Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia (Dok. Istimewa

Dari Beragam Budaya hingga Satu Meja, Ketika Anak Muda Berani Cari Jalan Keluar untuk Isu Dunia (Dok. Istimewa

1TULAH.COM-Di tengah tantangan dunia yang semakin kompleks—mulai dari ketegangan geopolitik, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), hingga maraknya misinformasi—generasi muda dituntut tidak sekadar menjadi penonton perubahan. Menjawab tantangan tersebut, International Global Network (IGN) sukses menggelar Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) ke-22 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 21–24 Agustus 2026.

Mengusung tema “Turbulent Tomorrows: Diplomacy in an Age of Disruption and Division,” konferensi internasional ini menghadirkan 750 delegasi muda dari 25 negara, termasuk Indonesia, Australia, Kanada, Malaysia, Filipina, Singapura, hingga Amerika Serikat.

Mendorong Empati dan Dialog Lintas Budaya

Selama empat hari, para peserta terlibat aktif dalam simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka tidak hanya dilatih untuk berpidato di depan umum (public speaking), tetapi juga mengasah kemampuan bernegosiasi, memahami perspektif negara lain, dan menyusun solusi atas krisis global.

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Director General of Higher Education Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, YBhg. Datuk Professor Dr. Azlinda binti Azman, menegaskan pentingnya diplomasi sebagai bekal kepemimpinan masa depan.

“AYIMUN menyediakan platform bagi generasi muda untuk terhubung melintasi batas negara, mengenal berbagai perspektif, memperoleh pengetahuan, membangun empati, dan yang paling penting, belajar untuk mendengarkan serta mengusulkan solusi bersama orang lain,” ujar Azlinda.

Beliau juga mengingatkan pentingnya sikap kritis dalam mencari kebenaran di era banjir informasi dan kecerdasan buatan, serta mengimbau agar perbedaan pendapat tidak memicu perpecahan, melainkan menjadi landasan untuk aksi nyata.

Menfokuskan Keterampilan Dunia Nyata dan Isu-Isu Strategis

President of International Global Network, Muhammad Fahrizal, menambahkan bahwa keterlibatan dalam Model United Nations bukan sekadar mengejar penghargaan atau memenangkan debat. Keberanian berbicara harus diimbangi dengan kerendahan hati untuk mendengarkan dan saling menghargai.

Baca Juga :  Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Dalam perhelatan ke-22 ini, AYIMUN membagi para delegasi ke dalam 8 Council yang membahas berbagai isu global krusial:

  • Lingkungan & Industri: Penanganan polusi udara dan pengelolaan limbah industri.

  • Pendidikan: Pemerataan akses dan kualitas pendidikan global.

  • Sosial & Ekonomi: Dampak sektor pariwisata terhadap keterjangkauan hunian (housing affordability).

  • Keamanan Global: Ketegangan nuklir dan stabilitas politik di kawasan Timur Tengah.

Melalui rangkaian simulasi ini, 750 pemuda dari 25 negara membuktikan bahwa masa depan dunia tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling keras bersuara, melainkan oleh mereka yang memiliki kapasitas untuk mendengarkan, memahami perbedaan, dan bekerja sama menciptakan solusi inklusif. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru