Bandara Kuala Pembuang Diusulkan Masuk PSN, Alternatif Penerbangan Saat Kabut Asap

- Jurnalis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesawat berada di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, berharap bandara tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat dan diusulkan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) agar infrastrukturnya ditingkatkan serta dapat menjadi alternatif penerbangan di Kalimantan Tengah saat kabut asap mengganggu operasional bandara lain.

Pesawat berada di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Ketua DPRD Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, berharap bandara tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat dan diusulkan masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) agar infrastrukturnya ditingkatkan serta dapat menjadi alternatif penerbangan di Kalimantan Tengah saat kabut asap mengganggu operasional bandara lain.

1TULAH.COM, SERUYAN – Ketua DPRD Kabupaten Seruyan, Zuli Eko Prasetyo, berharap Bandara Kuala Pembuang mendapat perhatian pemerintah pusat dan dipertimbangkan untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Usulan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan infrastruktur bandara agar mampu menjadi alternatif penerbangan di Kalimantan Tengah, terutama saat terjadi bencana kabut asap.

Eko mengatakan, sejumlah bandara di Kalimantan Tengah, seperti Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, dan Bandara H. Asan di Sampit, terkadang mengalami gangguan operasional akibat kabut asap.

“Kondisi tersebut dapat menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan (delay) hingga pembatalan (cancel). Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh penumpang, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pemerintahan, sosial, hingga perekonomian,” ujar Eko, dikutip dari video vlog yang dirilis belum lama ini.

Baca Juga :  Kabar Baik! Korban Kebakaran di Seruyan Disiapkan Bantuan Rp50 Juta

Menurutnya, keberadaan bandara alternatif yang dapat mendukung konektivitas udara ketika sejumlah bandara lain terdampak kabut asap menjadi hal penting untuk dipertimbangkan.

Ia menilai Bandara Kuala Pembuang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu alternatif tersebut. Letaknya di kawasan pesisir yang relatif dekat dengan laut dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu dikaji lebih lanjut, terutama terkait kemungkinan dampak kabut asap terhadap aktivitas penerbangan.

“Atas dasar itu, saya berharap kepada Bapak Presiden melalui Kementerian Perhubungan agar Bandara Kuala Pembuang dapat dilirik dan dipertimbangkan untuk masuk dalam Proyek Strategis Nasional,” harapnya.

Zuli Eko menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat diperlukan untuk membangun dan meningkatkan infrastruktur Bandara Kuala Pembuang agar memenuhi standar kelayakan penerbangan. Setidaknya, bandara tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk melayani penerbangan nasional.

Baca Juga :  Kantor Disnakertrans Seruyan Basah Pascakebakaran, Kondisi Berkas Belum Dipastikan

Ia berharap pengembangan bandara ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Seruyan, tetapi juga mendukung konektivitas udara di Kalimantan Tengah secara lebih luas.

Dengan infrastruktur yang memadai dan kajian operasional yang tepat, Bandara Kuala Pembuang diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif ketika penerbangan di bandara lain mengalami gangguan akibat kabut asap.

“Harapan kita, ke depan Bandara Kuala Pembuang bisa dikembangkan sehingga memberikan solusi bagi masyarakat ketika terjadi bencana kabut asap yang mengganggu penerbangan di Kalimantan Tengah,” pungkasnya.

 

Penulis : nordin

Editor : Dadang

Berita Terkait

Kantor Disnakertrans Seruyan Basah Pascakebakaran, Kondisi Berkas Belum Dipastikan
Kabar Baik! Korban Kebakaran di Seruyan Disiapkan Bantuan Rp50 Juta
Seruyan Dapat 248 Unit Rumah melalui Program Tiga Juta Rumah
Karhutla Mengancam TNTP, Bupati Seruyan dan TNI Turun Langsung ke Titik Api
Alumni Servant Leadership Batch 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak Perubahan di Seruyan
Seruyan Seolah Diabaikan! Subani Pertanyakan Bantuan Penanganan Bencana
Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun
Harsandi Dukung DSEF 2026 Kembali Digelar, Targetkan Tahun Depan Hadiah Utama Sepeda Motor

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Bandara Kuala Pembuang Diusulkan Masuk PSN, Alternatif Penerbangan Saat Kabut Asap

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Kantor Disnakertrans Seruyan Basah Pascakebakaran, Kondisi Berkas Belum Dipastikan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Kabar Baik! Korban Kebakaran di Seruyan Disiapkan Bantuan Rp50 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Seruyan Dapat 248 Unit Rumah melalui Program Tiga Juta Rumah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:32 WIB

Karhutla Mengancam TNTP, Bupati Seruyan dan TNI Turun Langsung ke Titik Api

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Alumni Servant Leadership Batch 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak Perubahan di Seruyan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Seruyan Seolah Diabaikan! Subani Pertanyakan Bantuan Penanganan Bencana

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB