Sisi Gelap Kemendikbudristek Era Nadiem Makarim: Korupsi Rp 2,1 Triliun dan ‘Inner Circle’ yang Merusak

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim usai menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Tabir gelap tata kelola di tubuh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) selama masa kepemimpinan Nadiem Makarim akhirnya dibongkar oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam persidangan terbaru, Nadiem didakwa melakukan tindak pidana korupsi jumbo yang merugikan negara hingga Rp 2,18 triliun.

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Agung, Roy Riadi, mengungkapkan bahwa akar masalah dari korupsi ini bermula dari pola kepemimpinan yang eksklusif dan mengandalkan “orang-orang dekat” atau inner circle.

Gaya Kepemimpinan ‘Inner Circle’ yang Menyingkirkan Profesional

Dalam dakwaannya, JPU menyoroti bagaimana Nadiem Makarim cenderung menjalankan kementerian dengan mengabaikan pejabat karier yang sudah berpengalaman.

Pola ini dinilai menciptakan tembok besar di internal kementerian yang memicu masalah komunikasi akut.

“Tata kelola kementerian selama masa jabatan terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan kawan-kawan cenderung mengandalkan orang-orang di lingkaran terdekatnya daripada pejabat resmi yang memahami seluk-beluk pendidikan,” tegas Roy Riadi di Jakarta (27/1/2026).

Laporan menunjukkan adanya kesenjangan komunikasi yang ekstrem. Pejabat setingkat Direktur bahkan dilaporkan hampir tidak pernah bertemu langsung atau mendapatkan evaluasi dari sang menteri.

Baca Juga :  Siap Diterapkan 2027, Kebijakan Tidak Naik Kelas Kembali Diberlakukan

Akibatnya, kebijakan pendidikan tidak lagi berbasis pada realitas lapangan, melainkan hanya pada lingkaran kepercayaan sang menteri.

Dampak Nasional: IQ Anak Indonesia Disebut Anjlok

Dampak dari carut-marut pengelolaan ini bukan hanya soal hilangnya uang negara, melainkan kehancuran kualitas SDM nasional. Jaksa Roy Riadi menegaskan bahwa kebijakan yang hanya berpusat pada “orang dekat” ini berdampak sistemik.

Salah satu parameter yang sangat mengkhawatirkan adalah:

  • Kualitas SDM Rendah: Peringkat pendidikan Indonesia merosot tajam di kawasan Asia Tenggara.

  • Penurunan Skor IQ: Rata-rata IQ anak Indonesia kini disebut berada di angka 78, sebuah angka yang sangat rendah dibandingkan negara tetangga.

Karena dampak kerusakan yang masif terhadap masa depan bangsa, kejaksaan mengkategorikan perbuatan ini sebagai White Collar Crime (Kejahatan Kerah Putih) yang luar biasa.

Rincian Kasus Korupsi Laptop Chromebook Rp 2,1 Triliun

Inti dari dakwaan korupsi ini berpusat pada program digitalisasi pendidikan yang menjadi program unggulan Nadiem. Berikut poin-poin utamanya:

  • Objek Korupsi: Pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM).

  • Periode Kasus: Tahun anggaran 2019 hingga 2022.

  • Total Kerugian Negara: Mencapai Rp 2,18 triliun.

Baca Juga :  Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Jaksa menilai pengadaan ini dilakukan secara tidak transparan dan sarat dengan kepentingan kelompok tertentu, sehingga tidak mencapai target efektivitas yang dijanjikan dalam program digitalisasi sekolah.

Analisis Hukum: Pelanggaran Tata Kelola

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi birokrasi di Indonesia. Penggunaan “tim bayangan” atau lingkaran luar (outsourcing kebijakan) yang mendominasi pejabat struktural resmi telah terbukti merusak sistem ketatanegaraan.

Ringkasan Poin Dakwaan JPU:

Aspek Temuan Kejaksaan
Pola Manajemen Eksklusif, berbasis inner circle.
Komunikasi Pejabat karier (Direktur) terisolasi dari pengambilan keputusan.
Kasus Utama Pengadaan Chromebook 2019-2022.
Dampak Sosial Kualitas pendidikan anjlok (Skor IQ rata-rata 78).

Kasus ini masih terus bergulir di pengadilan. Publik kini menanti bagaimana proses hukum ini akan mengungkap lebih dalam siapa saja “orang dekat” yang terlibat dalam pusaran korupsi raksasa ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Berita Terbaru

Ilustrasi Karhutla Kalimantan (unsplash.com/Matt Howard)

Berita

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:07 WIB