DPRD Kalteng Sahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024: Transparansi dan Optimasi Pendapatan Jadi Sorotan

- Jurnalis

Rabu, 18 Juni 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong bersama Wakil Ketua II DPRD Kalteng M Ansyari dan Wagub Kalteng usai penandatanganan berita acara persetujuan terkait raperda pelaksanaan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024 untuk ditetapkan menjadi Perda di ruangan rapat paripurna, Rabu (18/6/2025). Foto:Istimewa

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong bersama Wakil Ketua II DPRD Kalteng M Ansyari dan Wagub Kalteng usai penandatanganan berita acara persetujuan terkait raperda pelaksanaan pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024 untuk ditetapkan menjadi Perda di ruangan rapat paripurna, Rabu (18/6/2025). Foto:Istimewa

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pelaksanaan Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024 untuk ditetapkan menjadi Perda.

Keputusan penting ini disampaikan dalam rapat paripurna ke-12 masa persidangan I tahun sidang 2025 yang digelar pada Rabu (18/6/2025).

Persetujuan Raperda APBD: Langkah Menuju Akuntabilitas Keuangan Daerah

Rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalteng, Arton S. Dohong, ini menjadi momentum penting dalam tata kelola keuangan daerah. Persetujuan Raperda Pelaksanaan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2024 ditandai dengan penandatanganan berita acara persetujuan bersama antara Gubernur Kalteng dan pimpinan DPRD.

Juru bicara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalteng, Siti Nafsiah, menegaskan bahwa ketujuh fraksi di DPRD menerima dan menyetujui Raperda ini untuk segera ditetapkan menjadi Perda. Ini menunjukkan adanya konsensus dan dukungan lintas fraksi terhadap akuntabilitas penggunaan APBD tahun anggaran sebelumnya.

Rekomendasi DPRD: Dorong Transparansi dan Optimalisasi Pendapatan

Meskipun menyetujui Raperda, DPRD Kalteng juga memberikan sejumlah rekomendasi penting yang menjadi catatan bagi Pemerintah Provinsi. Dalam laporan Banggar, Siti Nafsiah menyoroti beberapa poin krusial demi perbaikan pengelolaan keuangan daerah di masa mendatang.

Baca Juga :  Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

“DPRD Kalteng mendorong agar Pemerintah Provinsi konsisten dan lebih terbuka pada saat penyusunan anggaran maupun saat pelaksanaan. Hal itu dalam rangka memperbaiki dan meningkatkan pengelolaan Keuangan Daerah,” ujarnya. Rekomendasi ini menekankan pentingnya transparansi anggaran sebagai kunci untuk mencapai tata kelola pemerintahan yang baik.

Terkait target pendapatan tahun 2024 yang tidak tercapai, khususnya dari dana transfer, DPRD Kalteng mendesak Pemprov untuk segera melakukan langkah penyelarasan dan rekonsiliasi penerimaan.

“Terhadap target pendapatan tahun 2024 yang tidak tercapai terutama dari dana transfer, DPRD mendorong agar Pemprov segera melakukan langkah penyelarasan dan rekonsiliasi penerimaan yang bersumber dari dana transfer dimaksud untuk memastikan penerimaannya bagi daerah,” tegas Siti Nafsiah.

Selain itu, wanita yang juga menjabat Ketua Komisi II DPRD Kalteng ini menyampaikan bahwa Banggar DPRD juga berkomitmen untuk mendukung penguatan kelembagaan Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) serta penguatan regulasi oleh pemerintah daerah.

Baca Juga :  Temui Presiden Prabowo, Panglima Jilah Bawa Aspirasi Masyarakat Adat Dayak

Dukungan ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat.

Tindak Lanjut LHP BPK demi Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Terakhir, DPRD Kalteng juga meminta Gubernur Kalimantan Tengah untuk segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI, DPRD meminta kepada Gubernur Kalimantan Tengah untuk segera menindaklanjuti sesuai rekomendasi dimaksud agar capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian dapat dipertahankan pada tahun-tahun yang akan datang,” pungkas Siti Nafsiah.

Komitmen ini menunjukkan keseriusan DPRD Kalteng dalam memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI, yang merupakan indikator penting tata kelola keuangan yang baik.

Dengan disahkannya Perda ini beserta rekomendasi yang menyertainya, diharapkan pengelolaan APBD Kalteng ke depan akan semakin transparan, efektif, dan akuntabel demi kesejahteraan masyarakat. (Ingkit)

 

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru