Kritik Pedas Lindswell Kwok: Kesenjangan Apresiasi Atlet di Tengah Hadiah Mewah Timnas Indonesia

- Jurnalis

Senin, 9 Juni 2025 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atlet Wushu kenamaan, Lindswell Kwok, mengirim kritik pedas terhadap perlakukan pemerintah yang memberi hadiah jam tangan mewah ke para pemain Timnas Indonesia. Usai laga kontra China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, masyarakat Tanah Air dihebohkan dengan kabar hadiah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk pemain Timnas Indonesia. ( Instagram )

Atlet Wushu kenamaan, Lindswell Kwok, mengirim kritik pedas terhadap perlakukan pemerintah yang memberi hadiah jam tangan mewah ke para pemain Timnas Indonesia. Usai laga kontra China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, masyarakat Tanah Air dihebohkan dengan kabar hadiah yang diberikan Presiden Prabowo Subianto untuk pemain Timnas Indonesia. ( Instagram )

1TULAH.COM-Pemberian jam tangan Rolex senilai ratusan juta rupiah oleh Presiden Prabowo Subianto kepada para pemain Timnas Indonesia usai kemenangan penting melawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, telah memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat. Sorotan tajam tidak hanya datang dari publik, tetapi juga dari salah satu atlet kebanggaan Indonesia, Lindswell Kwok.

Peraih medali emas Asian Games 2018 dari cabang olahraga wushu ini secara terbuka menyuarakan kritiknya melalui media sosial, menyoroti apa yang ia sebut sebagai “kesenjangan atlet” dalam perlakuan pemerintah.

Hadiah Rolex untuk Timnas: Apresiasi atau Pemborosan?

Kabar hadiah jam tangan mewah ini mencuat setelah para pemain Timnas diundang ke kediaman Presiden di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (6/6/25). Apresiasi ini diberikan atas performa gemilang Timnas yang berhasil mengalahkan China 1-0, mengamankan posisi di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Baca Juga :  Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Meskipun niat di balik apresiasi Prabowo Subianto ini adalah untuk memberikan semangat dan penghargaan, pameran jam tangan di media sosial oleh para pemain justru menimbulkan kontroversi. Pertanyaan seputar sumber dana hadiah—apakah dari kantong pribadi atau anggaran negara—menjadi topik hangat. Selain itu, kebijakan ini juga dibenturkan dengan langkah-langkah efisiensi yang tengah digalakkan pemerintah sejak awal tahun 2025.

Lindswell Kwok: Suara Kesenjangan Apresiasi Cabang Olahraga Lain

Lindswell Kwok kritik pemerintah tidak hanya sekadar mengeluh, tetapi juga memaparkan fakta yang ia anggap sebagai bukti ketidakadilan. Ia menyoroti kondisi atlet wushu junior yang seharusnya dipersiapkan untuk Youth Olympic Games 2026, namun justru dipulangkan dari pelatnas via Zoom dengan alasan efisiensi.

“Kesenjangan atlet, tentu bangga dengan prestasi sejawat. Tapi sudah adil belum pemerintah dalam memfasilitasi atlet-atletnya?” tulis Lindswell dalam unggahannya.

Ia menambahkan, anggaran untuk sepak bola mendekati angka Rp200 miliar, sementara cabang olahraga lain hanya berkisar antara Rp10-30 miliar. Data ini jelas menunjukkan adanya disparitas yang signifikan dalam alokasi dana dan perhatian pemerintah.

Baca Juga :  Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Seruan untuk Keadilan dan Pemerataan Perhatian

Melalui kritiknya, wanita berusia 33 tahun yang dijuluki “Ratu Wushu” ini menegaskan bahwa ia tidak mengarahkan serangannya kepada pemain atau suporter Timnas Indonesia. Namun, kritiknya ditujukan langsung kepada pemerintah yang ia nilai pilih kasih dalam memberikan perhatian dan apresiasi kepada atlet dari berbagai cabang olahraga.

Lindswell Kwok berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada cabang olahraga lain dan tidak hanya terfokus pada sepak bola semata. Hal ini penting untuk memastikan ekosistem olahraga yang sehat dan berkeadilan di Indonesia, di mana semua atlet, tanpa memandang cabang olahraga, mendapatkan fasilitas dan apresiasi yang layak atas perjuangan dan prestasi mereka. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:09 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Berita Terbaru