Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengendara kendaraan bermotor mengisi BBM jenis pertamax atau RON di atas 91. [Dok Pertamina]

Pengendara kendaraan bermotor mengisi BBM jenis pertamax atau RON di atas 91. [Dok Pertamina]

1TULAH.COM-Tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang terus membumbung berpotensi berdampak langsung pada penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi di dalam negeri. Produk seperti Pertamax hingga Pertamina Dex diproyeksikan dapat menembus angka Rp20.000 per liter jika lonjakan minyak global tak kunjung mereda.

Merespons potensi tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Dewi Juliani, mendesak Pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk melangkah cepat menyiapkan mitigasi risikonya. Menurutnya, langkah antisipasi dini sangat krusial agar tekanan energi global tidak berujung menjadi beban tambahan bagi masyarakat.

Proyeksi Kenaikan Harga BBM dan Lonjakan Minyak Dunia

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga memproyeksikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex dapat bertengger di kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter. Hal ini terjadi apabila tren kenaikan harga minyak mentah dunia melampaui level US$100 per barel.

Dewi Juliani menekankan bahwa kendati ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga minyak mentah internasional berada di luar kendali pemerintah, dampak rambatannya terhadap ekonomi dalam negeri tetap bisa diminimalisasi.

Baca Juga :  Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

“Jangan sampai tekanan energi global berubah menjadi beban baru bagi masyarakat. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan ada strategi yang kuat agar dampaknya tidak langsung dibebankan kepada konsumen,” tegas Dewi pada Selasa (15/9/2026).

Dampak Berantai terhadap Ekonomi dan Daya Beli

Kenaikan harga BBM nonsubsidi di tingkat konsumen dikhawatirkan tidak hanya memukul pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga memicu kenaikan inflasi secara umum.

Beberapa sektor utama yang diprediksi akan langsung terdampak antara lain:

  • Biaya Transportasi dan Logistik: Peningkatan beban operasional distribusi barang.

  • Sektor Industri: Pembengkakan biaya produksi manufaktur.

  • Harga Kebutuhan Pokok: Efek domino lonjakan harga komoditas pangan di pasaran.

Oleh karena itu, DPR mengingatkan agar pemerintah tidak pasif menunggu sampai harga minyak bertahan di level tinggi baru mengambil tindakan.

4 Langkah Efisiensi dan Pengawasan yang Didorong DPR

Guna menjaga kelangsungan industri sekaligus melindungi daya beli masyarakat, Komisi VI DPR mendorong sejumlah strategi konkret yang wajib dijalankan Pertamina dan pemangku kepentingan terkait:

  1. Efisiensi Operasional Pertamina: Mencari ruang penghematan di internal BUMN agar seluruh beban kenaikan minyak mentah tidak dialihkan begitu saja ke konsumen.

  2. Perbaikan Tata Kelola & Pengawasan Distribusi: Memperketat pengawasan mulai dari rantai pengadaan, ketersediaan pasokan stok, hingga alur distribusi di lapangan.

  3. Transparansi Pembentukan Harga: Memastikan kalkulasi penyesuaian harga BBM dilakukan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

  4. Menjaga Ketahanan Energi: Menjamin pasokan energi nasional tetap stabil di tengah ketidakpastian global.

Baca Juga :  Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Menyeimbangkan Ketahanan Energi dan Daya Beli

Dewi meyakini bahwa arah kebijakan sektor energi nasional harus mampu menyeimbangkan tiga pilar utama: ketahanan energi nasional, keberlanjutan operasional Pertamina, dan daya beli masyarakat.

Ia menggaransi Komisi VI DPR RI akan mengawal ketat setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pertamina agar setiap opsi penyesuaian harga dipikirkan secara matang, terukur, serta tidak merugikan konsumen. (Sumber:Saura.com)

Berita Terkait

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027
Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil
Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara
Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

Selasa, 15 September 2026 - 14:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, 372 Kejadian Berhasil Ditangani

Selasa, 15 September 2026 - 14:15 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Selasa, 15 September 2026 - 14:07 WIB

Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Berita Terbaru