Dukung Capaian TKDN, Pertamina Lahirkan Produk Smooth Fluid

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Pemerintah terus memberikan dukungan mengenai pemanfaatan produk-produk yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di semua industri, tidak terkecuali di industri migas. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) mendukung program pemerintah tersebut dengan mengeluarkan produk Smooth Fluid (SF). SF merupakan material yang dipergunakan sebagai lumpur pengeboran.

“SF merupakan produk KPI yang dihasilkan dari Kilang Dumai, Kilang Balikpapan dan Kilang Cilacap. KPI memiliki 3 varian SF yaitu SF02, SF04 dan SF05,” tutur Corporate Secretary KPI Hermansyah Y Nasroen.

Kemampuan KPI dalam memproduksi SF, ucap Hermansyah merupakan bukti kapabilitas KPI dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.

“Industri hulu migas memiliki karakteristik teknologi dan risiko tinggi. Salah satu proses penting dalam kegiatan hulu tersebut adalah kegiatan pengeboran. Dalam prosesnya diperlukan pengendalian tekanan yang berasal dari titik pengeboran. Salah satunya dilakukan dengan penggunaan lumpur pengeboran yang tepat. Selain karena produk ini berkualitas, SF yang dihasilkan KPI semakin diminati oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama karena memiliki TKDN yang cukup tinggi,” Hermansyah menjelaskan.

Produk SF05 memiliki kandung TKDN sekitar 75%, sementara produk SF02 memiliki kandungan TKDN yang jauh lebih tinggi yaitu sekitar 95%.

Baca Juga :  KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

“Sepanjang tahun 2024, KPI telah memproduksi 134 ribu barrel SF. Kami tentu berharap produk ini semakin dapat meningkat produksinya di masa depan seiring dengan semakin meningkatnya pemakaian SF di industri hulu migas,” kata Hermansyah.

Keunggulan lainnya yang dimiliki KPI menurut Hermansyah yaitu pengelolaan kilang yang terintegrasi. Apabila dulu varian produk SF dihasilkan sesuai dengan kilangnya, kini produk tersebut juga dapat diproduksi oleh kilang lainnya sesuai kebutuhan. Dari ketiga varian SF, produk SF05 merupakan produk SF yang paling banyak digunakan.

“SF-05 mulai pertama kali diproduksi di Kilang Balikpapan pada tahun 2007, dan ini menjadi salah satu produk andalan KPI. Sekarang, Kilang Dumai pun telah mampu memproduksi produk sejenis,” ujar Hermansyah.

Kilang Dumai sebelumnya telah memiliki produk SF 02. Produk ini memiliki karakteristik yang sedikit berbeda dengan SF-05. Berbeda dengan produk sebelumnya SF-02 yang unggul untuk kegiatan pengeboran di laut, produk SF-05 ini unggul untuk kegiatan eksplorasi di darat dengan keunggulan impurities yang rendah. Keberhasilan Kilang Dumai dalam memproduksi produk SF-05, Hermansyah menambahkan, menunjukkan kemampuan KPI dalam mengintegrasikan proses bisnisnya.

Baca Juga :  Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

“Dengan adanya 2 unit yang mampu memproduksi SF-05 tentunya kepastian pasokan produk ini akan semakin terjamin di masa depan. Dan ini tentunya akan memberikan kepastian ketersediaan produk tersebut. Dengan kualitas produk SF-05, kami berkeyakinan KPI dapat menjadi salah satu rantai suplai yang penting dalam mendukung kegiatan hulu migas di Indonesia,” tambah Hermansyah.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina akan berkomitmen mendukung penerapan TKDN yang diharapkan bisa dengan maksimal mendorong pengembangan industri dalam negeri dan menjadi roda penggerak perekonomian nasional.

“Realisasi TKDN Pertamina merupakan salah satu yang terbesar dari total TKDN BUMN. Kami juga meyakini, produk dalam negeri memiliki kualitas yang tinggi dan berdaya saing. Dengan penggunaan TKDN ini, Pertamina berharap dapat mendorong pertumbuhan industri domestik dan membuka lapangan kerja, yang juga sesuai dengan target Asta Cita Pemerintah,” tutup Fadjar.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga
Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana
Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Para Siswa Saat Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai
Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN
Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?
Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WIB

Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga

Rabu, 16 September 2026 - 15:48 WIB

Ketegasan Hukum Karhutla: Menhut Raja Juli Bekukan Izin 26 Perusahaan dan Proses Puluhan Kasus Pidana

Rabu, 16 September 2026 - 15:31 WIB

Momen Hangat Presiden Prabowo Sapa Para Siswa Saat Jajal LRT Kelapa Gading-Manggarai

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Berita Terbaru