Pernyataan Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad Membuat Resah Warga Indonesia dan Singapura, Mengapa?

Mantan Perdana Malaysia Mahathir Mohamad

1TULAH.COM– Pernyataan Mantan Perdana Malaysia Mahathir Mohamad membuat resah warga  Indonesia dan Singapura. Pasalnya, tokoh yang juga fouding father Nagara Malaysia ini meminta agar pemerintah Malaysia mengklaim Kepulauan Riau di Indonesia dan Negara Singapura bagian dari Malaysia.

Kontan saja, pernyataan ini menuai respons dari tokoh-tokoh di Indonesia. Pernyataan ini dinilai dapat memunculkan konflik masa lalu yang seharusnya dikubur dalam-dalam saat ini.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan agar tokoh di Malaysia dan Indonesia dapat meninggalkan konflik masa lampau dengan selalu menghadirkan pernyataan yang menyatukan.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta merespon pernyataan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang mendesak Negeri Jiran mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau, Indonesia, sebagai bagian dari wilayahnya.

“Semua tokoh di Malaysia dan Indonesia mestinya berusaha untuk meninggalkan potensi-potensi konflik di masa lampau untuk kita melangkah ke hal baru, ke masa baru, dan ke masa depan yang mewariskan kebersamaan ASEAN,” ujar Haedar.

Sebagai bangsa serumpun, menurut dia, seyogianya para tokoh kedua negara mampu menghadirkan pemikiran dan pernyataan yang saling menyatukan, bukan justru memicu perselisihan.

Jika Indonesia dan Malaysia, menurut dia, bisa maju bersama dengan membangun kerja sama yang konstruktif di ASEAN.

“Sebaiknya bangsa serumpun kita Indonesia, Malaysia bahkan dengan negara ASEAN, lebih memproduksi pemikiran-pemikiran, pernyataan-pernyataan, dan juga bahkan langkah-langkah yang semakin mengeratkan bangsa serumpun,” tegas ia.

Haedar berharap retaknya hubungan Malaysia dan Indonesia cukup menjadi pengalaman di masa lalu.

“Cukuplah bagi generasi Indonesia maupun Malaysia pengalaman di masa lalu yang meninggalkan bekas yang tidak sederhana dalam relasi Indonesia-Malaysia,” ujar Haedar Nashir.

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad sebelumnya menyampaikan pernyataan kontroversial pada Minggu (19/6/2022) dalam acara di Negara Bagian Selangor bernama Kongres Survival Melayu.

Mahathir dalam pidatonya mengatakan bahwa Malaysia menganggap kemenangan atas sengketa pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di Mahkamah Internasional (ICJ) adalah sesuatu yang berharga.

Namun tak cukup di situ, Mahathir kemudian mendesak Malaysia juga mengklaim Singapura dan Kepulauan Riau, Indonesia sebagai bagian dari wilayah mereka.

“Kita harusnya tak hanya meminta Pedra Branca dikembalikan, atau Pulau Batu Puteh, kita juga harus meminta Singapura pun Kepulauan Riau, mengingat mereka adalah bagian dari Tanah Melayu (Malaysia),” ucap Mahathir Mohamad. (Dikutip dari suara.com)

 

Editor: Deni Hariadi

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.