DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Purdiono, politisi Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Foto:Dok./1tulah.com

Purdiono, politisi Fraksi Golkar dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV. Foto:Dok./1tulah.com

1TULAH.COM-Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, mendorong Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mengambil peran yang lebih strategis dalam menggerakkan ekonomi akar rumput. KDMP diharapkan tidak berhenti pada aktivitas jual beli atau perdagangan ritel semata, melainkan mampu bertransformasi menjadi offtaker (penampung) utama hasil usaha masyarakat pedesaan.

Tantangan Rantai Pasok Usaha Mikro di Kalimantan Tengah

Purdiono menilai hambatan terbesar yang dihadapi para pelaku usaha mikro dan petani lokal di Kalteng bukanlah pada keterbatasan produksi, melainkan pada kejelasan akses pasar dan pemenuhan sarana produksi di tingkat hulu. Ketidakpastian ini membuat banyak warga enggan membuka usaha baru atau memperluas skala produksi mereka.

Ada dua kendala utama yang kerap membebani rantai pasok ekonomi warga:

  • Tantangan Sektor Hulu (Biaya Operasional): Tingginya harga pasokan pakan ternak dan bibit yang membebani modal awal peternak serta pembudidaya ikan.

  • Tantangan Sektor Hilir (Ketidakpastian Pasar): Belum tersedianya saluran penyerapan produk yang stabil, sehingga hasil panen kerap menumpuk atau dijual rugi di bawah harga pasar.

“Ketika beternak ayam, beternak kolam ikan, lalu pasarnya ke mana? Kita kalah bersaing hulu dan hilirnya. Hulunya pakannya dari mana,” tegas Purdiono.

Solusi Usaha Ayam Petelur dan Budidaya Perikanan

Usaha ayam petelur dan budidaya ikan air tawar menjadi contoh konkret usaha yang memiliki potensi besar namun berrisiko tinggi. Komponen pakan mengambil porsi terbesar dari total biaya operasional, sehingga fluktuasi harga pakan sangat memengaruhi keberlanjutan usaha warga.

Baca Juga :  Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
Sektor Usaha Kendala Utama (Hulu) Dampak Hilir Tanpa Koperasi Solusi Peran KDMP
Peternakan Ayam Petelur Biaya pakan pabrikan yang tinggi dan fluktuatif Telur tidak terserap pasar lokal secara maksimal Menyuplai pakan murah & membeli telur hasil panen warga
Budidaya Kolam Ikan Keterbatasan akses pakan berkualitas terjangkau Ikan dijual rugi saat panen raya karena tengkulak Membantu distribusi pasar & stabilitas harga jual ikan
Pertanian Kebun Pupuk dan modal operasional terbatas Penjualan hasil kebun terbatas pada pasar tradisional Menjadi penghubung ke pembeli skala besar atau industri
Baca Juga :  Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Menguatkan Fungsi KDMP Melalui Intervensi Pemerintah

Pengembangan usaha masyarakat membutuhkan pendekatan menyeluruh dari hulu ke hilir. Purdiono menekankan pentingnya intervensi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas KDMP agar mampu menjalankan fungsi tambahannya secara optimal.

Peran Strategis KDMP yang Diharapkan:

  • Jembatan Distribusi: Bertindak sebagai penyambung langsung antara masyarakat desa sebagai produsen dengan konsumen atau industri sebagai pengguna akhir.

  • Stabilisator Harga: Menjamin ketersediaan pakan dan kebutuhan produksi dengan harga terjangkau sekaligus memberikan kepastian harga jual hasil panen.

  • Penggerak Ketahanan Ekonomi: Memastikan perputaran uang tetap berada di tingkat lokal guna memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat kecil.

DPRD Kalteng menegaskan bahwa penguatan KDMP harus dibarengi dengan fasilitasi kemitraan dari pemerintah daerah. Koperasi desa ditargetkan tumbuh bersama pelaku usaha masyarakat, bukan sekadar menjadi tempat transaksi semata. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru