Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gunung Anak Krakatau Meletus, BMKG Jepang Kasih Peringatan Ini [Tangkap layar X]

Gunung Anak Krakatau Meletus, BMKG Jepang Kasih Peringatan Ini [Tangkap layar X]

1TULAH.COM-Gunung Anak Krakatau yang berada di perairan Selat Sunda kembali mengalami erupsi hebat pada Sabtu, 5 September 2026 dini hari WIB. Letusan eksplosif ini memuntahkan kolom abu vulkanik bertekanan tinggi hingga mencapai ketinggian diperkirakan 15.000 meter (15 km) di atas permukaan laut.

Aktivitas vulkanik berskala besar tersebut tidak hanya memicu perhatian dalam negeri, tetapi juga mendapat sorotan khusus dari Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA).

JMA Pantau Dampak Tsunami dan Tekanan Udara

Berdasarkan laporan media Jepang Weathernews.jp, JMA mendeteksi sinyal getaran berjarak jauh pada pukul 04.00 waktu Jepang (pukul 02.00 WIB). Mengingat besarnya magnitudo erupsi, otoritas meteorologi Negeri Sakura tersebut langsung mengaktifkan pemantauan terhadap potensi tsunami.

Langkah kewaspadaan ini diambil dengan mengacu pada rekam jejak erupsi Gunung Hunga Tonga-Hunga Ha’apai pada Januari 2022 lalu. Kala itu, gelombang kejutan (airwaves) pemicu perubahan tekanan atmosfer mampu menciptakan gangguan muka laut yang berdampak hingga ke wilayah penyeberangan samudera yang jauh dari pusat letusan.

Baca Juga :  Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Pola Erupsi Lava Fountain dan Status Level III (Siaga)

Sementara itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa rangkaian erupsi Gunung Anak Krakatau sebenarnya telah terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan terus berlanjut hingga Sabtu pagi.

Dalam rilis pengamatan pukul 06.15 WIB, Tim Pengamatan Gunung Api Badan Geologi mengidentifikasi pola erupsi ini sebagai fenomena lava fountain atau semburan lava air mancur. Pola ini ditandai dengan keluarnya material magma cair secara terus-menerus ke udara yang disertai lontaran material vulkanik pijar dari kawah utama.

Baca Juga :  Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dipertahankan pada Level III (Siaga).

Zona Bahaya 3 Kilometer: Imbauan Bagi Warga dan Wisatawan

Menyikapi perkembangan erupsi yang masih intens, Badan Geologi meminta masyarakat, nelayan, pendaki, maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawasan gunung api tersebut.

Rekomendasi Resmi Badan Geologi:

  • Mencegah seluruh bentuk aktivitas manusia dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

  • Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau tetap tenang, tidak termakan isu hoaks, dan selalu memantau pembaruan informasi dari kanal resmi BMKG serta Badan Geologi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB