Usai Hadiri KTT G-7, Presiden Jokowi Bawa Pesan Perdamaian untuk Rusia dan Ukraina

- Jurnalis

Senin, 27 Juni 2022 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo (Instagram/@jokowi)

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Widodo (Instagram/@jokowi)

1TULAH.COM-Terhitung sejak tanggal 26-28 Juni 2022, Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan menghadiri KTT G7 di Jerman. Lawatan Jokowi ke Benua Eropha ini tidak semata menghadiri pertemuan KTT G7, agenda yang tak kalah strategis adalah membawa pesan perdaimaian untuk Rusia dan Ukraina yang hingga saat ini masih terlibat konflik bersenjata.

Presiden Jokowi berniat membangun dialog menghentikan perang. Hal ini demi menjalin misi perdamaian saat menemui pemimpin dari kedua negara yang berkonflik tersebut.

Presiden Jokowi dijadwalkan menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Kiev Ukraina, dan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow Rusia, setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada tanggal 26-28 Juni 2022.

Presiden Jokowi menyampaikan pertemuan dengan Presiden Zelensky juga dilakukan guna mendorong terbangunnya perdamaian antara Ukraina dan Rusia, karena perang harus segera dihentikan agar rantai pasok pangan bisa diaktifkan kembali.

Jika berjalan lancar, maka Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Kiev dan Moskow sejak konflik kedua negara tersebut terjadi.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) beserta Ibu Negara dan rombongan terbatas melakukan perjalanan ke beberapa negara Eropa dan Timur Tengah pada hari Minggu, (26/6/2022).

Negara yang pertama kali dikunjungi oleh Jokowi adalah Munich, Jerman untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Dalam akun resmi Instagram resminya, Presiden Jokowi membagikan aktivitasnya tersebut.

Jokowi menyebut bahwa dari Jerman, dirinya mulai melakukan misi perdamaian ke Ukraina dan juga Rusia.  Ia berniat menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara langsung.

Baca Juga :  Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

“Saya akan mengunjungi Ukraina bertemu dengan Presiden Zelensky, lalu ke Rusia menemui Presiden Vladimir Putin,” tulis Presiden Jokowi dalam akun Instagramnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi juga menjelaskan bahwa dirinya akan mengusung misi yang sama di dua negara tersebut, yaitu mengajak kedua pimpinan untuk membuka ruang dialog dan menghentikan perang.

Berikut ‘bekal’ Presiden Jokowi hentikan perang antara Rusia dan Ukraina dengan menemui Putin dan juga Zelensky.

  1. Meminta Doa Kepada Masyarakat Indonesia

Dalam unggahan di akun Instagram resminya, Presiden Jokowi meminta doa kepada masyarakat Indonesia sebelum melakukan perjalanan tersebut. Ia mengunggah sebuah sebuah foto dirinya dengan ibu negara, Iriana Widodo.

Dalam postingan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan agenda-agendanya dalam melakukan perjalanan kali ini. Di ujung keterangan postingan tersebut, Presiden Jokowi meminta doa dari masyarakat Tanah Air agar perjalanannya dilancarkan.

“Mohon doa dari rakyat di seluruh Tanah Air untuk lancarnya perjalanan ini,” tulis Jokowi dalam unggahan tersebut.

  1. Membuka Dialog Menghentikan Perang

Presiden Jokowi berniat membangun dialog menghentikan perang. Hal ini demi menjalin misi perdamaian saat menemui pemimpin dari kedua negara yang berkonflik tersebut.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi dijadwalkan menemui Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Kiev Ukraina, dan menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow Rusia, setelah menghadiri KTT G7 di Jerman pada tanggal 26-28 Juni 2022.

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Presiden Jokowi menyampaikan pertemuan dengan Presiden Zelensky juga dilakukan guna mendorong terbangunnya perdamaian antara Ukraina dan Rusia, karena perang harus segera dihentikan agar rantai pasok pangan bisa diaktifkan kembali.

Jika berjalan lancar, maka Presiden Jokowi akan menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi Kiev dan Moskow sejak konflik kedua negara tersebut terjadi.

  1. Gunakan Helm Pelindung dan Rompi Antipeluru

Diketahui, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) siap mengamankan kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia.

Guna menjaga keamanan Presiden Republik Indonesia tersebut, selama melakukan perjalanan Paspampres menyiapkan pelindung kepala atau helm, dan rompi antipeluru.

Pelindung kepala dan rompi antipeluru tersebut akan digunakan Presiden Jokowi dan delegasi selama berada di Kiev, Ukraina.

  1. Dikawal Puluhan Paspampres Bersenjata Laras Panjang

Tidak hanya menggunakan helm pelindung dan rompi antipeluru, Presiden Jokowi juga dilindungi Paspampres bersenjata laras panjang.

Personel Paspampres yang ikut ke lokasi terdiri dari 10 personel tim penyelamatan, 19 personel grup utama, serta 10 personel tim pendahulu yang direncanakan berangkat ke Kiev lebih dulu pada hari Kamis (23/6/2022).

Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres), Mayjen TNI, Tri Budi Utomo akan memastikan keamanan Presiden RI Joko Widodo saat berkunjung ke negara yang saat ini terlibat perang, yaitu Ukraina dan Moskow di Rusia. (Dikutip dari suara.com)

 

Berita Terkait

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB