Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih jadi ketum PBNU. [ANTARA]

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih jadi ketum PBNU. [ANTARA]

1TULAH.COM-Forum Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) resmi menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz, atau yang akrab disapa Gus Kikin, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Dalam forum tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, KH Miftachul Akhyar juga kembali dipercaya menduduki jabatan strategis sebagai Rais Aam PBNU untuk masa khidmat 2026-2031.

Hasil Pemungutan Suara Tahap Penyaringan

Sebelum dibawa ke meja musyawarah AHWA, penjaringan nama kandidat ketua umum melahirkan lima sosok dengan perolehan suara terbanyak:

Nama Calon Ketua Umum Perolehan Suara
KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) 472 suara
KH Zulfa Mustofa 262 suara
KH Abdussalam Sochib 261 suara
KH Yahya Cholil Staquf 258 suara
KH Abdul Ghofar Rozin 155 suara

“Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmah 2026-2031,” ungkap Anggota AHWA, KH Anwar Iskandar.

Baca Juga :  Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Profil Singkat: Cicit Pendiri NU dan Pengasuh Pesantren Tebuireng

Terpilihnya Gus Kikin kental dengan legitimasi historis dan kultural. Lahir pada 17 Agustus 1958 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Abidah Maksum, Gus Kikin merupakan pengasuh ke-8 Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.

Dari garis ibunya, ia adalah cicit langsung dari Pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, melalui Nyai Khoiriyah Hasyim. Kedudukan “darah biru” ini memberikan legitimasi kultural yang kuat di kalangan warga Nahdliyin akar rumput.

Di ranah keorganisasian, Gus Kikin telah meniti rekam jejak yang matang:

  • Pernah menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU (2022).

  • Dipercaya sebagai Penjabat (Pj) Ketua PWNU Jawa Timur sebelum terpilih secara aklamasi memimpin PWNU Jatim periode 2024-2029.

Dikenal dengan pembawaannya yang sejuk, inklusif, dan moderat, Gus Kikin dipandang mampu menjadi penyambung lidah antar-faksi di internal jam’iyyah.

Arah Baru PBNU: Independensi Politik dan Pemberdayaan Umat

Kepemimpinan PBNU periode 2026-2031 memiliki signifikansi geopolitik dan domestik yang dinamis, mengingat periode ini akan melintasi agenda besar Pemilu 2029.

Baca Juga :  Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet

1. Menjaga Khittah dan Jarak Politik

Sikap Gus Kikin yang tidak teridentifikasi dengan poros politik manapun dinilai menjadi modal penting untuk mengembalikan NU pada khittah sebagai organisasi masyarakat sipil. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, mencatat bahwa survei PPI menunjukkan 65,8% warga NU menginginkan PBNU menjauh dari aktivitas politik praktis.

2. Fokus Pemberdayaan Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan

Periode baru ini diproyeksikan akan lebih memprioritaskan penguatan basis internal Nahdliyin, khususnya kelompok menengah ke bawah. Beberapa agenda prioritas yang menjadi PR kepemimpinan baru meliputi:

  • Penguatan Lembaga Perekonomian NU (LPNU) serta pengembanan wacana Badan Usaha Milik NU (BUM NU).

  • Adaptasi Teknologi dan AI di lingkungan sekolah dan pesantren NU.

  • Diplomasi Islam Moderat di kancah internasional (seperti R20 dan Religion Forum G20) tanpa mengesampingkan pemberdayaan warga di dalam negeri.

Melalui pola kepemimpinan terstruktur serta sinergi erat antara jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah, PBNU di bawah nakhoda Gus Kikin diharapkan mampu menjaga stabilitas keumatan dan menjamin kemandirian organisasi di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman
Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran
Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Berita Terbaru