat bisnis donat sebagai investasi jangka panjang. Ia bermimpi bisnis ini bisa menjadi mesin uang yang bekerja untuknya, sehingga tak perlu lagi terus-menerus bekerja keras secara fisik.

Baca Juga :  Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

“Aku mau ninggalin TikTok pelan-pelan, maksudnya ninggalin sejenak bikin donat. Donat ini aku mau jadikan uang aku yang bekerja. Jadi aku tidur, bangun, udah ada uang untuk biaya susu anak gitu,” cetusnya.

Visi Jangka Panjang Pinkan Mambo

Pinkan memiliki ambisi besar untuk mengembangkan bisnis donatnya. Ia ingin mendaftarkan bisnisnya di aplikasi ojek online dan menyewa ruko di kawasan strategis seperti BSD Gading Serpong.

“Insya Allah, aku kalau punya uang Rp5 juta, aku bisa sewa ruko bulanan. Ya kalau ada yang mau kerja sama juga boleh,” katanya.

“Nah, itu aku mau taruh pegawai dua sama kompor dua, jadi donatnya di seluruh APK bisa order. Nah di situ aku afirmasi lagi, aku tidur, dia udah menghasilkan,” tambah pelantun ‘Kekasih yang Tak Dianggap’ itu.

Baca Juga :  KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Saat ini, seluruh proses produksi donat masih ia kerjakan seorang diri. Hal ini membuatnya kewalahan menghadapi antrean pesanan yang sudah penuh hingga seminggu ke depan. “Di depan aku ada 40 lusin yang belum dikerjakan. Jadi antre sampai Selasa udah full,” pungkasnya.

Awal Mula Bisnis Donat Pinkan

Ide berjualan donat Pinkan Mambo bermula dari keisengan saat live TikTok, yang ternyata sukses mendatangkan banyak penonton. Pinkan semakin serius berdagang setelah mengaku mendapat orderan donat Rp10 juta dari seseorang yang ia labeli ‘Sultan’.

Keputusan Pinkan Mambo untuk beralih dari popularitas instan di TikTok menuju membangun bisnis donat menunjukkan visi seorang pebisnis yang ingin menciptakan passive income. Langkah ini patut diapresiasi sebagai upaya untuk membangun kemandirian finansial yang berkelanjutan. Akankah bisnis donat Pinkan Mambo sukses besar dan menjadi inspirasi bagi banyak orang? Waktu yang akan menjawab. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru