Temui Presiden Prabowo, Panglima Jilah Bawa Aspirasi Masyarakat Adat Dayak

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat. (Dok: BPMI Sekretariat Presiden)

Panglima Jilah Temui Prabowo di Istana, Bahas Solusi Karhutla dan Nasib Masyarakat Adat. (Dok: BPMI Sekretariat Presiden)

1TULAH.COM-Panglima Jilah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka untuk membahas penanganan karhutla, pelindungan tradisi berladang Dayak, serta pembangunan infrastruktur di Kalimantan Barat.

Pemimpin Pasukan Merah TBBR, Panglima Jilah, menyambangi Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026). Pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penegasan peran strategis masyarakat adat dalam menjaga kelestarian lingkungan di Kalimantan.

Sinergi Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat

Panglima Jilah mengungkapkan bahwa pemerintah bergerak cepat memberikan dukungan personel dan sarana udara guna mempercepat pemadaman karhutla. Langkah operasional ini telah berlangsung selama satu minggu terakhir di wilayah-wilayah rawan kebakaran.

Selain fokus pada krisis lingkungan, Presiden Prabowo turut berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur serta fasilitas publik di Kalimantan Barat, yang meliputi:

  • Infrastruktur & Kesehatan: Pembangunan jalan, jembatan, dan rumah sakit.

  • Pendidikan & Sosial: Penyediaan beasiswa, pembangunan sekolah, pembenahan rumah adat, serta alokasi bagi kuota TNI-Polri daerah.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Klarifikasi Tradisi Berladang Masyarakat Dayak

Panglima Jilah meluruskan stigma negatif yang kerap menuding masyarakat adat peladang sebagai penyebab utama karhutla. Menurutnya, terdapat perbedaan fundamental antara metode kearifan lokal berladang suku Dayak dengan pembukaan lahan perkebunan skala besar.

  • Lokasi Lahan: Masyarakat adat berladang di lahan mineral, bukan di kawasan lahan gambut yang rentan memicu kebakaran berantai.

  • Pengawasan Mandiri: Peladang melakukan pemantauan ketat secara mandiri saat mengolah tanah agar api tidak meluas.

  • Jadwal Bersamaan: Momen pembukaan lahan oleh peladang sering kali berbarengan dengan aktivitas perkebunan industri, sehingga memicu anggapan keliru dari publik.

Baca Juga :  9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Kearifan Lokal dalam Menjaga Alam

Tradisi berladang telah dijalankan secara turun-temurun jauh sebelum industri perkebunan masuk ke Kalimantan. Bagi masyarakat Dayak, alam merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas dan keberlangsungan hidup mereka.

Masyarakat adat juga aktif mencegah karhutla melalui sosialisasi yang dipimpin oleh para tokoh adat. Edukasi ini memastikan seluruh warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, menjaga keseimbangan ekosistem Kalimantan secara berkelanjutan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru