Hanif Faisol Kerahkan 175 Regu Pemadam, Penanganan Karhutla Palangka Raya Ditargetkan Tuntas Dua Pekan

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya. Pemerintah mengerahkan 175 regu pemadam dan menargetkan penanganan karhutla selesai dalam waktu dua pekan. Jumat (30/10/26)

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya. Pemerintah mengerahkan 175 regu pemadam dan menargetkan penanganan karhutla selesai dalam waktu dua pekan. Jumat (30/10/26)

1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengerahkan sebanyak 175 regu pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Pemerintah menargetkan penanganan sejumlah titik kebakaran dapat diselesaikan dalam waktu dua pekan melalui penguatan personel, optimalisasi peralatan pemadaman, serta pemanfaatan sumber air secara maksimal.

Hal tersebut disampaikan Hanif saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangka evaluasi penanggulangan karhutla di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (30 Oktober 2026).

Dalam kegiatan tersebut, penanganan karhutla difokuskan pada dua kawasan, yakni Jalan Talawang Raya dengan luas sekitar 360 hektare dan Bulu Merindu seluas kurang lebih 320 hektare. Seluruh personel dan peralatan pemadaman dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

“Untuk wilayah Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat. Seluruh komponen kita kerahkan melalui semangat gotong royong, dengan dukungan pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta asosiasi perusahaan perkebunan dan kehutanan,” ujar Hanif.

Ia menjelaskan, strategi penanganan karhutla akan diperkuat melalui pembentukan 36 kelompok kerja yang disesuaikan dengan persebaran titik kebakaran dan lokasi sumber air. Pemerintah juga akan mengoptimalkan pompa air yang telah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah, termasuk memanfaatkan sumber air permukaan untuk mendukung proses pemadaman.

Baca Juga :  Menkes dan Gubernur Kalteng Tinjau Kesiapan Fasilitas Kesehatan Hadapi Dampak Karhutla

Menurut Hanif, penanganan kebakaran tidak dapat hanya bergantung pada turunnya hujan. Oleh karena itu, upaya pemadaman harus dilakukan secara intensif dan berkelanjutan hingga seluruh titik api benar-benar padam.

“Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air,” tegasnya.

Selain di Kota Palangka Raya, penanganan karhutla juga dilakukan secara bersamaan di Kabupaten Pulang Pisau dengan melibatkan tambahan kekuatan personel. Kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, barisan pemadam kebakaran, dan dunia usaha dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran di wilayah Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Plt. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Farid Wajdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya penanggulangan karhutla. Ia menilai dukungan lintas sektor masih sangat diperlukan karena ancaman kebakaran tetap berpotensi terjadi meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.

Farid mengingatkan bahwa berdasarkan analisis BMKG, curah hujan dengan pola normal diperkirakan baru terjadi pada akhir November 2026. Selain itu, kondisi El Nino yang masih berlangsung mengharuskan seluruh personel tetap meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengurangi intensitas penanganan.

“Jangan sampai kondisi saat ini membuat kita lengah. Kita masih memiliki waktu sekitar 30 hari untuk terus berjuang bersama. Hindari saling menyalahkan, mari kita ambil air, padamkan api, dan jangan sampai muncul titik api baru,” kata Farid.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Transformasi Digital melalui Pelatihan Platform Layanan Terintegrasi

Ia juga menekankan pentingnya penanganan secara intensif, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya. Hal ini karena asap akibat karhutla berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun kelancaran transportasi udara.

Hanif menambahkan, hujan yang mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir sebagian merupakan hasil pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, intensitas hujan tersebut masih bersifat sporadis dengan kandungan uap air yang terbatas sehingga belum dapat diandalkan untuk mengakhiri kebakaran.

Di samping penanganan karhutla, pemerintah juga mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pangan, terutama produksi beras nasional. Upaya penguatan irigasi serta pengawalan terhadap provinsi yang menjadi sentra produksi padi terus dilakukan untuk menjaga produktivitas pertanian.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat. Total alokasi bantuan tersebut mencapai hampir satu juta ton yang diperuntukkan bagi sekitar 33,2 juta penerima. Selain itu, Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus dilaksanakan untuk menjaga ketersediaan serta stabilitas harga beras.

Melalui pengerahan personel, penguatan koordinasi lintas sektor, dan optimalisasi sarana pemadaman, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kota Palangka Raya dapat diselesaikan sesuai target dua pekan. Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu mencegah meluasnya kebakaran ke kawasan lainnya.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Evaluasi Karhutla Kalteng, Penanganan dan Perlindungan Warga Diperkuat
Pemprov Kalteng Perkuat Transformasi Digital melalui Pelatihan Platform Layanan Terintegrasi
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Sarpras Karhutla untuk 16 Kelurahan di Palangka Raya
Pemprov Kalteng Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Pemprov Kalteng Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG
Disdik Kalteng Usulkan Penundaan TKA 2026, Kemendikdasmen Setujui Demi Keselamatan Murid
Karhutla Kalteng Catat 8.048 Titik Panas, 16.387 Personel Gabungan Dikerahkan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Hanif Faisol Kerahkan 175 Regu Pemadam, Penanganan Karhutla Palangka Raya Ditargetkan Tuntas Dua Pekan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Evaluasi Karhutla Kalteng, Penanganan dan Perlindungan Warga Diperkuat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Transformasi Digital melalui Pelatihan Platform Layanan Terintegrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Sarpras Karhutla untuk 16 Kelurahan di Palangka Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Pemprov Kalteng Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Disdik Kalteng Usulkan Penundaan TKA 2026, Kemendikdasmen Setujui Demi Keselamatan Murid

Berita Terbaru