Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/dok]

Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/dok]

1TULAH.COM-Aksi saling sindir antar-netizen di media sosial kembali menyita perhatian publik. Kali ini, gesekan digital antara netizen Indonesia dan Malaysia kembali mencuat dipicu oleh momentum Hari Kemerdekaan Malaysia pada 31 Agustus.

Meski sempat diwarnai ejekan soal kondisi ekonomi hingga nilai tukar rupiah, repons yang ditunjukkan netizen Indonesia justru di luar dugaan. Sebagian besar warganet justru menyoroti hal lain yang dinilai jauh lebih memicu reaksi keras: doa agar Presiden Prabowo Subianto menjabat seumur hidup.

Awal Mula Ketegangan di Media Sosial

Saling ejek di ruang digital antara netizen Indonesia dan Malaysia bukanlah hal baru. Kasus provokasi semacam ini kerap bermula dari komentar oknum di media sosial, mulai dari isu budaya, simbol negara, hingga momen peringatan nasional.

Pada insiden kali ini, ketegangan bermula saat sejumlah netizen Indonesia memberikan komentar pada unggahan peringatan hari kemerdekaan jiran tersebut. Respons balik dari oknum netizen Malaysia lantas menyasar kondisi ekonomi Indonesia dan nilai mata uang rupiah.

Baca Juga :  Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Namun, alih-alih emosi karena disindir masalah kemiskinan, netizen Indonesia justru memberikan reaksi berbalas yang dipenuhi nada humor sekaligus nada penolakan tegas terhadap narasi tertentu.

Reaksi Unik Netizen Indonesia: “Kami Terima Dikatai Miskin, Tapi…”

Komentar-komentar bernada satire membanjiri berbagai platform media sosial seperti Threads dan X. Banyak pengguna asal Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak terlalu ambil pusing dengan hinaan fisik maupun ekonomi, melainkan lebih keberatan jika didoakan memiliki presiden seumur hidup.

“Kami masih terima ya kau kata kami miskin, tapi kami tak terima kau suruh Bowo jadi presiden selamanya,” tulis salah satu akun netizen Indonesia.

Komentar senada juga diungkapkan oleh pengguna Threads lainnya yang menegaskan batas toleransi mereka terhadap ejekan di dunia maya.

“Kau hina kami diam, kau maki pun kami diam, kau kata kami miskin pun kami diam, tapi kau kata Bowo presiden selamanya, KAMI AKAN LAWAN,” tulis akun tersebut.

Tanggapan Figur Publik: Hesti Purwadinata Turun Tanggan

Fenomena perang dingin di media sosial ini juga menyita perhatian jajaran figur publik. Artis dan presenter Hesti Purwadinata turut memberikan komentar jenaka untuk meredakan suasana agar tidak berbuntut panjang.

Baca Juga :  Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Melalui kolom komentar di unggahan akun asal Malaysia, Hesti menuliskan kelakarnya guna mencairkan ketegangan antar-netizen kedua negara serumpun.

“Siapa netijen Indo yang berani-beraninya kutuk-kutuk Malaysia ngajak berantem nih, ampun ya kawan jangan doain yang aneh-aneh ya.. lop u Malaysia,” tulis Hesti.

Pentingnya Menjaga Etika Digital Antarnegara

Aksi saling sindir di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, mencerminkan betapa dinamisnya interaksi warga net di era digital. Meski kali ini ditanggapi dengan santai dan dibalut humor oleh mayoritas publik, fenomena provokasi di media sosial tetap memerlukan kecerdasan berinternet (digital literacy).

Menjaga hubungan harmonis antarnegara tetangga tentu jauh lebih penting dibanding terjebak provokasi oknum di kolom komentar. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru