Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo)

Presiden Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo)

1TULAH.COM-Presiden RI Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas terkait penataan dan pengawasan kawasan hutan nasional. Prabowo meminta seluruh upaya penertiban kawasan hutan dijalankan secara profesional, lugas, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima jajaran Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (4/9/2026).

Pertemuan ini berlangsung tak lama setelah Presiden Prabowo menyelesaikan kunjungan kerjanya dari Vladivostok, Rusia.

Satgas PKH Laporkan Penambangan Ilegal dan Sanksi Denda

Dalam pertemuan tersebut, Satgas PKH yang dipimpin langsung oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin memaparkan laporan komprehensif mengenai berbagai bentuk pelanggaran pemanfaatan kawasan hutan di Indonesia.

Baca Juga :  Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama yang menjadi perhatian serius dalam laporan Satgas adalah maraknya aktivitas penambangan ilegal di dalam kawasan hutan.

Selain memaparkan temuan lapangan dan hasil penindakan hukum, Satgas PKH juga melaporkan perkembangan penerapan sanksi administratif, termasuk penagihan denda terhadap para pihak yang terbukti melanggar ketentuan tata ruang hutan.

Pemerintah Siapkan Pengumuman Resmi Pekan Depan

Pemerintah dijadwalkan bakal menyampaikan pengumuman resmi mengenai hasil penertiban serta capaian kinerja Satgas PKH secara mendetail kepada publik pada pekan kedua September 2026.

Baca Juga :  Prabowo Buka Suara Soal Perlawanan Koruptur Saat Satgas PKH Selamatkan Uang Negara Rp52 Triliun

Mengenai langkah penindakan ke depan, Presiden Prabowo mengingatkan agar seluruh jajaran penegak hukum tidak ragu bertindak tegas terhadap para pelanggar aturan. Namun, ia menekankan bahwa setiap tahapan proses hukum harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Penekanan Presiden Prabowo: “Proses penegakan hukum terhadap pelanggaran di kawasan hutan harus berjalan tegas dan profesional. Namun, ketegasan tersebut tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Seluruh tahapan pelaksanaan dan penegakan hukum harus dapat dipertanggungjawabkan.” (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB