Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

- Jurnalis

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

Pantauan Gunung Anak Krakatau alami erupsi di Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Pasauran, Anyer, Kabupaten Serang, pada Sabtu malam. (ANTARA/Desi Purnama Sari)

1TULAH.COM-Skala erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di Selat Sunda dinilai sangat masif dengan dampak yang melampaui gangguan lokal. Analisis terbaru Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa kekuatan letusan mampu melontarkan material vulkanik hingga ketinggian ekstrem, bahkan menembus batas atmosfer bawah bumi.

Peneliti Riset dari Pusat Penelitian Iklim dan Atmosfer BRIN, Profesor Erma Yulihastin, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan citra satelit, erupsi ini bukan sekadar letusan biasa, melainkan fenomena atmosferik berskala besar.

Jangkauan Sebaran Abu Capai 851 Kilometer

Rangkaian letusan Gunung Anak Krakatau berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) malam pukul 23.07 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pagi pukul 04.40 WIB. Erupsi berdurasi panjang ini menyuplai energi yang sangat besar untuk mendorok kolom abu hingga ke lapisan langit tertinggi.

Hasil pantauan citra satelit menunjukkan material letusan membentuk kolom awan tebal yang membentang ke arah barat hingga sejauh 851 kilometer, mencakup wilayah Pulau Enggano. Luasnya jangkauan ini menegaskan besarnya volume material yang terlempar ke udara.

Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Material Vulkanik Sentuh Lapisan Stratosfer

Hal yang paling menyita perhatian para peneliti adalah ketinggian lontaran kolom abu yang diperkirakan mencapai 13–14 kilometer di atas permukaan laut.

Ketinggian tersebut berhasil menyentuh tropopause—batas atas lapisan troposfer. Ketika material vulkanik berhasil menembus tropopause dan masuk ke lapisan stratosfer, partikel abu serta gas sulfur memiliki karakteristik berbeda:

  • Bertahan Lebih Lama: Di lapisan stratosfer, partikel tidak terpengaruh oleh dinamika cuaca harian sehingga dapat bertahan dalam jangka waktu yang jauh lebih lama.

  • Sebaran Global: Partikel yang terperangkap di stratosfer berpotensi tersirkulasi ke wilayah yang lebih luas dan memengaruhi kondisi iklim global.

Meski sebaran utama mengarah ke barat, dinamika cuaca lokal tetap menuntut kewaspadaan. Kombinasi tekanan rendah di wilayah Banten serta hembusan angin laut yang kuat berpotensi menarik awan piroklastik ke arah Serang dan sekitarnya, yang berisiko menurunkan kualitas udara di pemukiman warga.

Dampak Penerbangan dan Efek “Tabir Surya” Bagi Iklim

Kedahsytan erupsi ini berdampak langsung pada sektor transportasi udara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara hingga pukul 09.30 WIB, yang berdampak pada 22.798 penumpang. Langkah tegas ini diambil karena debu vulkanik yang sangat halus dapat memicu kegagalan mesin mendadak jika terhisap ke dalam turbin pesawat.

Baca Juga :  Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Di balik gangguan operasional penerbangan dan ancaman kualitas udara, fenomena vulkanik berskala masif ini membawa dampak alami bagi atmosfer bumi:

1. Pemicu Kondensasi Hujan

Awan abu panas yang mengandung sulfur oksida membentuk awan pyrocumulus. Kandungan ini bertindak sebagai aerosol sekaligus inti kondensasi awan. Jika didukung pasokan uap air yang cukup dari Samudra Hindia, fenomena ini berpotensi memicu hujan di sejumlah wilayah.

2. Penyejuk Suhu Global (Tabir Surya Alami)

Pelepasan gas sulfur dalam jumlah besar ke lapisan stratosfer berfungsi sebagai pendingin suhu bumi secara alami. Partikel aerosol sulfur mampu memantulkan kembali radiasi sinar matahari ke ruang angkasa, sehingga berperan penting dalam meredam laju pemanasan global (global warming). (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan
Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak
Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Minggu, 6 September 2026 - 10:34 WIB

Pertemuan di Hambalang: Presiden Prabowo dan Dubes AS untuk ASEAN Bahas Kerja Sama serta Stabilitas Kawasan

Minggu, 6 September 2026 - 10:22 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB