Babak Baru Dugaan Kasus Ijazah Palsu: Jokowi Diperiksa di Solo, Bawa Ijazah Asli!

- Jurnalis

Rabu, 23 Juli 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ijazah Jokowi. [Ist]

Ijazah Jokowi. [Ist]

1TULAH.COM-Drama dugaan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memasuki babak paling dinanti.

Hari ini, Rabu (23/7/2023), Presiden Jokowi dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya.

Tak tanggung-tanggung, kabar beredar menyebutkan bahwa Jokowi akan membawa serta ijazah asli yang selama ini menjadi sumber polemik dan perdebatan panjang.

Pemeriksaan ini tentu menjadi sorotan publik, mengingat kasus ini telah mencuri perhatian luas sejak awal kemunculannya. Kehadiran ijazah asli diharapkan dapat memberikan titik terang dan mengakhiri spekulasi yang berkembang.

Mengapa Pemeriksaan Dilakukan di Solo, Bukan di Jakarta?

Sebuah pertanyaan muncul di tengah publik: mengapa pemeriksaan penting ini justru dilakukan di Polresta Solo, bukan di Jakarta? Biasanya, kasus sebesar ini akan ditangani langsung di ibu kota.

Rivai Kusumanegara, kuasa hukum Jokowi, mengonfirmasi bahwa kliennya akan bersikap kooperatif. “Pukul 10.00 hadir di Polresta Solo dengan membawa dokumen terkait, termasuk ijazahnya,” kata Rivai kepada Suara.com pada Selasa (22/7/2025) malam.

Menurut Rivai, keputusan pemeriksaan di Solo adalah permintaan dari pihak Jokowi yang disetujui penyidik. Alasannya cukup logis: tim penyidik dari Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat ini juga tengah memeriksa sejumlah saksi lain yang berdomisili di sekitar Solo dan Yogyakarta. “Karena kebetulan penyidik Polda Metro sedang memeriksa banyak saksi yang berdomisili di wilayah Solo dan Jogja,” jelas Rivai. Ini menunjukkan efisiensi dalam proses penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian.

Baca Juga :  Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Penundaan Pemeriksaan dan Sindiran Kubu Roy Suryo

Pemeriksaan ini sejatinya merupakan jadwal ulang. Awalnya, Jokowi dipanggil untuk hadir di Jakarta pada 17 Juli 2025. Namun, ia meminta penundaan dengan alasan kesehatan.

Alasan sakit inilah yang kemudian menjadi sasaran sindiran pedas dari kubu Roy Suryo dan para pendukungnya. Mereka menyoroti fakta bahwa Jokowi, di saat yang bersamaan, justru bisa hadir dalam agenda politik Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo.

“Saudara Joko Widodo yang tidak memenuhi panggilan dengan alasan sakit, tapi justru hadir di acara Kongres PSI, itu justru yang mendowngrade reputasi saudara Joko Widodo,” tegas Ahmad, salah satu perwakilan dari kubu Roy Suryo. Sindiran ini tentu menambah panasnya tensi dalam kasus ini.

Desakan Pengujian Forensik dan Kekhawatiran Dokumen Hilang

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Tak hanya menyindir, kubu Roy Suryo juga melontarkan desakan agar ijazah asli Jokowi tidak hanya ditunjukkan, tetapi juga disita oleh polisi untuk diuji forensik. Mereka menyuarakan kekhawatiran serius bahwa dokumen krusial tersebut bisa hilang sebelum sempat diuji di pengadilan.

“Sudah banyak ya kasus-kasus yang belum sampai selesai itu kebakaran. Itu, Kejaksaan Agung lagi memeriksa perkara tertentu, kebakaran. Di Pasar Pramuka ada modus operandi pemalsuan, di sana juga kebakaran,” kata Ahmad, mengacu pada serangkaian insiden hilangnya dokumen penting dalam kasus-kasus lain.

“Nah kami khawatir juga ini belum sampai ke persidangan tiba-tiba rumah (Jokowi) dari pelapor di Solo kebakaran dan dokumen itu hilang. Kan berbahaya itu,” imbuhnya, menekankan urgensi penyitaan dan pengujian forensik untuk menjamin keaslian dokumen dan kelancaran proses hukum.

Dengan pemeriksaan yang berlangsung hari ini dan kehadiran ijazah asli, publik berharap kasus dugaan ijazah palsu ini dapat segera menemui kejelasan. Bagaimana kelanjutan kasus ini setelah pemeriksaan Jokowi? Apakah ijazah tersebut akan diuji forensik seperti yang didesak kubu Roy Suryo? Kita tunggu bersama perkembangan selanjutnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru