Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Ilustrasi karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

1TULAH.COM-Kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat kini semakin diperkuat dengan pendekatan berbasis sains. Langkah strategis ini mencakup pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time, penguatan armada pemadam di lapangan, hingga pengelolaan sistem tata air (hydrology management) di lahan gambut.

Upaya menyeluruh tersebut disiagakan untuk mengantisipasi tingginya risiko karhutla di tengah ancaman puncak musim kemarau serta fenomena iklim El Niño.

Integrasi Teknologi SiPongi dan Sistem Pemantauan 24 Jam

Salah satu pilar utama pencegahan karhutla adalah integrasi data pemantauan hotspot dari platform resmi SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan patroli darat.

Di wilayah operasional PT Mayawana Persada yang meliputi Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, kesiapan penanganan karhutla diperkuat dengan pengerahan 7 regu inti dan regu pendukung. Sebanyak 170 personel terlatih disiagakan penuh di 8 posko pemadam.

Infrastruktur pendukung pencegahan api disiapkan secara masif, mulai dari menara pantau, drone, pesawat nirawak VTOL, kamera CCTV, hingga 74 titik sumber air yang tersebar di empat sektor operasional. Patroli darat dan udara dilakukan secara intensif selama 24 jam nonstop.

Direktur PT Mayawana Persada, Iwan Budiman, menegaskan bahwa fokus penanganan tidak sekadar memadamkan api, tetapi juga mencegah dampak buruknya meluas ke lingkungan dan pemukiman warga.

Baca Juga :  Dampak Karhutla Bagi Satwa Liar: Kemenhut Tangani 290 Satwa, Termasuk 96 Orangutan Kalimantan

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan kebakaran dilakukan secepat dan seefektif mungkin, sekaligus mencegah dampaknya meluas terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami menyadari bahwa kejadian ini juga menjadi perhatian berbagai pihak. Karena itu, selain mengerahkan sumber daya untuk penanganan di lapangan, kami melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kondisi kawasan dan langkah-langkah pengelolaan yang perlu diperkuat ke depan,” jelas Iwan.

Pengelolaan Tata Air Lahan Gambut Menjadi Kunci Utama

Penerapan sains ekologi paling krusial terletak pada tata kelola hidrologi gambut. Gambut yang mengering akibat kemarau ekstrem sangat rentan terbakar, bahkan berisiko memicu kebakaran bawah permukaan (smoldering combustion) yang amat sulit dideteksi dan dipadamkan.

Asisten Kepala Environment PT Mayawana Persada, Agus Trijoko, memaparkan bahwa jaringan kanal konsesi dimanfaatkan sebagai sarana pembasahan kembali (rewetting).

“Menghadapi musim kemarau dan El Niño, seluruh pintu kanal ditutup rapat guna mempertahankan cadangan air di dalam bentang lahan. Secara teknis, perusahaan menjaga Tinggi Muka Air (TMA) rata-rata pada kisaran 40 sentimeter untuk memastikan lahan tetap lembap tanpa menggenangi perakaran tanaman,” ungkap Agus.

Ketinggian muka air dipantau secara otomatis selama 24 jam memanfaatkan stasiun sensor telemetri (level logger) guna memastikan kelembapan gambut tetap terjaga presisi.

Baca Juga :  Dinsos Barsel Alokasikan Bansos Sembako dan Kursi Roda pada APBD Perubahan 2026

Pemberdayaan Masyarakat Tapak dan Kebijakan Konservasi Long-Term

Pengendalian karhutla turut melibatkan partisipasi warga lokal. Melalui program CSR dan kolaborasi Working Group Landscape MATA PANDAWA, bantuan alat pemadam kebakaran disalurkan kepada Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara—desa yang berbatasan langsung dengan Hutan Lindung Sungai Paduan.

Bantuan diserahkan kepada Kepala Desa Padu Banjar Kasdy, disaksikan Ketua Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Banjar Lestari Samsidar, dan perwakilan Yayasan Palung Hendri Gunawan, untuk memperkuat mitigasi api di tingkat tapak.

Selain pencegahan jangka pendek, pemulihan ekosistem dilakukan melalui revegetasi spesies pohon endemik rawa gambut. Asisten Sustainability PT Mayawana Persada, Charia Salasari, menyebutkan bahwa bibit dibudidayakan langsung di Revegetation Nursery internal kawasan hutan. Dengan pola tanam berjarak 5×5 meter dan evaluasi silvikultur per enam bulan, tingkat keberhasilan tumbuh (survival rate) bibit mencapai kisaran 80 persen.

Sebagai komitmen perlindungan ekologis, perusahaan juga mengusulkan peningkatan alokasi kawasan konservasi dari 37.000 hektare menjadi 71.000 hektare dalam revisi Rencana Kerja Usaha (RKU).

Asisten Kepala Sustainability PT Mayawana Persada, Muharjan, menambahkan bahwa kawasan konservasi berkanopi rapat ini disiapkan sebagai koridor jelajah yang aman bagi populasi orangutan (Pongo pygmaeus) serta satwa endemik Kalimantan lainnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia
Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan
Tag :

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:15 WIB

Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Penanganan Karhutla Butuh Sinergi Lintas Sektor: WALHI Tegaskan Perusahaan Konsesi Tak Boleh Lepas Tangan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:46 WIB

HUT ke-75 Presiden Prabowo Subianto: Ucapan Berkelas Istri Gubernur Kaltim & Kalteng Disorot, Unggahan Setkab Banjir Sindiran

Berita Terbaru

Wakil Bupati Seruyan, H. Supian, S.Ag., memberikan apresiasi dan menyampaikan ucapan selamat memasuki masa purnatugas kepada tiga PNS di Kabupaten Seruyan.  Kegiatan dilaksanakan di sela apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Seruyan yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Seruyan, Senin pagi (19/10/2026).

Seruyan

Seruyan Dapat 248 Unit Rumah melalui Program Tiga Juta Rumah

Senin, 19 Okt 2026 - 16:04 WIB