Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)

Suwarno, warga Kampung Jogoyudan, Yogyakarta, hidup sebatang kara yang tercatat desil 10 (Suara.com/Hiskia)

1TULAH.COM-Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maman Imanul Haq, mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) untuk segera membenahi ketidaksesuaian data desil penerima bantuan sosial.

Maman memperingatkan bahwa anomali dan kesalahan klasifikasi status ekonomi ini berpotensi besar merampas hak-hak masyarakat miskin dalam mengakses program perlindungan sosial dari pemerintah.

Keluhan Lapangan: Ekonomi Sulit, Status Desil Justru Melonjak

Berdasarkan aspirasi yang diterima dari masyarakat, Maman menuturkan banyaknya keluhan warga yang secara administratif dikategorikan mampu, padahal kondisi perekonomian nyata mereka di lapangan sangat memprihatinkan.

“Banyak masyarakat yang mempersoalkan penerapan desil karena ditemukan ketidaksesuaian antara data administratif dengan kondisi nyata di lapangan,” ujar Maman kepada wartawan, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga :  Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Politikus dari Dapil Jawa Barat IX ini menambahkan bahwa lonjakan status desil secara tiba-tiba kerap tidak masuk akal.

“Ada warga yang secara ekonomi masih kekurangan, bahkan penghasilannya pas-pasan, tetapi tiba-tiba statusnya melonjak ke desil tinggi dan dianggap mampu,” tegasnya.

Dampak Sistematis: Risiko Kehilangan Bansos hingga Subsidi Energi

Maman menegaskan bahwa indikator desil merupakan instrumen vital yang menjadi rujukan berbagai program intervensi pemerintah. Jika terjadi kekeliruan penetapan kelompok kesejahteraan, dampaknya akan beruntun dan merugikan keluarga penerima manfaat.

Dampak Kesalahan Data Desil:

  • Hilangnya akses terhadap bantuan sosial (bansos) reguler.

  • Pencabutan hak atas subsidi energi (seperti listrik dan LPG).

  • Terhentinya akses bantuan pendidikan bagi anak-anak keluarga rentan.

“Kalau status desil naik tetapi kondisi ekonomi keluarga sebenarnya masih sulit, tentu masyarakat akan sangat dirugikan. Padahal secara nyata kehidupan mereka tidak mengalami peningkatan,” kata Maman.

Baca Juga :  Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun "Singa Podium" Meninggal Dunia

DPR Minta Verifikasi Faktual, Bukan Sekadar Kerja di Belakang Meja

Guna mengatasi permasalahan ini, Komisi VIII DPR RI meminta Kemensos dan BPS tidak hanya mengandalkan pembaruan sistem secara digital atau administratif di balik meja. Pemerintah dituntut turun langsung melakukan verifikasi dan validasi faktual di lapangan.

“Data harus mencerminkan kenyataan. Jangan sampai masyarakat yang masih miskin atau rentan justru kehilangan haknya hanya karena terjadi anomali dalam sistem pendataan,” pungkasnya.

Ia meminta pemerintah memastikan seluruh perubahan indikator kesejahteraan warga didasarkan pada kondisi objektif yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. (Sumber:Saura.com)

Berita Terkait

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun
Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Mengurai Jalinan Bisnis Jhonlin Group dan Bank Mandiri di Balik Mega Akses Saham BYAN Rp26 Triliun

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Berita Terbaru