1TULAH.COM-Ketika kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda, api hampir selalu dipandang sebagai ancaman destruktif yang harus segera dipadamkan. Namun, kearifan lokal masyarakat Dayak Iban di Menua Sungai Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menunjukkan perspektif yang berbeda. Di komunitas adat ini, api merupakan bagian dari ekosistem perladangan gulir balik (swidden agriculture) yang terkontrol dan diwariskan secara turun-temurun.
Memahami Sistem di Balik Api: Kearifan Perladangan Gulir Balik
Penggunaan api dalam tradisi Dayak Iban tidak dilakukan secara sembarangan. Praktik ini didukung oleh pengetahuian ekologis, aturan adat, serta teknik penanganan yang terukur.
“Untuk memahami api, kita perlu melihat sistem di balik api tersebut,” ungkap Prof. Endah Sulistyawati, S.Si., Ph.D., Guru Besar Kelompok Kehalian Teknologi Kehutanan SITH Institut Teknologi Bandung (ITB).
Dalam kearifan lokal ini, api digunakan melalui beberapa tahapan yang terencana:
-
Siklus Pemulihan Lahan (Suksesi Alami): Lahan yang dibakar umumnya adalah hutan sekunder bekas ladang yang telah ditinggalkan beristirahat selama bertahun-tahun (masa bera) agar kesuburan tanahnya pulih secara alami.
-
Teknik Pembukaan Lahan: Pohon ditebang dan vegetasi ditata. Kayu bernilai tinggi dipilah untuk bahan bangunan atau kayu bakar, sementara sisanya direbahkan sebagai biomassa.
-
Pengendalian Pembakaran: Pembakaran dilakukan bertahap dengan memperhitungkan arah angin, membuat sekat bakar (firebreak), serta diawasi ketat oleh warga.
-
Durasi dan Luas yang Terbatas: Pembakaran hanya mencakup area kecil (sekitar dua hektare atau kurang) dan umumnya hanya berlangsung sekitar dua jam.
Setelah panen usai, lahan kembali memasuki masa bera. Vegetasi baru tumbuh, bahan organik terakumulasi, dan tanah memulihkan nutrisinya secara alami sebelum dapat digunakan kembali bertahun-tahun kemudian.
Ladang sebagai Benteng Ketahanan Pangan dan Bank Genetik
Sistem perladangan ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan instrumen menjaga keragaman hayati dan ketahanan pangan lokal.
Berdasarkan riset dan dokumentasi di Rumah Panjang Sungai Utik, ditemukan tak kurang dari 237 jenis padi lokal (termasuk varietas padi biasa dan padi pulut) yang dikelola oleh masyarakat. Keragaman genetik ini penting karena:
-
Adaptasi Lingkungan: Setiap varietas memiliki ketahanan berbeda terhadap cuaca, sehingga masyarakat terhindar dari risiko gagal panen total.
-
Pelestarian Benih: Benih harus terus ditanam secara berkala agar tidak punah.
-
Warisan Pengetahuan: Ladang menjadi ruang edukasi lintas generasi untuk mempertahankan budaya lokal.
Pelajaran Penting untuk Kebijakan Pencegahan Karhutla
Pengalaman di Sungai Utik menunjukkan bahwa pencegahan karhutla tidak cukup hanya dengan memandang api sebagai musuh tunggal. Diperlukan pendekatan kontekstual yang membedakan antara pembakaran liar tak terkendali dan penggunaan api terukur berbasis kearifan lokal.
Pencegahan karhutla yang efektif perlu memahami latar belakang penggunaan api, teknik pengendalian yang diterapkan, serta konteks sosial-ekologis wilayah setempat.
“Api mungkin hanya berlangsung sekitar dua jam. Namun, sistem yang melatarbelakanginya berlangsung selama bertahun-tahun,” tegas Prof. Endah.
Melalui pendekatan berimbang, perumusan kebijakan pencegahan karhutla dapat tetap mengutamakan keselamatan lingkungan tanpa mengesampingkan hak dan kearifan masyarakat adat yang telah terbukti menjaga kelestarian hutan mereka. (Sumber:Suara.com)

![Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/08/bantah-mualaf-360x200.jpg)






![Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/dok]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/doa-prabowo-225x129.jpg)
![KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih jadi ketum PBNU. [ANTARA]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/gus-kikin-nu-225x129.jpg)







![Presiden Prabowo Subianto saat membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026). [Suara.com/dok]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/09/doa-prabowo-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

