Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

- Jurnalis

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Ancaman Internet Indonesia Diputus Singapura

Menkomdigi Meutya Hafid Tanggapi Ancaman Internet Indonesia Diputus Singapura

1TULAH.COM-Pernyataan mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Melalui unggahan infografis di akun X pribadinya, Calvin menyoroti ketergantungan internet Indonesia pada Singapura dan menyertakan sindiran pemotongan akses internet. Menanggapi gertakan tersebut, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid memberikan respons tenang namun menohok.

Meutya menegaskan bahwa posisi tawar Indonesia dalam ekosistem digital global sangat kuat, baik dari sisi infrastruktur fisik maupun skala pasar.

Jalur Kabel Laut Melintasi Perairan Indonesia

Poin utama yang ditegaskan oleh Meutya Hafid adalah fakta geografi infrastruktur digital. Sebagian besar Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang bermuara di Singapura sebenarnya melintasi wilayah perairan Indonesia.

Jika terjadi gangguan atau pemutusan pada jalur kabel laut tersebut, Singapura justru akan menghadapi risiko yang jauh lebih fatal. Menurut kalkulasi Kementerian Komunikasi dan Digital, sekitar 80 persen kapasitas konektivitas Singapura berpotensi lumpuh jika jalur yang melintasi Indonesia bermasalah.

Baca Juga :  Viral! Foto Gunakan Tabung Oksigen di Palangka Raya, Menkes Budi Gunadi Sadikin Klarifikasi: Murni untuk Edukasi Warga

“Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura tidak sampai begitu saja. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia,” ungkap Meutya melalui akun Instagram resminya.

Pasar Raksasa 267 Juta Pengguna Internet

Selain faktor kedaulatan wilayah laut, kekuatan utama Indonesia terletak pada jumlah pengguna internet aktif yang sangat besar. Dengan populasi mencapai 47 kali lipat dari Singapura, Indonesia merupakan magnet utama bagi investor teknologi global yang beroperasi di Asia Tenggara.

  • Jumlah Pengguna: Sebanyak 267 juta masyarakat Indonesia terhubung ke jaringan internet.

  • Daya Tarik Investasi: Kehadiran lalu lintas data dari pengguna Indonesia menjadi alasan utama raksasa teknologi mendirikan pusat data dan kantor regional di Singapura.

  • Dampak Risiko: Tanpa basis pengguna masif dari Indonesia, para investor teknologi global berpotensi memindahkan pusat operasinya keluar dari Singapura.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Awal Mula Isu: Wacana Pasokan Gas dan Infografis “Cut?”

Ketegangan opini di media sosial ini bermula dari kebijakan Pemerintah Indonesia yang membatasi pasokan gas alam ke Singapura. Merespons kebijakan tersebut, Calvin Cheng mengunggah infografis bertajuk “Indonesia’s Internet Dependence on Singapore” yang mengklaim 90 persen lalu lintas internet internasional Indonesia terhubung melalui Singapura.

Meski sempat menyertakan kata “Cut?” (potong?), Calvin kemudian mengklarifikasi bahwa tindakan pemutusan tidak akan dilakukan karena Singapura adalah negara yang taat hukum.

Pentingnya Kolaborasi Konektivitas Global

Menutup tanggapannya, Meutya Hafid mengajak semua pihak untuk melihat infrastruktur digital sebagai aset bersama yang harus dijaga demi kepentingan global, bukan dijadikan alat untuk saling mengancam.

Penguatan kedaulatan digital Indonesia terus dilakukan melalui diversifikasi jalur komunikasi internasional dan pembangunan pusat data domestik, sehingga konektivitas nasional semakin mandiri dan tangguh di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Kantor Bea Cukai Kudus Digeledah KPK, Puluhan Petugas Turun Langsung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:39 WIB

Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Berita Terbaru